MENANTU

MENANTU
118



"Ay seperti nya Anak Kita akan segera launcing! Bawa Aku ke klinik segera"


"Kamu yakin akan melahirkan? bukankah jadwal operasi caesar minggu depan?"


" Ayo buruuuan, mau Aku brojool di sini!"


"Iya sayangku," segera Rino menuntun Sonya menuju mobil sambil berteriak pada ART nya untuk membawa semua perlengkapan calon bayi.


Perjalanan menuju klinik tidak terlalu jauh, Rino langsung menghubungi dokter Mira untuk segera menyiapkan tim untuk persalinan Sonya.


Tiba di klinik Sonya lansung di sambut para tim perawat menuju ruangan persalinan, Rino pun segera mengirim pesan ke group keluarga, mengabarkan bahwa Sonya akan melahirkan.


Arga dan Argi hanya bisa mendoakan karena Mereka sedang bertugas. Sementara Sofie yang tinggal menunggu jadwal melahirkan hanya bisa video call dengan Ayah Rino menanyakan keadaan Mama Sonya.


Nayaka yang sedang berada di mini resto segera meluncur ke klinik, nayaka saat ini sedang hamil 1 bulan. Baru melewati masa-masa mual dan pusing.


Ternyata sang bayi tidak mau di lahirkan secara caesar, tubuh Rino gemetaran saat menemani proses persalinan normal. Semua berjalan begitu cepat dan lancar.


Seorang bayi Laki-laki tampan terlahir sehat dan sempurna. Sonya juga tampak sehat dan segar, setelah melahirkan. Ada rasa haru bercampur rasa gembira, apalagi saat Rino mengumandangkan adzan.


Setelah di pindahkan ke ruang rawat inap, Nayaka segera menemui Mama Sonya dan Adik nya. Mereka video call dengan Sofie, Arga dan Argi.


"Mama hebat, masih stroong aja lahiran normal," ucap Sofie


"Iya dong,wonder mom gitu lho," ucap Arga


"Mak nya siapa dulu?" ucap Argi


"Mak Kita dong," teriak Mereka bersamaan.


"Udah cukup, closing aja," ucap Ayah Rino sambil mengusap kepala Mama Sonya.


"Makasih Ay gak minta nambah," ucap Mama Sonya.


Sore hari yang begitu hangat, rasa bahagia sangat terasa, Nayaka mengelus-ngelus perut nya yang masih tampak rata.


Malam harinya para Menantu menjenguk Mama Sonya dan Adik bayi. Wajah Nino yang sangat tampan membuat para Kakak Ipar terpesona.


"Untung Kita beda generasi Dik, kalo gak tak laku lah Kakak Mu ini!" ucap Bima dengan gaya konyolnya.


Yoan pun memuji ketampanan Adik Iparnya, sangat mirip dengan Ayah Rino. "Ini memang copy paste sesuai dengan bibit unggul dan mesin cetakan nya'.


Sontak gelak tawa terdengar di ruangan rawat inap. Mereka seolah lupa bahwa ini klinik, kebahagiaan membuat Mereka lupa sejenak dimana Mereka saat ini berada.


Karena sudah larut malam, Nayaka, Bima dan Yoan pulang, malam ini Ayah Rino yang me jaga Mama Sonya dan Nino. Nayaka besok pagi yang akan menemani Mama Sonya dan Nino.


Sementara di tempat lain Sofie mulai merasakan tanda-tanda akan melahirkan, saat Yoan baru saja tiba di rumah Sofie meminta Yoan untuk membawa nya ke rumah sakit. Sebelum membawa Sofie kerumah sakit Yoan memeriksa keadaan Sofie.


Yoan yang seorang dokter mengerti kalo sedang terjadi kontraksi palsu. Setelah kontraksi hilang akhirnya Sofie kembali ke kamar untuk beristirahat. Dengan ide jahilnya Yoan mulai mengoda Sofie.


" Sayang mau cepet dan lancar gak lahirannya?"


" Mau banget sayang, tapi cara nya gimana?" ucap Sofie dengan polos nya.


" Aku bikinin jalan keluarnya ya sayang,'


Sofie pun mengangguk dengan muka polosnya, sementara Yoan dibawah sana sedang melancarkan aksinya. Dalam hati nya mengatakan "lumayan bekal puasa selama 40 hari". Dasar Yoan memang paling bisa kalo.untuk urusan yang satu itu.