MENANTU

MENANTU
EMPAT PULUH



Ke khawatiran Delima jika menikah akan mendapat Mertua seperti Mama Rino, membuat daftar panjang bagi Delima untuk menikah.


Dulu Delima pernah patah hati karena di tinggal begitu saja dengan mantan tunangannya, yang seorang prajurit berseragam hijau lumut.


Tanpa kabar berita, tiba-tiba saja sang tunangan sudah menikah dengan janda kaya raya yang memiliki usaha konveksi seragam dan semua atribut yang di gunakan oleh tentara nasional indonesia.


Janda stw alias setengah tua, usia 45 tahun memiliki Anak Gadis yang saat itu seumuran dengan Delima.


Tante Maya namanya. Delima bahkan pernah berkomunikasi lewat ponsel dengan Tante Maya.


Karena memang Tante Maya saat itu yang menelponnya. Saat itu Delima sudah tidak ada lagi perasaan cinta dengan mantan tunangannya, yang ada hanya rasa muak dengan sikap dan tindakan yang telah dilakukannya.


Andai mantan tunangannya itu, berterus terang tentunya tidak akan mempermalukan kedua Oang Tua Delima.


Persiapan untuk pernikahan pun sudah di urus perijinannya agar Mereka dapat segera mengikuti prosedur pernikahan sebagai prajurit negara.


*


Sejak gagal menikah Delima mulai menutup diri untuk nama nya mahluk Laki-laki, Delima yang tadi nya pendiam kini berubah jadi Delima yang banyak bicara, gaul dan humoris.


Sikap dan karakter ya hampir berubah total. Usianya yg sudah mendekati angka 35 tahun tak membuatnya merasa minder apalagi malu.


Baginya saat ini, karier dan pekerjaan no satu. Ia harus jadi Perempuan mandiri bukan jadi Perempuan cengeng dan rapuh.


**


Di ruang ICU sudah jam 3 pagi, Sonya tertidur sambil mengenggam tangan Rino. Kepalanya tertunduk di tepian ranjang besi rumah sakit


Perlahan Rino membuka matanya, di pandanginya langit-langit ruangan ini. Ia lalu tersenyum karena melihat Sonya tertidur didekatnya.


Perlahan tangan Rino membelai rambut Sonya, Sonya merasakan belaian lembut tangan Rino, namun Sonya mengira ini hanya mimpi.


*


" Alhamdulillah akhirnya Anda sadar, setelah mengalami koma yang cukup lama "


Sonya terbangun mendengar suara dokter Ferdian " Maaf Saya tertidur, " ucap Sonya.


Sonya terkejut saat melihat Rino sudah sadar, Sonya memeluk erat tubuh Suaminya, mencium kening Suaminya dan baru tersadar ketika mendengar suara dokter Ferdian yang berdeham " eheeem, maaf Saya menganggu sebentar, dari hasil pemeriksaan, alhamdillah keadaan anda sudah jauh lebih baik "


" Alhamdulillah, terima kasih ya Allah, terima kasih dok! " ucap Sonya


Saat Rino ingin mengucapkan terima kasih, suara tertahan, berulang kali Ia berkata namun sama sekali tak ada suara yang keluar dari suaranya.


Akhirnya dokter Ferdian memeriksa kembali keadaan Rino.


" Semoga ini hanya bersifat sementara, nanti Kita lakukan pemerikasaan lebih lanjut "


" Baik dok, terima kasih, " ucap Sonya.


Sonya mengenggam tangan Rino menguatkan Suaminya itu, Rino pun tersenyum merasa bersyukur karena memiliki Istri seperti Sonya.


Pagi ini Rino di pindahkan ke ruang perawatan, kedua Orang Tuanya dan Saudara nya telah datang menjenguk Rino.


Mama Rino tampak sedih sekali karena Outra kesayangannya meski sudah sadar tapi harus kehilangan suaranya.


Butuh kesabaran dan terapi agar Rino bisa berbicara lagi. Seminggu kemudian Rino telah sehat dan bisa kembali kerumah Orang Tua Rino.


Rino terkejut saat Sonya tidak di ijinkan Mamanya ikut pulang bersama dengannya. Namun apa daya karena Rino tak bisa bicara Ia hanya bisa menunduk sedih karena tak bisa berbuat apa-apa.