MENANTU

MENANTU
116



Suasana resepsi pernikahan Moula dan Mouli banyak meninggalkan kesan yang baik, hampir semua Keluarga Besar bisa hadir, bertemu, berbicara dan saling menyapa dengan penuh keakraban.


Moment yang sangat jarang di temui karena sebelum-sebelumnya tak semua Keluarga Besar bisa menghadiri.


Eja Ayah sambung dari Moula dan Mouli juga tampak hadir, Mama Fenita bersikap sewajarnya saja seperti tak ada permasalahan di antara Mereka berdua.


Mama Fenita tak ingin permasalahannya menjadi konsumsi publik Keluarga. Bukan karena malu tapi lebih pada menjaga perasaan Anak-anaknya.


Tampak Mescha dengan sikap pendiam nya, bukan sesuatu hal yang aneh bagi Keluarga Besar, Gadis Muda itu memang berbeda dengan Saudara-saudara lainnya.


Selalu menundukkan kepala, tak berani tersenyum apalagi menyapa.


Usai acara resepsi pernikahan, Moula dan Mouli langsung menuju rumah baru Mereka masing-masing, Mereka akan me nikmati malam pertama di rumah baru.


Arga dan Argi yang hadir ke acara resepsi pernikahan Moula dan Mouli akan menginap di rumah Ayah Rino, karena Mereka tak mau menganggu pasangan pengantin baru.


" Begitu lelahnya Mama, ada yang mau mijetin gak? "


" Gaaak, " ketiga Pria tampan mempesona menjawab kompak.


" Iiih jehooong," muka Mama Sonya cemberut, bibir mengerucut.


" Diiiih ngambek Ratu Kita yang cantik, seksi dan awet muda, " celetuk Arga.


" Ulalalaaaa, nikmatnya di pijetin tiga Pria penuh pesona "


" Mmmm, racun tuh kata-kata Mama, bisa-bisa mijetin nya sampe lusa, " ucap Arga bercanda.


Setelah Mama Sonya merasa lebih enak kondisi badannya, ,Ia langsung menuju kamar tidur nya, merebahkan tubuhnya yang terasa sangat lelah. Tinggal 9 - 10 minggu lagi waktunya persalinan. Semua perlengkapan dan peralatan Bayi sudah siap dengan rapi dan bersih tentunya


Kondisi kesehatan Sonya juga selalu di kontrol, agar saat persalinan nanti bisa berjalan dengan lancar, maklum usia yang sudah lebih dari 40 th sangat rentan, apalagi ini Anak kelima, meski ini pertama kali nya Sonya menjalani operasi caesar.


Arga dan Argi sudah kembali bertugas, hari-hari Sonya kini sendiri lagi di rumah, Sofie dengan kehamilannya yang semakin besar kini tak bisa lagi sering mengunjungi Mama Sonya.


Nayaka yang lebih sering menemani Mama Sonya, beberapa hari Nayaka merasa tubuhnya sering merasa letih, entah karena sering tidur larut malam karena aktivitas malam nya bersama Suami sedang gencar-gencarnya atau jangan-jangan Nayaka kini sedang hamil.


Nayaka hanya minum madu hangat tiap kali merasa tubuhnya letih. Apalagi hampir tiap malam Ia harus meladeni Suaminya yang sangat perkasa itu.


Maklumlah pengantin baru, masih gas pooul. Mama Sonya sudah menyuruh Nayaka memeriksakan dirinya ke klinik milik Almarhum Papa Ferdian, tinggal berjalan beberapa langkah aja udah sampai ke klinik.


Namun Nayaka berkata " baik-baik saja ", Nayaka juga jarang ke mini resto, Ia hanya beberapa hari sekali datang ke mini resto, untuk mengecek laporan penjualan dan lain-lain.


Nayaka merasa ada banyak perubahan pada bentuk tubuhnya. Apa ini efek sudah menikah, entahlah Ia pun tidak tahu.


Setiap hari Nayaka selalu menyiapkan sarapan, makan siang dan makan malam Suami. Rutinitas yang Ia jalani setiap harinya. Nayaka merasa nyaman dengan rutinitas barunya, Ia selalu berdoa semoga kebahagian yang Ia dapat untuk selamanya.