MENANTU

MENANTU
SEMBILAN PULUH SATU



Seharian ini jari-jari gak berhenti bergerak membaiki banyak episode yang cukup berantakan, banyak typo dan lain-lain. Menambahkan kata-kata yang kurang mengena pada episode-episode tertentu.


Semoga saja dengan perbaikan akan menambah daya tarik pada cerita ini sehingga para pembaca mau memberikan Like, Vote dan Komentar nya.


Menulis adalah bagian dari kebiasaan Ku sejak SMP. Tidak pernah berambisi meraih komisi tapi lebih berharap banyak yang menyukai hasil tulisan Ku.


Kritik dan saran yang membangun sangat Aku terima, berusaha memperbaiki tulisan agar dapat menghasilkan cerita yang berkesan bagi Pembaca.


Terima kasih untuk yang selalu memberikan Like, Vote, Hadiah-hadiah dan komentarnya.


Aku akan berusaha menyajikan cerita yang menarik dan berkesan untuk dibaca


Salam terlove love ❤️❤️❤️❤️❤️


*


" Bagaimana Ma sudah siap di pinang? suara Arga dan Argi kompak di sambungan telpon.


" Mama belum siap sepenuhnya, "


" Ma, Kami berdua akan ijin pulang di hari pernikahan Mama Nanti, "


" Bukan begitu Nak, ini terlalu cepat bagi Mama, "


" Ma, sudah lebih dari 5 tahun Mama menjadi single parent, Mama butuh sosok pendamping hidup, "


" Mama tau, kalian sangat khawatir jika Mama hidup sendiri sementara Kalian akan satu persatu hidup berumah tangga lalu pergi meninggalkan Mama demi Keluarga Baru. "


" Ma bukan karena itu juga, Kami ingin Mama bahagia. "


" Mama sudah sangat bahagia Nak! "


" Baik Ma, Kami tidak akan memaksa, apapun keputusan Mama, Kami akan mendukungnya. "


Setelah berbicara dengan Arga dan Argi, hati Sonya semakin bimbang. Sementara Sofie dan Nayaka berusaha menenangkan hati Mama Sonya.


Besok jam 10 pagi Mereka bertiga akan di jemput Rino. Rino telah menyiapkan semuanya termasuk rumah baru yang akan Mereka tempati tentunya.


Rino membeli tanah yang cukup luas di daerah perkampungan tak jauh dari perumahan yang Mereka tempati saat ini hanya butuh waktu 10 menit jarak tempuh antara perumahan dan rumah baru Rino.


Sonya masih bisa bolak-bolik jika sedang mengurus olshop nya. Semua sudah di agendakan dengan sangat matang dan terinci oleh Rino.


Setelah selesai bersiap-siap, tak lama suara deru mobil Rino berada di depan rumah Sonya. Rino pun turun dari mobil lalu mengetuk pintu rumah Sonya.


Mba Tuti membukakan pintu, mempersilahkan Rino masuk, tak lama Nayaka dan Sofie mengahampiri Rino.


" Kita berangkat sekarang? " tanya Rino


" Sebentar lagi Ayah, Mama masih di kamar, " jawab Sofie.


" Siapa yang masih dikamar! " tiba-tiba Sonya muncul dihadapan Mereka.


" Ayo berangkat, " ajak Rino


Rino membukakan pintu depan untuk Sonya, mempersilahkan Sonya duduk di samping kemudi.


Sementara Sofie dan Nayaka duduk di kursi belakang.


Mobil melaju dengan kecepatan rata-rata membelah kemacetan Kota Bandung. Kali ini atas saran Sofie Mereka akan makan di sebuah resto yang berada di dalam mall karena setelah makan dan berbicara dari hati ke hati, rencananya Sofie dan Nayaka akan mengajak Mama Sonya dan Ayah Rino nobar alias nonton bareng.


Setelah tiba di parkiran sebuah mall Mereka berjalan menuju, resto, Sofie memilih tempat yang lebih privacy agar Mereka dapat berbicara dan ngobrol lebih santai.


Makanan dan minuman pun telah dipesan, Rino sudah memulai.pembicaraannya. Sofie dan Nayaka tampak kompak menerima pinangan untuk Mama Sonya.


Sonya belum bisa memutuskan, Ia meminta waktu untuk memutuskannya. Rino pun akan dengan sabar menunggu jawaban dari Sonya. Setelah makan, Mereka akhirnya nobar, sudah lama sekali Sonya tidak nonton di bioskop. Film pun selesai dan Mereka pun pulang, sebelum pulang Rino mampir ke toko pempek langganan Sonya. Rino membeli banyak macam makanan yang di jual di toko itu.


Sonya hanya bisa menarik napas saat Rino membelikannya banyak makanan.


" Kamu ingin Aku gendut? " tanya Sonya.


" Bukan gendut tapi berisi, " ucap Rino sekenannya.


Sofie dan Nayaka, senyum-senyum menyaksikan Mama Sonya dan Ayah Rino berdebat karena makanan.