
Satu minggu kemudian.
Sonya mulai kembali dengan aktivitasnya bekerja. Sambutan hangat dari Rekan-rekan kerjanya membuat Sonya semakin semangat menjalani hari-harinya.
Mulai bulan depan tim divisinya akan berubah, Kak Del akan di pindahkan ke divisi lain karena statusnya sudah berubah menjadi Istri Frans.
Sebenarnya dalam perusahaan ada peraturan, tidak boleh Suami dan Istri bekerja dalam satu perusahaan. Namun melihat kinerja keduanya sangat baik, maka salah satunya di pisahkan saja.
Anggota tim divisi baru Sonya bernama Albert, Pria keturunan Rusia. Kebetulan Albert baru 1 bulan bekerja, Albert sedang proses penyesuaian untuk menggantikan posisi Kak Del.
Orangnya sudah pasti sangat tampan, humble dan tentu saja masih berstatus single. Bisik-bisik banyak yang mengatakan Ia sosok Pria bebas yang sering berganti-ganti Teman kencan.
Albert tinggal di sebuah rumah mewah, disana Ia hanya tinggal sendiri, di temani beberapa pelayan atau asisten rumah tangga.
Desas desus mengatakan Albert Anak seorang Pengusaha terkaya no. 3 di Asia. Namun Ia memilih hidup mandiri tak mau bergantung pada kekayaan Orang Tuanya.
*
Sonya yang sedang menikmati makan siang, sedikit terusik dengan pandangan kerumunan perempuan cantik, seksi dan menggoda di perusahaan ini sedang berebut perhatian pada Albert. Namun Albert bersikap santai tidak terlalu meladeni godaan dari para Perempuan cantik itu.
" Liat tu Nyaah, Cowok bening di kerumunin para jablay, " ucap Kak Del sambil terus mengunyah gado-gado super pedesnya.
" Masih baru, jadi masih anget, " ucap Sonya sambil mengunyah burgernya.
" Hayoo pada gibahin siapa? " tiba-tiba Frans muncul di antara Mereka.
" Noo....si bule, loe kaga ada debar-debar apa Nyaah! kan satu ruangan sama tu bule "
" Jantungan maksudnya? iih amit-amit Sonya mengetuk-ngetuk tangannya ke meja.
" Yaelah, belagak polos loe aah! " bibir Delima mencebik.
" Lah Kak Delima sendiri gimana? berdebar-debar kah! "
" Ya kaga lah, Aku kan udah punya yang lebih tampan dari si bulek, " ucap Delima sambil mencubit dagu Frans
" Ngegombalnya terlalu lebay, " ucap Frans.
Mereka pun tertawa berjamaah, obrolan yang ngalor ngidul kalau kata Orang jawa.
*
" Hai boleh gabung gak? " tanya Albert.
" Oh tentu saja boleh mr. Al, " ucap Kak Del.
" Thank you, " jawab Albert.
Mereka pun makan berempat sambil berbincang-bincang, hingga tak terasa jam istirahat sudah habis.
Mereka kembali ke ruangan, ruangan terasa sesak karena terisi 4 Orang di dalamnya.
Saat Albert akan memasuki ruangannya, Jimie Temannya sewaktu di SMU dan kebetulan bekerja di perusahaan yang sama membisikkan sesuatu di telinga Albert.
" Ada yang gurih di divisi loe? "
" Who, Man? "
" Sonya Janda muda, rasanya pasti gurih, favorite loe kan Janda muda! " Jimie menepuk bahu Albert sambil berlalu kemudian menuju ruangan
" Siiitttt, grazy boy "
Pov. Albert.
Oh my god, Janda! otak kotor Albert mulai berselancar membayangkan hal mesum bersama Sonya.
Perempuan muda, cantik, seksi dan menggoda. Albert membayangkan pertempuran singkat di ruangan kerja ini, ketika Ia dan Sonya sedang berdua saja.
Mengempur area pertahanan Sonya. Dengan posisi berdiri menghentakkan juniornya yang selama ini, banyak membuat para Wanita mendesah bahkan sampai meracau kenikmatan tiada henti.
Tanpa sadar junior Albert menegang kala memandangi bagian dada Sonya yang berdiri kokoh, tanpa sadar ternyata Delima memperhatikan kelakuan Albert.
" Mr. Al, otak loe lagi mikir apa? tuh air liur sebentar lagi tumpah, " ucap Delima membuyarkan lamunan Albert.
" So so sorry, otakku lagi gak bener nih, " Albert mengusapkan wajahnya dengan kedua tangannya kemudian melanjutkan pekerjaannya.
Sementara Sonya tak tahu kalau sedari tadi Ia jadi bahan khayalan kotor Albert.