MENANTU

MENANTU
LIMA PULUH ENAM



Sonya, Anggita, Albert dan Ferdian masih terlihat asik berbincang-bincang.


Fiona dan Garda menghampiri Ferdian, Mereka akan pulang lebih dulu. Albert dan Anggita tak lama pulang.


" Sonya Kita pulang duluan ya, " ucap Albert


" Anggi pamit ya Kak, masih banyak tugas menanti "


" Mari dokter Ferdian, " ucap Albert dan Anggita.


" Oke, sampai jumpa lain waktu, " ucap Ferdian.


Kini Sonya dan Ferdian hanya berdua saja. Mereka tampak kikuk dan canggung. Mereka sesekali hanya saling memandang dan tersenyum.


Sudah hampir jam satu siang, Sonya pun pamit untuk melaksanakan shalat dzuhur, masuk ke dalam rumah Delima.


Sekitar 15 menit Sonya sudah keluar dari rumah Delima. Kembali ke meja tempat Mereka duduk tadi, namun dokter Ferdian tidak ada. Rupanya dokter Ferdian juga sedang shalat dzuhur di masjid dekat rumah Delima.


Saat Sonya akan beranjak meninggalkan meja, Ferdian memanggil Sonya. Kini Mereka berdua lagi duduk sambil menikmati alunan musik yang di tampilkan band pengisi acara.


Suasana makin meriah kala pasukan dari perusahaan tiba di acara resepsi, kehebohan mulai tercipta, apalagi melihat Sonya sedang bersama Kaki-laki tampan.


Hampir semua Rekan-rekan kerja bernyanyi dan berjoget dangdut ria. Hingga menjelang sore Mereka pun bubar pulang ke rumahnya masing-masing.


Sonya pun pamit pulang, begitu juga Ferdian. Karena Sonya tak membawa kendaraan, Ferdian menawarkan untuk mengantar Sonya pulang.


Di perjalanan menuju rumah Sonya keduanya saling diam tanpa bicara, sampai pada akhir Mereka berdua memulai bicara, dan ternyata bersamaan.


Hal tersebut membuat mereka tertawa. Tiba di rumah Sonya, Ferdian hanya membukakan pintu mobil untuk Sonya.


Kebetulan ada jadwal praktek sore ini, sehingga Ferdian tidak bisa mampir ke rumah Sonya.


Sementara di tempat lain Albert baru saja menuntaskan hasratnya. Ia membayangkan sedang bercumbu dengan Sonya.


Dalam surat perjanjian memang tak ada kata cinta, tugas Anggita hanya memuaskan hasrat Albert saja.


Anggita juga bersikap profesional, meski ada perasaan suka terhadap Albert Ia tak mau terbuai dengan perasaannya.


Baginya bisa menikmati sentuhan dan keperkasaan Albert sudah sangat luar biasa, belum lagi fasilitas dan uang yang di berikan Albert mampu menopang perekonomiannya.


*


Hari mulai malam, sudah jam 9 malam, Fellia pun sudah tidur lelap. Sementara Delima dan Frans kini masuk ke dalam ruang kamarnya.


Delima dan Frans langsung menempati rumah barunya. Dengan lingerie berwarna nude Delima tampak makin cantik.


Hanya bagian intimnya saja terlihat samar-samar. Frans dengan susah payah menelan salivanya.


Mendekati Delima, kemudian mencumbuinya, tak ada rasa canggung diantara keduanya. Pria matang dan Perempuan matang yang haus akan kemesraan kini berpagut mesra.


Frans menelusuri semua bagian tubuh Delima, meninggalkan tanda kepemilikan di beberapa bagian tubuh Delima, menghisap dalam-dalam bagian dada yang berukuran besar, padat dan kenyal.


******* Delima membuat Frans semakin bergairah, hingga perlahan milik Frans mulai memasuki area kenikmatan yang hakiki.


Frans mencium bibir Delima, hingga miliknya benar-benar masuk dan terbenam, ada air mata yang menetes karena rasa sakit setelah segel kesucian terkoyak.


Kini keduanya larut dalam gelora yang semakin malam semakin memanas, pelepasan pertama telah usai.


Kini Mereka menyatu kembali hingga larut malam pun tiba. " ternyata rasanya nikmat sekali, Aku ingin terus merasakannya, " ucap Delima di telinga Frans.


" Iya sayang, Aku akan selalu siap bertempur dengan Mu, " kini bibir keduanya berpagut mesra sangat dalam hingga milik Frans memberontak lagi untuk menghentak didalam rongga kenikmatan milik Delima.


Keduanya kini tidur berpelukan, tanpa busana hanya di tutupi oleh selimut tebal.


* Selamat malam pertama untuk Delima dan Frans. Semoga besok bangunnya gak kesiangan * notifikasi pesan masuk dari Sonya dengan emoticon 💪😁.