MENANTU

MENANTU
DUA PULUH TUJUH



I don't like monday tapi itu tidak berlaku untuk Sonya, pagi ini Sonya sangat bersemangat pergi ke kantor.


Sedangkan Rino masih duduk santai sambil minum secangkir kopi panas.


" Beib... mau aku antar? " tanya Rino pada Sonya


" Ga usah kak, aku berangkat sendiri aja, " Sonya mencium punggung tangan Rino.


" Oh iya kata mama malam tahun baru kita buat acara makan-makan di rumah, "


" Oke atur aja kak, aku manut aja, " jawab Sonya berjalan menuju mobil nya.


Pagi ini rumah terlihat sepi, kemana kah kedua orang tua Rino, kedua kakak ipar nya dan kedua keponakan nya.


Ternyata mereka sedang berjalan-jalan, menghirup udara pagi, sekaligus sarapan.


*


Lima hari lagi pergantian tahun, namun Sonya tetap santai tidak rencana apapun.


Bahkan kak Del dan Frans mengajak menghabiskan malam tahun baru bersama.


Sementara kedua orang tua sonya dan adik nya akan melaksanakan umroh, lusa nanti akan berangkat.


Di keluarga Sonya tidak ada tradisi malam tahun baru, mereka biasa nya merayakan malam tahun baru islam, yang biasa diisi pengajian keluarga, setelah itu makan ayam panggang dalam satu nampan yang besar secara bersama-sama.


Semua saudara sepupuh nya berkumpul di rumah Sonya, keesokan hari nya keluarga besar baik dari mami atau pun dari papi berkumpul di rumah Sonya, mendengar kan tausiyah dan di tutup dengan do'a dan makan bersama.


**


Tiba di kantor Sonya tak lupa membagikan oleh-oleh untuk rekan-rekan kerja nya, Kak Del, Frans dan spesial untuk princes anak nya Frans.


Sonya memang sangat loyal dalam segala hal, terutama dalam berbagi rejeki.


Sementara Frans senyum-senyum menggemaskan saat tau oleh-oleh yang di berikan Sonya adalah sebuah dompet incarannya.


Sonya memang sangat paham apa-apa yang disukai dua sahabat labilnya.


Bu Melinda mengerucutkan bibir nya, saat Sonya belum memberikan oleh-oleh untuk nya, Sonya sengaja menunda nya hanya sekedar menggoda atasannya itu.


***


Setelah jam kantor usai, Sonya memberikan sebuah hand bag kepada bu Melinda, bu Melinda tersenyum sumringah.


" Dasar kamu Son, senangnya menggoda, "


" Bye... bye bu Mel, " sun jauh dari Sonya.


Dari Kantor Sonya langsung mampir ke rumah orang tuanya, iya sangat rindu dengan adik kesayangannya Fael.


Setelah bertemu dengan kedua orang tua nya dan Fael, Sonya pulang karena sudah jam 9 malam.


Jam 10 malam iya baru tiba di rumah, suasana rumah sudah sepi, hanya mbok Nah dan Mba Rara yang masih sibuk membersihkan dan merapikan rumah.


Mbok Nah menanyakan " apakah Sonya akan makan malam? ", namun Sonya mengatakan


" tidak " karena Ia sudah makan malam di rumah Orang Tuanya.


Sonya masuk ke dalam kamar nya, Ia melihat Rino sudah tidur. Sonya mengganti pakaiannya. Karena Ia tadi sudah mandi di rumah Orang Tuanya.


Sonya merebahkan tubuhnya, lalu tak lama tertidur karena merasa lelah.


Hari ini setidaknya Ia merasa nyaman karena tidak ada kata-kata sindiran ataupun tatapan sinis dari Mama Mertuanya.


Rino terbangun karena merasa haus, Ia melihat Sonya sudah tertidur lelap, Rino mencium kening Sonya lalu melanjutkan tidurnya dan berharap mimpi indah berlanjut. Mimpi apakah Rino, hanya Rino dan Author yang tahu.