MENANTU

MENANTU
122



"Siapa gerangan Cowok tampan yang berdiri di ujung koridor?" bisik-bisik beberapa Cewek yang kelihatan satu geng di kampus pertanian.


Melinda Gadis cantik, seksi dan tajir melintir berusaha mencari perhatian Nino, bukan Nino namanya kalau gak bikin hati para Gadis klepek-klepek dan bucin.


' Nino ada waktu gak? kita ngopi dulu yuk!" ajak Melinda


"Ngopi! Aku masih ada kelas 10 menit lagi sorry gak bisa" tolak Nino


"Masih lama kali 10 menit lagi, ayolah Nino please!"


"Lain waktu ya, Sorry Aku ke kelas dulu" Nino pun berjalan menuju ruang perkuliahan.


Sementara raut wajah Melinda yang cantik terlihat kesal, "dasar Cowok sok sibuk, sok jaim, sok sok sok... " Melinda menghentak-hentakkan kaki karena merasa kesal.


"Kenapa honey Ku, kok cembeyut aja? sapa Bastian sambil merangkul pundak Melinda.


"Apaan sih Loe, main rangkul-rangkul Gue"


"Shooping yuk, biar otak mencair?" ajak Bastian


"Sokay Loe, paling Loe mampu nya beliin tisu!"


Melinda pun berlalu meninggalkan Bastian yang merasa geram dengan respon yang kurang baik dari Melinda.


"Udah lah Cewek begitu banyak Bas di trotoar pinggir jalan" ucap Viko sekenanya


"Iya juga sih, masuk kelas yuuk?" ajak Bastian


"Nino .. boleh Mama masuk?" walaupun belum di ijinkan Mama Sonya tetap saja nyelonong masuk.


"Iya Ma, ada apa?"


"Mama minta tolong dong! nanti malam anterin Mama sama Ayah ke acara pertunangan nya Serlie, Putri nya Om Gunawan"


"Kan ada Pak Joko! Nino banyak tugas kuliah Ma, harus segera di kumpulkan"


"Tuh kan Anak Mama yang tampan mempesona ini mulai banyak alasan deh, ya udah Mama minta anterin Bryan aja deh"


"Ya udah Nino yang anterin kasihan kalau Bryan yang anterin, tugas kuliah Bryan lebih banyak dari Nino"


"Okay makasih sayang" Mama Sonya pun meninggalkan kamar Nino.


"Pasal 1 permintaan Mama tidak bisa di tolak, kalau pun di tolak, balik lagi ke pasal 1" Nino bermolog sendiri.


Tugas kuliah nya memang lumayan banyak, tapi masih ada waktu 2 hari lagi. Akan lebih baik jika memejamkan mata, lumayan masih ada waktu 3 - 4 jam lagi. Pukul 7 malam Mama Sonya dan Ayah Rino sudah selesai bersiap-siap kedua nya tetap tampil mempesona meski usia sudah tak lagi muda, Nino sudah menunggu di mobil, dengan tampilan yang sangat mempesona, ketampanan nya berkali-kali lipat dari Ayah Rino.


Suasana pesta pertunangan yang hangat, tidak terkesan berlebihan, meskipun semuanya tampak mewah dan berkelas, Nino memilih tempat duduk yang berbeda dari Mama Sonya dan Ayah Rino. Ternyata Serlie Putri nya Om Gunawan sangat manis Tunangan nya pun tampan dengan kulit sawo matang dan tubuhnya yang sangat atletis.


Mata Nino tak berkedip saat menatap Serlie, baru kali ini Nino merasakan sesuatu yang berbeda saat melihat seorang mahluk Tuhan yang berjenis kelamin Wanita alias Perempuan alias Cewek. "Gilaak ... Dia udah jadi Tunangannya Orang, sadar Nino", lagi-lagi Nino bermonolog sendiri.


Sementara tanpa Nino sadari ada sepasang mata cantik dan indah yang sedang menatap Nino dari kejauhan. Sebelum pesta usai Mama Sonya dan Ayah Rino pun berpamitan dengan Om Gunawan.