
Setelah makan Rino mengajak Sonya pergi sebuah gajebo yang di depannya terdapat kolam ikan koi, Rino memulai pembicaraan dengan obrolan santai menanyakan kabar Anak-anak.
Sampa tiba saat Rino mengatakan.
" Sonya, Aku minta maaf jika ucapan Ku tidak sopan atau bahkan lancang menurut Mu, tapi Aku sudah mengambil keputusan untuk mengatakan ini pada Mu, Apakah Kamu bersedia menjadi Istriku? "
* Deg, seketika jantung Sonya berdegup sangat kencang, kata-kata Rino membuat tiba-tiba kerongkongannya terasa kering, Sonya bahkan tak tau harus menjawab apa!
Rino memandang wajah Sonya, Ia kemudian mengusap dan menepuk bahu Sonya " Kalau belum bisa menjawabnya sekarang Aku masih sabar menunggu, "
" Mmm... bukan begitu Kak, Aku merasa kaget mendengar ucapan Mu, "
" Maaf Sonya, Bukankah Kita sudah saling mengenal luar dalam, jadi Aku tak mau lagi banyak kata-kata manis yang sejak dulu memang sulit Aku rangkai untuk Aku ucapkan pada Mu. "
" Aku mengerti Kak, begini saja Kak, Aku ingin Kau mengatakan kata-kata tadi di depan Anak-anak, Aku ingin Anak-anak mengetahui semuanya."
" Baiklah, hari Minggu nanti Aku akan menjemput Mu dan Anak-anak untuk makan di luar, untuk Argi dan Arga Mereka sudah setuju dengan rencana ini. "
" Jadi Arga dan Argi sudah tau semuanya Kak? "
" Sudah, Kamu tenang saja, btw Kamu sendiri bagaimana, mau kah menikah lagi dengan Ku. "
" Sonya menatap lekat kedua bola mata Rino, jika Ia mengatakan tidak hatinya sudah pasti berbohong, Sonya butuh pendamping di masa Tua nya. Jika langsung mengatakan iya sepertinya kok gampangan sekali, " Sonya berkata dengan lugas.
" Kita tidak sedang mengkhianati siapapun Sonya, Kita hanya meneruskan kebahagiaan Kita yang pernah tertunda, beri Aku kesempatan membahagiakan Mu hingga maut memisahkan Kita. "
" Bismillah, Aamiin Kak. "
Mereka melanjutkan obrolannya, saling bercerita apapun, hingga rasa canggung perlahan mencair.
" Owh iya Rafael sudah tau juga dengan rencana ini, Fael setuju jika Kita menikah lagi. "
" Tertanya Kau bergerak cepat Kak. "
" Tentu saja Aku harus bergerak cepat, Aku khawatir nanti di salip Orang. "
Keduanya tertawa lepas, seolah melepaskan semua beban yang ada di hati Mereka masing-masing.
Cuaca mendung membuat suasana begitu syahdu. Angin sepoi-sepoi menerpa dedaunan hingga jatuh.
Tiba di depan rumah Rino langsung pergi ke sekolah seni nya, Ia tidak mampir karena Aiman menelpon ada beberapa berkas yang harus Ia tanda tangani.
Sonya bergegas menuju kamarnya, mandi lalu mengganti pakaiannya dengan dress rumahan yaitu daster.
Tak lama ponselnya berdering, Fael yang menelponnya.
# Kak, baru pulang ya?
# Ya, Kamu udah tau gak usah pura-pura nanya!
Terdengar suara tawa Fael yang renyah. # Di terima apa di tolak tu lamaran Kak Rino?
# Mmmm.... belum tau
# Lah... kenapa belum tau Kak? entar keburu di patok ayam lho Kak
# Faaaael... Kamu itu, tergantung angin yang berhembus
# Ya udah kalau gitu, harus di terima pokoknya
# Idiiih Die maksa
# Kak, menikahlah setidaknya ada yang menjaga dan menemani hari-hari Kakak, Fael yakin Kakak akan bahagia
# Insya Allah
# I love Kak
# I love u to Adikku
Air mata Sonya tiba-tiba saja menetes, apakah ini air mata kebahagiaan, semoga ❤️.