MENANTU

MENANTU
108



" Duduk sini Nay, " panggil Mama Sonya.


" Bagaimana Nay, apakah Nay menerima lamaran dari Nak Bima, " tanya Ayah Rino.


" Mmm....Nay belum siap Ayah "


Bima pun berpindah posisi tempat duduknya, kini Bima duduk persis di samping Nayaka.


" Nay, Aku rasa Kita tak butuh waktu untuk sekedar berpacaran, selama mengurus dokumen pernikahan masih ada waktu Kita untuk saling dekat, bukan kah begitu Om dan Tante? "


" Kalau Tante dan Om, akan menyetujui dan mendukung asal kan Nay memang bersedia menerima lamaran dan mau menikah dengan Nak Bima tanpa tekanan dan paksaan, " jawab Mama Sonya.


" Baiklah kalau begitu Bima meminta ijin untuk berbicara dengan Nayaka, "


" Kalau begitu Om dan Tante keluar sebentar ya, ada yang mau di beli, " ucap Ayah Rino.


Setelah Ayah Rino dan Mama Sonya pergi. Kini tinggal Nayaka dan Bima, Mereka pun berpindah tempat ke taman belakang rumah agar lebih rilexs dan santai saat berbicara.


Bima berbicara sambil mengenggam tangan Nayaka, ada perasaan yang tak biasa di hati Nayaka. Jantung nya berdegup tak beraturan, untung saja suaranya tak terdengar Bima, apakah sebenar nya Nayaka juga menyukai Bima?. Setelah berbicara dari hati ke hati, akhirnya Nayaka menerima lamaran Bima dengan syarat Nayaka masih boleh bekerja dan Bima memang benar-benar mencintainya dan bertanggung jawab untuk keharmonisan ser5a kebahagiaan rumah tangga Mereka.


" Ok bulan depan Kita menikah, " ucap Bima.


" Bulan Januari maksudnya? " tanya Nayaka dengan nada panik.


" Iya, emang kenapa? "


" Kecepetan Pak Bima? "


" Kalau Minggu depan itu baru kecepetan! "


" Gak mauuu pokoknya! "


" Nanti keburu Mama Mu melahirkan Nay? "


" Ya udah kalau gitu awal Bulan Februari "


" Gak bisa Kakak Sepupuhku menikah, di Bulan Februari, Mereka kembar lagi "


" Teruus Kita gak boleh nikah bareng Mereka? "


" Ya gak lah Pak, Mereka kan gak dadakan nikahnya kayak Kita! "


" Dari tadi Pak, Pak, memang wajah Ku udah Bapak-bapak banget ya? panggil sayang atau cinta kan lebih enak denger nya ". Bima sengaja memancing jawaban dari Nayaka, Bima ingin tahu apa jawaban Nayaka


" Apaaa sayang, cintaaa idiiih baru juga jadian, pede banget! "


" Harus dong, " tanpa aba-aba Bima memeluk Nayaka, mencium bibir Nay yang sudah membuatnya kecanduan. Kali ini Nay lebih menikmati ciuman Bima yang memabukkan. " Bim apa karena napsu! Kamu ingin cepat-cepat menikahi Ku? "


" Sayang, Aku menyukai Mu sejak awal pertama Kita bertemu, Aku tak ingin menundanya lebih lama lagi, menikahlah dengan Ku di awal Bulan Februari, Kita akan menikah sambil berpacaran, Aku yakin Kita akan menjadi pasangan yang solid, serasi dan bahagia hingga hanya kematian yang dapat memisahkan Kita "


" Iya Kak, Aku bersedia menikah dengan Mu, asal Kak Bima memang benar-benar tulus mencintaiku "


Bima dan Nayaka berpelukan, berpagut mesra hingga napas Mereka tersengal-sengal karena minus nya asupan oksigen.


Saat Ayah Rino dan Mama Sonya pulang keduanya berbicara lagi, tanggal 2 Februari di pilih sebagai hari Ijab kabul dan resepsi pernikahan Mereka berdua. Bima langsung memesan gedung dan catering untuk acara resepsi pernikahan Mereka, sedangkan untuk tempat berlangsung nya ijab kabul Mereka memilih rumah peninggalan Almarhum Papa Ferdian.


Minggu depan akan di adakan acara lamaran resmi dari Keluarga Besar Bima. Mendengar kabar mendadak pernikahan Nayaka membuat Keluarga Besar banyak yang bertanya-tanya! ada yang mengira Nayaka telah hamil diluar nikah dan berbagai spekulasi lainnya. Namun hal tersebut hanya di tanggapi Ayah Rino, Mama Sonya dan Nayaka sendiri dengan senyuman manis saja. Rasanya tak perlu menjelaskan yang tak perlu di jelaskan.


Apakah Nayaka dan Bima akan menjadi pasangan bahagia, semoga saja ya pemirsah.


Terima kasih untuk like, koment dan hadiah-hadiah yang telah diberikan oleh Kakak-kakak tercintah.


Semoga Aku selalu semangat Up nya 😍😘❤️❤️❤️