
Malam pertama
Malam pertama kedua kalinya bagi Sonya dan Rino. Sudah hampir jam sepuluh malam, Sonya dan Rino menuju rumah Mereka yang baru. Jaraknya pun hanya satu kilo meter dari perumahan tempat Sonya tinggal.
Beberapa mobil beriringan mengantarkan pasangan pengantin baru. Tiba di rumah yang baru suasananya sangat berbeda karena ini area perkampungan yang masih sangat asri. Model dan type rumah nya sangat menarik, sekilas terkesan sederhana namun sangat mewah, benar-benar sesuai dengan selera Sonya.
Rino mengkonsep rumah ini sesuai selera Sonya, secara detail tanpa sedikit cela. Sonya sangat mengagumi keindahan desain interior dan eksterior rumah ini. Rasa syukur Ia panjatkan karena ternyata Rino masih sangat inget apa-apa yang Sonya sukai.
Raffael, Sarah dan Anak-anaknya berkeliling melihat-lihat rumah, sementara Sofie, Nayaka, Arga ran Argi duduk di ruang keluarga berbincang dengan beberapa saudara keluarga dari Almarhum Papi sambil menikmati teh hangat dan beberapa camilan.
Karena hari sudah semakin malam Rino mengajak Anak-anak, Saudara dan Raffael sekeluarga untuk menginap, namun di tolak mentah-mentah dengan alasan takut menganggu pengantin baru.
Akhirnya Mereka semua pulang ke rumah Sonya yang lama dan berjanji besok akan berkunjung ke rumah ini lagi setelah sarapan pagi tentunya. Kini rumah terasa sepi tinggal Rino, Sonya dan beberapa ART yang bertugas di rumah Minah bertugas di bagian dapur, Mala bertugas di bagian cuci dan setrika, Maya bertugas di bagian bersih-bersih rumah. Sedang Yanto dan Juki bertugas menjaga keamanan, Beni bertugas bersih-bersih halaman dan merawat tanaman sedangkan Marwan bertugas sebagai sopir.
Lumayan banyak Rino memperkerjakan Orang-orang di rumahnya. Karena ukuran rumahnya yang cukup besar, ditambah lagi halaman yang cukup luas. Usia Rino dan Sonya tak lagi muda karena itu Mereka butuh asisten rumah tangga dengan tugas masing-masing.
Sonya dan Rino pun masuk ke ruang kamar Mereka, keduanya mulai bersikap kaku karena sudah sangat lama Mereka tak menjalani hidup bersama.
" Mandilah dengan air hangat setelah itu Kita tidur, " ucap Rino memecah keheningan.
" Setelah Kamu selesai mandi, Aku juga tentunya akan mandi, badan Ku lengket, Aku bakalan gak bisa tidur kalau gak mandi "
" Ya sudah Aku mandi duluan Kak "
" Apa Kita mandi sama-sama? "
" Hmmm.... gak untuk malam ini yaah! " Sonya buru-buru menutup pintu kamar mandi lalu mengunci nya. Rino tersenyum melihat tingkah laku Sonya yang baru saja resmi menjadi Istrinya.
Setelah selesai mandi dan berpakaian Sonya langsung merebahkan tubuhnya yang cukup lelah. Sementara itu Rino mandi. Selesai mandi dan berpakaian Rino mendapati Sonya sudah terlelap, Ia pun akhirnya merebahkan tubuhnya di samping Sonya, tersenyum bahagia dan tak lama ikut terlelap.
Jama 04:25 suara adzan subuh berkumandang Sonya dan Rino pun bangun, Sonya tampak kaget karena melihat sosok Rino berada satu tempat tidur dengannya.
" Semalam Kita udah ijab kabul sah, " ucap Rino sambil mengacak rambut Sonya.
" Aah, Aku kira hanya mimpi, " jawab Sonya sambil mencubit kedua pipi Rino.
Mereka pun shalat subuh berjamaah. Setelah shalat subuh Mereka pun berolah raga ringan berjalan mengitari taman. Kalau di lihat secara fisik seperti usia Mereka baru kepala tiga, namun siapa sangka usia Mereka sudah kepala empat lebih. Sonya juga masih pada fase subur karena Ia masih mendapat menstruasi tiao bulannya. Dengan mengatur pola makan dan rajin berolah raga membuat tubuh Mereka selalu bugar dan sehat.