
Tiga bulan kemudian setelah kejadian itu, kini kondisi Mama Rino semakin menurun, terkadang tanpa di duga Mama Rino mengamuk memecahkan semua barang yang ada di hadapannya.
Terkadang tiba-tiba menangis meraung-raung, kondisi kejiwaannya benar-benar labil.
Rino telah berusaha mengobati Mamanya, bahkan ada dokter yang setiap satu Minggu sekali memeriksa keadaan Mama Rino.
Aryatun menantunya pun tak mau menjaga dan merawat Mama Mertuanya, Ia bahkan memilih kembali ke kampung dari pada harus merawat Mertuanya itu.
Baginya bukan tanggung jawab Dia harus merawat dan menjaga Mama Mertuanya itu.
Kini hanya kedua Orang Tua Rino dan ART yang tinggal rumah itu, sementara Rino hanya sesekali pulang ke rumah.
Para Tetangga pun baru tahu kalau Sonya itu mantan Istri Rino, Mereka juga tahu bagaimana sikap dan perlakuan Mama Mertuanya terhadap Sonya.
Sebagian ada yang mencibir dan mensyukuri kondisi Mama Rino saat ini, sebagian ada yang kasihan dengan kondisi Mama Rino saat ini.
Papa Rino hanya bisa bersabar dan ikhlas dengan kondisi dan keadaan Istrinya saat ini.
Dokter Arya mengatakan jika tidak di obati, bisa-bisa Mama Rino akan benar-benar terganggu kejiwaannya dan menjadi Orang Gila.
Di sisi lain Rino hanya pasrah, mungkin ini teguran dari Allah atas semua perbuatan yang telah di lalukan Mama selama ini.
Rino tetap berusaha mengobati Mamanya saat ini. Sebenarnya Rino juga mengalami guncangan saat mengetahui semua kebenaran mengenai kondisi fisik nya.
Setelah melakukan rangkaian pemeriksaan Rino memang di nyatakan mandul, tingkat kemungkinan nya hanya berapa persen saja. Waktu Sonya hamil itu hanya faktor keberuntungan saja, namun sayangnya pada waktu itu Sonya keguguran.
Hari-hari nya banyak Ia lewati dengan menyibukkan diri di sekolah seni nya.
Hubungannya dengan Dokter Amanda pun semakin dekat, seperti nya dokter Amanda juga memiliki perasaan khusus pada Rino.
Sejak kenal dengan dokter Amanda, Rino sudah mau bicara, Rino memang tidak bisu, Ia memang sengaja menutupi bahwa Ia sudah bisa bicara.
Kedekatannya dengan dokter Amanda membuat Mereka saling berbagi cerita kehidupan Mereka. Ternyata dokter Amanda adalah korban pemerkosaan dan pelecahan seksual oleh Kakak Sepupunya sendiri.
Kala itu dokter Amanda masih SMP, trauma itu sangat membekas sehingga sampai saat ini Ia tidak mau menikah meski setiap Laki-laki yang ingin menikahinya menerima dokter Amanda apa adanya.
Tapi dokter Amanda tetap saja tidak berani mengambil keputusan untuk menikah karena merasa dirinya tidak suci lagi.
Tanpa terasa satu tahun berlalu, kini keduanya semakin dekat, mulai menyatakan rasa suka dan ketertarikan satu sama lain. Mereka pun akhirnya memutuskan untuk menikah.
Karena kedua Orang Tua Amanda berada di Australia, Rino dan Amanda memutuskan untuk menikah disana.
Papa Rino pun menyetujui hanya saja Ia tidak bisa menghadiri pernikahan tersebut karena kondisi Mama Rino yang tidak bisa di tinggal bersama pengasuh dan ART saja.
Bulan Januari di pilih Rino dan Amanda untuk menikah semua persiapan hampir mendekati 90 persen.
Meski tetap ada bayang-bayang Sonya namun Rino berusaha untuk menutup dan mengakhiri masa lalunya.
Rino pun mengirim satu buket bunga, sepatu dan tas branded favorite Sonya dan makanan kesukaan Sonya, ini yang terakhir kalinya, Rino ingin membuat Sonya tersenyum mengenangnya.