MENANTU

MENANTU
124



Gundukan tanah merah ini masih basah, aroma bunga melati dan mawar semerbak, Nino masih berdiri, terpaku menatap pilu pusara Serlie. Satu-satu nya Wanita yang bisa mencuri hati nya yang selama ini kosong.


"No, ayo Kita pulang rangkul Mama Sonya"


Nino mengangguk perlahan, Ia mulai menapak kan kaki nya yang terasa begitu berat. Kini tinggal lah kenangan hanya kenangan yang di kira Nino tak seorang pun tahu.


Sudah hampir 40 hari wafat nya Serlie, namun bayang-bayang nya masih sering berkelebat, tak mudah melupakan Serlie. Nino mendengar kabar Tunangan Serlie pun mengalami stress berat hingga harus di rawat di rumah sakit. Perpisahan yang terlalu menyakitkan bukan ha ya buat Nino tapi buat Tunangan Serlie juga.


Waktu pun bergulir, tanpa terasa hari ini wisuda Nino, dengan predikat terbaik Nino menyelesaikan kuliah nya, Nino pun mendapat beasiswa untuk lanjut ke strata dua. Mama Sonya dan Ayah Rino sangat terharu dan bangga atas pencapaian Nino. Pasangan dua sejoli Kakek dan Nenek ini masih tampak serasi. Mereka tak mau menuntut yang terlalu berlebihan pada Nino apalagi mengenai jodoh. Doa Mereka berdua semoga masih ada umur saat Nino menikah nanti.


Sambil melanjut kan kuliah strata dua nya Nino bekerja di sebuah perusahaan swasta yang bergerak di bidang perkebunan. Ilmu dan Pengetahuannya dapat Ia kembangkan disini. Pihak Perusahaan pun memberi kelonggaran waktu jika jam kerja bentrok dengan jadwal kuliah, hal ini lah yang membuat Nino merasa nyaman dan betah bekerja di Perusahaan ini.


Pukul 21:00 Malam Nino setiap hari nya tiba di rumah, masih di tunggu Mama Sonya dan Ayah Rino, menemani Nino makan malam dan ngobrol sebentar, kemudian Mereka melanjutkan istirahat.


Pukul 08:00 Pagi, Nino sarapan pagi bersama Mama Sonya dan Ayah Rino. Setelah Nino sarapan, kemudian berangkat kerja, Mama Sonya dan Ayah Rino mulai melakukan aktivitas masing2, Mama Sonya mengecek Karyawan Olshop nya, sementara Ayah Rino ke Sekolah Musik yang di miliki nya. Meski sudah lanjut usia kedua nya tetap produktif.


Suatu siang di sebuah pelataran parkir, cuaca sangat panas hingga membuat Nino kurang memperhatikan situasi jalanan di area parkir.


"Bruuuk," Seseorang telah terbentur tubuh Nino dengan sangat keras.


Nino menepuk pundak Orang tersebut, "Kak, maaf apa Anda baik-baik saja?" tidak ada jawaban dari Orang tersebut. Setelah beberapa menit kemudian Orang tersebut sadar, Nino segera memberikan segelas air, Seorang Wanita muda berparas oriental, bukan cantik tapi lebih terlihat manis.


"Maaf jika Saya sudah merepotkan?"


"Owh justru Saya yang salah," ucap Nino


Setelah sedikit berdebat, Wanita itu pun berpamitan dengan Nino karena Ia harus segera pergi ke rumah sakit. Karena Nino khawatir terjadi apa-apa dengan Wanita tersebut Nino pun menawarkan untuk mengantarkan nya.


Selama di perjalanan Mereka hanya saling diam hingga akhirnya Mereka sama-sama memulai pembicaraan secara bersama "Nama Mu Siapa?" sontak kedua nya pun tertawa bersama. " Aku Nino,"


"Dan Aku Nina"


"Serius!"


"Kenapa harus serius," jawab Nina dengan senyumnya yang membuat jantung Nino meloncat-loncat. Sudah lama Nino tak merasakan hal seperti ini.


"Kita lanjut di part berikut nya ya, semoga Nino segera menemukan jodohnya"