
Ferdian saat ini sedang berada di RS. Singapore, Ia sedang mengikuti kegiataan tahunan khusus untuk dokter ahli syaraf.
Sementara Sonya dan Sofie yang awalnya ingin ikut menemani Ferdian, tidak bisa ikut karena Raffael mengalami kecelakaan, sehingga di rawat di Rumah Sakit.
Akhirnya Ferdian berangkat sendiri ke Singapore. Kini keadaan Raffael sudah membaik, Ia sudah boleh pulang ke rumah.
Hari ini saat Sonya sedang menyuapi Sofie ada seorang kurir datang mengantar kan satu buket bunga, sepasang sepatu dan tas dan makanan kesukaan Sonya tentunya.
* Hai, Nya, semoga Kamu, Ferdian dan Anak Mu sehat-sehat selalu.
Oh iya, bulan depan Aku akan menikah, do'akan rumah tangga Ku langgeng ya.
Mohon Maaf atas semua yang telah terjadi selama ini, Aku belum bisa jadi yang terbaik untuk Mu.
Aku mohon Kamu mau menerima pemberian Ku, Sepatu dan Tas itu sudah Aku beli sejak lama saat Kita masih terikat pernikahan, namun Aku belum sempat memberikannya karena keadaan Ku saat itu.
Ku harap Kamu mau memaafkan semua kesalahan Ku, kedua Orang Tua Ku dan Saudara-saudara Ku.
Salam hangat untuk Ferdian dan Anak Mu *
RINO
Sonya menarik napas dalam-dalam, Ia hanya bisa mengucap terima kasih dalam hati karena yang memberi tidak ada di hadapannya saat ini.
Sonya memanggil ART nya untuk membawa barang-barang yang dikirim oleh Rino.
Kemudian Ia mengirimkan pesan pada Ferdian, Sonya juga mengirim foto barang-barang yang dikirim oleh Rino
Tak lama ponsel Sonya berdering, Sonya berbicara cukup lama dengan Ferdian, Suaminya memang Suami yang sangat bijaksana, pengertian dan penuh kasih sayang serta perhatian.
Ferdian bahkan tidak cemburu sama sekali, Ia malah yang meminta Sonya menerima semua pemberian Rino.
Akhirnya Sonya melahap makanan yang di kirim oleh Rino, Sonya juga mengirim sebagian makanannya ke rumah Fenita.
Sonya menikmati makanan bersama para ART, Satpam dan Tukang Kebunnya.
Ia juga sempat memvideokan nya, lalu memposting nya di sosial media dengan caption " terima kasih Sahabat lama, Aku tak akan pernah lupa dengan kebaikan Mu "
Rino mengulas senyum saat melihat postingan Sonya " Kamu memang Perempuan terbaik, terhebat dan tulus yang pernah dalam hidup Ku, " Rino berbicara sendiri.
*
Akhirnya hari pernikahan itu tiba, setelah acara ijab kabul dan resepsi di gelar, Rino dan Amanda melewati masa liburan dan bulan madu beberapa hari di Singapore. Mereka melewati dengan berjalan-jalan, belanja dan wisata kuliner.
Belum ada malam pertama, keduanya ingin menjalani secara alami tanpa tergesa-gesa.
Mereka layaknya sepasang kekasih yang sedang merajut cinta. Hari ini Rino dan Amanda pulang ke Indonesia, dari Bandara mereka akan langsung ke rumah Rino, menemui kedua Orang Tua Rino.
Tiba di rumah Rino, Mereka langsung menemui Mama dan Papa Rino, Mama Rino hari ini bersikap tenang karena baru saja di beri obat penenang.
Ia hanya diam, sambil mendengarkan semua pembicaraan. Setelah makan malam Rino dan Amanda pulang ke apartement milik Rino yang sudah di persiapkan.
Tiba di apartement, Rino langsung merebahkan tubuhnya di sopa, karena rasanya lelah, setelah berpergian. Sementara amanda sudah mengganti pakaiannya dengan piyama mini dressnya.
Melangkah mendekati Rino sambil membawa 2 gelas susu coklat panas.
" Diminum susunya sayang, "
" Susu yang mana? "
" Yang ini lah, "
" Yang mana? " tangan Rino menunjuk gelas yang berada di depannya.
" Terserah yang mana aja, sama aja kok takarannya, "
keduanya kini menghabiskan susu coklat panas, sambil menonton drama romantis Korea.
Tiba-tiba saja tangan Rino meremas kedua bukit kembar milik Amanda, sambil berkata " kalau susu yang ini sama gak? "
Wajah Amanda memerah, jantungnya pun berdegub kencang, Rino pun mulai mendekatkan wajahnya ke Amanda.