
Sonya terbangun saat alarm tanda waktu ashar berbunyi, Ia segera mandi dan melaksanakan shalat ashar.
Lalu Ia mengambil ponselnya yang masih berada di dalam tas, " dokter Ferdian akan ke rumah, " Sonya pun membalas pesan yang dikirim oleh dokter Ferdian.
# Baik dok, Saya tunggu #
" Dreett..., " notifikasi pesan masuk, dokter Ferdian segera meraih ponsel yang berada di atas nakas. Tersenyum manis saat membaca pesan balasan Sonya.
Ia segera menyambar handuk, kemudian mandi untuk bersiap-siap. Sudah 10 menit mematut di depan cermin setelah merasa yakin dengan penampilannya, Ia pun meraih kunci mobil dan bergegas pergi.
" Kak mau kemana? " tanya Fiona yang baru saja keluar dari kamar nya dengan rambut tergerai basah.
" Mau kerumah calon Bude! " jawab Ferdian sambil mengedipkan sebelah matanya pada Fiona.
" Budee, " Fiona menutup mulutnya dengan tangan " Kak Gardaaa, Kak Ferdian denger tadi ucapan Kamu ", Garda yang mendengar ucapan Fiona hanya senyum-senyum saja.
Sementara Ferdian tidak memperdulikan teriakan Fiona pada Adik Iparnya.
Sebelum menuju rumah Sonya Ferdian mampir ke toko kue, Ia membeli beberapa toples kue kering, nastar, cocho chesee dan cocho stawberry.
Keluar dari toko kue Ferdian menenteng 1 handbag lumayan besar, melanjutkan perjalanannya menuju rumah Sonya, Ferdian kemudian mampir ke sebuah masjid yang berada tidak jauh dari rumah Sonya.
Sambil menunggu adzan magrib Ferdian membaca Al_ Quran melalui ponselnya, kebetulan sore ini Papi dan Raffael shalat magrib di masjid.
Jika Papi sedang berada di Bandung Papi dan Raffael selalu melaksanakan shalat magrib dan isya di masjid perumahan.
Papi dan Raffael duduk tak jauh dari Ferdian, suara lantunan ayat-ayat suci Al_Quran dari Ferdian sangat terdengar merdu, indah dan menyejukkan hati, meski suaranya sangat pelan.
" Masya Allah sejuk sekali hati Papi mendengar Laki-laki disana yang sedang mengaji, " jari jempol Papi menunjuk ke arah Ferdian.
" Iya Pi, semoga Fael bisa mengaji sebaik dan sebagus Kakak itu ya Pi, " ucap Raffael.
" Aamiin ya Allah, " ucap Papi.
*
Adzan magrib berkumandang, semua jamaah merapatkan barisan, memulai shalat magrib berjamaah secara khusyuk.
Sementara Sonya baru saja selesai shalat magrib, Ia mengganti pakaiannya agar saat dokter Ferdian datang, Ia tak harus mengganti pakaiannya lagi.
Sonya pun turun ke bawah, menuju dapur membantu Bik Heni menyiapkan makan malam.
Papi dan Raffael baru saja pulang dari masjid, memilih duduk di ruang keluarga sambil menonton televisi. Hal yang biasa dilakukan sambil menunggu Bik Heni menyiapkan makan malam.
Mami juga baru selesai shalat magrib, langsung menuju meja makan membantu menyiapkan makan malam.
**
Tak lama suara bel berbunyi, Bik Heni bergegas membukakan pintu.
" Malam Bu, Sonya nya ada? " tanya Ferdian.
" Maaf Aden siapa ya? jawab Bik Heni.
" Saya Ferdian, tadi sudah janji mau ketemu Sonya "
" Kalau begitu silahkan masuk Den "
" Terima kasih Bu "
Setelah Bik Heni mempersilahkan Ferdian duduk, Bik Heni segera menghampiri Sonya yang berada di ruang makan.
" Non, ada Aden Ferdian di depan "
" Ooh gitu, Sonya temui dulu ya Mi, " Sonya pun menuju ruang tamu
" Sayang ajak makan malam sekalian saja, " ucap Mami suara nya cukup keras sehingga Ferdian bisa mendengarnya.
" Malam dok, gimana susah gak cari alamatnya? "
" Jangan panggil Aku dokter lah! " wajah Ferdian sedikit cemberut.
" Terus Aku harus panggil apa? " ucap Sonya dengan wajah bingung.
" Apa saja asal jangan dokter, oh ya gampang kok cari alamatnya kan bukan alamat palsu, " ucap Ferdian sambil senyum-senyum gak jelas.