
Sofie gadis kecil yang lucu dan menggemaskan sedang asik bermain air di taman belakang rumah.
Sementara Sonya merapikan daun-daun pada tanaman hias yang tumbuh subur di taman belakang rumah. Pagi ini Ferdian masih berada di rumah karena jadwal prakteknya di gantikan oleh dokter Cakra.
Kebetulan 2 hari lagi Ferdian akan mengikuti seminar di Jepang. Mewakili rumah sakit tempat Ia bekerja saat ini.
Ia harus menyiapkan bahan untuk presentasi saat di Jepang nanti. Tak lama hanya Satu Minggu.
Sofie yang sudah puas bermain air mulai rewel, merengek dan menangis, Sonya langsung menggendongnya, memandikan lalu memberinya susu, tak lama sofie pun tertidur.
Ferdian yang masih tampak sibuk di ruang kerjanya, tidak menyadari kalau istri tercinta sudah berada di dekatnya membawa secangkir teh hangat dan brownies kukus.
" Diminum Aak kasep teh nya? "
" Eh ada bidadariku, iya nanti Aak minum ya Neng, makasih "
" Neng! Neng geulis kali aah, "
" Gara-gara Bik Nimah nih Kita jadi latah manggil Aak sama Eneng, "
" Gak papah buat panggilan iseng biar gak bosen Papa Sofie, "
" Iya Mama Sofie, "
" Aku ke kamar dulu ya, mau nemenin Sofie, si Mba lagi nemenin si Mbok ke pasar, "
Sonya membulat kan matanya, " dasar dokter mesum, "
" Tapi doyan khaan! " Ferdian tertawa menggoda, sementara Sonya mengelus dadanya sambil berlalu menuju ke kamar tidur Sofie.
Pagi hari yang cukup sibuk karena pagi ini jadwal keberangkatan Ferdian ke Jepang dua malam Ferdian menggempur habis Sonya, setelah sarapan pagi pun masih meminta jatah, sebagai Istri Sonya selalu siap melayani kebutuhan Suaminya. Tah Satu Minggu ini akan libur untuk urusan berolah raga di tempat tidur.
Pesawat yang membawa Ferdian sudah lepas landas meninggalkan Indonesia menuju Jepang.
Selama satu Minggu ini jadwal praktek di rumah diganti kan dengan dokter Ayu Teman selaligus Saudara jauh Ferdian.
Sonya bertugas di bagian resepsionis, pembukuan dan Kasir, sudah menerima pendaftaran pasien via telpon sebanyak 15 orang, jadwal praktek dibuka jam 4 sore hingga jam 10 malam.
Arian sebagai Asisten dan Apoteker pun sudah datang sejak jam 15:30 wib, Arian memang sosok Pemuda yang ulet dan rajin. Ia selalu datang sebelum jam kerjanya.
Arian membantu menata, merapikan bahkan membersihkan tempat praktek, Ia sangat ringan tangan, Ferdian selalu menambahkan uang gaji nya setiap bulan. Sonya juga sering membawakan makanan untuk Arian dan Ibu nya.
Jika sudah mendapat ijin resmi tempat praktek ini akan menjadi klinik, persis di depan rumah Sonya dan Ferdian nantinya akan di bangun klinik, ada beberapa dokter ahli termasuk dokter kandungan.
Klinik tidak hanya di peruntukan warga perumahan, namun untuk siapa saja yang akan datang berobat, tentunya dengan biaya lebih murah dan terjangkau.
Kebetulan warga di Perumahan dan sekitarnya sangat memerlukan tenaga kesehatan, apalagi di sini mayoritas warga nya banyak yang sudah LanSia. Mereka tinggal disini karena tinggal bersama Anaknya. Awal-awal perumahan ini tampak sepi tapi lama kelamaan cukup ramai karena banyak yang membawa Orang Tua dan Saudaranya tinggal bersama.
Dengan ada nya klinik yang lebih dekat tentunya akan sangat membantu. Kini Sonya tak lagi jenuh di rumah karena sudah memiliki kesibukan membantu di tempat praktek Suami ya sendiri. Sonya bisa tetap bekerja sambil mengawasi Baby Sofie yang semakin hari semakin menggemaskan.