MENANTU

MENANTU
TUJUH PULUH SATU



Setelah 3 hari berada di rumah sakit, kini Sonya sudah kembali ke rumah, Sonya sudah sangat telaten mengasuh Baby Sofie.


Mama Mertua nya juga selalu bolak balik membantu menjaga Baby Sofie, Fenita yang tak lama lagi akan melahirkan membuat Mama dan Papa Ferdian akan menetap cukup lama di Indonesia.


Pada malam hari Ferdian selalu menemani Sonya menjaga Baby Sofie. Sonya merasa kasihan pada Suaminya karena hanya tidur beberapa jam saja.


Ferdian kadang tertidur saat jam istirahat, Rekan-rekannya sangat paham dengan kondisi Ferdian saat ini yang baru saja menjadi seorang Ayah.


Minggu ini Sonya dan Ferdian akan menggelar acara syukuran dan aqiqah Baby Sofie. Mereka akan mengundang warga perumahan tempat tinggal Mereka.


Semua persiapan acara sudah di serahkan pada WO milik kerabat Papi Sonya.


Sonya terlihat semakin berisi tubuhnya, produksi asinya pun sangat lancar. bahkan stock asi sudah siap dilemari pendingin.


Mami sedang mencarikan pengasuh Bayi yang akan membantu Sonya menjaga


Baby Sofie. Kebetulan ada kerabat jauh yang sedang butuh pekerjaan, kebetulan juga Ia biasa merawat dan menjaga Bayi.


Bulek Kartina akan datang ke Bandung, dalam waktu dekat ini.


Awalnya Sonya tidak setujuh karena Sonya ingin mengasuh, merawat dan menjaga Baby Sofie sendiri tapi karena Mami dan Mama yang membujuk akhirnya Sonya menyetujuinya.


Kalau Fenita sudah menyiapkan dua Orang pengasuh untuk, menjaga dan merawat Bayinya nanti, karena Fenita harus bekerja kembali setelah 3 bulan pasca melahirkan.


Sonya akan membantu sistem administrasi dan pembayaran jadi Ferdian akan fokus melayani Pasien saja.


Ferdian juga sudah mendapat panggilan dari rumah sakit terbesar di Bandung sebagai dokter ahli syaraf di rumah sakit tersebut.


Pilihan yang sangat sulit, namun Rekan-rekan nya mendukung jika Ferdian menerima posisi tersebut.


Hampir setiap pagi Sonya dan Baby Sofie berjemur, Baby Sofie sebenarnya tidak rewel hanya saja Sonya dan Ferdian yang sering kali terjaga karena khawatir Baby Sofie tiba-tiba bangun saat Mereka berdua sedang terlelap.


Undangan acara syukuran dan aqiqah sudah disebar, berbagai persiapan pun sudah di lakukan dekorasi yang sederhana namun elegant sudah menghiasi pelataran kediaman Sonya dan Ferdian.


Besok pagi tepat nya jam 10 acara akan di laksanakan, Fenita yang harap-harap cemas karena khawatir saat berlangsung acara Ia malah akan melahirkan.


Tiba acara syukuran dan aqiqah, para tamu undangan sudah hadir, termasuk Mama dan Papa Rino, mereka tidak tahu kalau yang mengadakan acara adalah Sonya mantan Menantu Mereka.


Acara syukuran dan Aqiqah pun telah di mulai, dengan sesi acara yang telah di susun pihak WO, dan kini tibalah acara puncak nya itu acara menikmati hidangan dan setelah itu para tamu undangan bersalaman dan bersiap pulang.


Karena suasana cukup ramai Mama Rino tidak menyadari kalau Sonya lah Istri dari dokter Ferdian. Namun Papa Rino sudah mengetahui kalau Sonya adalah Istri dokter Ferdian. Papa Rino tanpa sengaja bertemu dengan Papi Sonya saat menuju tempat duduk untuk para tamu undangan Laki-laki.


Tak ada ketegangan saat pertemuan antara Papi Sonya dan Papa Ferdian beliau berdua, sama-sama bersikap legowo dan bijaksana saat menyikapi masalah yang pernah terjadi di antara kedua Anaknya.