
Semakin dekat dengan hari pernikahan semakin berdebar-debar tak menentu jantung Nayaka, apakah Ia harus memeriksakan dirinya ke dokter? belum lagi sikap Bima yang selalu membuat nya kesal merindu.
Laki-laki calon Imam itu sering kali membuat nya kesal, Bima sangat menyukai jika Nayaka sedang kesal. Wajahnya sangat polos, natural tanpa ada yang di tutup-tutupi.
Kelakuan Bima memang sangat mengagumkan, bagaimana bisa Ia membuat udian berhadiah pada Karyawan nya jika bisa menebak ukuran pakaian dalam yaitu bra yang di pakai oleh Nayaka.
Tentu saja Nayaka lah yang harus tahu berapa ukurannya. Ternyata hal itu di lakukan Bima agar Nayaka merasa kesal pada Bima.
Padahal Bima menanyakan berapa ukuran sepatu yang di pakai Nayaka? semua karyawan sudah menulis jawaban Mereka di papan white board.
Nayaka sangat terkejut melihat jawaban yang di tuliskan oleh para Karyawan nya.
" Yak ampun, dipikir Aku pakai silikon apa, bisa sampe kayak ukuran sepatu! " ucap Nayaka dengan kesal.
" Ya kali aja bener jawabannya, " Bima semakin menggoda.
" Jawaban nya jadi berapa sayangku? "
" Beneran nih boleh Aku sebutin! " kali Nayaka sengaja memancing kekesalan Bima, Nayaka merasa Ia sedang di kerjai oleh Bima.
" Sebutin aja aja sayang, " Bima sambil tersenyum-senyum.
" Yang bener Mirwan ukuran 40, tapi kok gak ada ukuran cup nya? kalau gitu Aku sebutin cup nya cuppp." Tiba-tiba tangan Bima menutuo mulut Nayaka.
" Stop jangan di sebutin sayang cuma Aku yang boleh tau "
" Oke kalau gitu lepas sepatu Mu sayang, " tanpa ragu lagi Nayaka melepaskan sepatunya. Bima segera melihat ukuran sepatu Nayaka adalah 40, Mirwan bersorak gembira, Mirwan mendapatkan uang 1 juta rupiah dari Bima.
" Alhamdulillah bisa buat beli susu Anak guwe freen, besok guwe bawain gorengan yak "
" Okeeey Wan, makasih," ucap Karyawan dengan kompak.
Mulai Minggu ini Nayaka akan rutin melakukan perawatan wajah dan tubuh, Nayaka juga rutin berpuasa Senin dan Kamis. Tubuh Nayaka memang tidak gemuk namun sedikit berisi selama berapa bulan mengelola mini resto Ia dan Mesca kerap kali membeli makan dan minuman yang bisa menambah berat badan.
Bima tidak mempermasalahkan tentang berat badan Nayaka, yang penting calon Istrinya sehat dan bahagia. Walau sebenar nya Bima lebih suka dengan tubuh Nayaka yang berisi.
*
Ayah Rino baru saja pulang kerja, Ia melihat wajah Mama Sonya yang uring-uringan.
" Ada apa Istriku sayang? kok kelihatan nya sedang muram, " tanya Ayah Rino sambil mencium kening Mama Sonya.
" Kak wajahku mulai di penuhi jerawat, padahal Aku rajin perawatan! "
" Mungkin ada perubahan hormon sayang, cuma jerawat gak akan mengurangi kecantikan Mu yang paripurna sayang, "
" Iiihhh apaan sih Kak, Aku serius nih, ntar hasil make up jelek pas hari pernikahan Nay, " Mama Sonya semakin cemberut, bibirnya mengerucut hingga membuat Ayah Rino gemas melihatnya.
" Ya udah besok Kita ke dokter kecantikan ya sayang, sekarang Ayah mau menyapa sama Dede Bayi dulu, sekaligus membantu menetralkan hormon yang berlebihan "
" Ujung-ujungnya nyenengin si phyton mulu."
" Kan nyenengin Dede Bayi sama sayangku juga kan?"
" Auu aah, sok Lalaki mauna kitu wae"
" Ayooo atuh sayangku "Ayah Rino mulai mengoda Mama Sonya. Sedikit terjadi kehebohan Mama Sonya sengaja berteriak ketika tangan Ayah Rino menyentuh bagian tubuh Mama Sonya.
Para ART yang tinggal di rumah udah terbiasa dengan kelakuan dua majikannya itu.