
Hari yang di tunggu-tunggu telah tiba. Delima tampak anggun, cantik dan mempesona dengan balutan gaun pengantin berwarna merah maroon.
Frans juga makin terlihat tampan dan gagah, sepasang calon pengantin yang kini tengah bersanding di depan Bapak penghulu.
Tampak Albert sudah hadir bersama Anggita sugar baby nya. Berjalan bergandengan tangan memasuki area resepsi pernikahan.
Sementara Sonya duduk di belakang Delima, hari ini tugas Sonya mendampingi Delima. Saat akan di mulai ijab kabul Bapak penghulu sedikit bercanda.
" Itu Nona yang di belakang calon mempelai Wanita mana pasangannya? " semua mata pun tertuju pada Sonya.
" Oh iya Pak, mau sekalian dinikahkan ya Pak? " ucap Delima keceplosan. Dengan reflek Sonya mencubit tangan Delima " awww... sakit pamalik tauk nyubit calon pengantin ucap Delima.
Semua yang berada di ruangan tersebut sontak tertawa. Tak lama Albert mendekat dan duduk di samping Sonya.
" Oh ini tah calon pendamping nya? " lagi-lagi Pak penghulunya menggoda Sonya, " baiklah biar tidak tegang ya Mas Frans, " ucap Pak penghulu.
Sonya hanya bisa tertunduk dengan wajah bersemu merah. Albert yang berada di samping Sonya mencuri pandang ke arah Sonya.
Pov. Albert
Lihat wanita yang berada di samping Ku sangat cantik, dengan balutan gaun yang tertutup rapat namun keliatan sangat seksi bagi Ku.
Warna rose gold membuat kulit nya makin glowing, aahh... andai Aku yang menikah hari ini dengan Sonya tentulah nanti malam waktu yang sangat bergelora.
Seketika lamunan Albert terhenti karena ijab kabul akan segera dilaksanakan.
Dengan tarikan satu napas, lugas dan tegas Delima dan Frans dinyatakan SAH, resmi menjadi pasangan Suami Istri.
Setelah acara acara ijab kabul selesai, di lanjutkan acara sungkeman. Lalu berlanjut dengan acara inti yaitu menikmati makan siang bersama.
Sonya yang hadir bersama Mami, Papi dan Raffael duduk di satu meja yang sama. Tak lama Albert datang bersama Anggita. Memperkenalkan diri.
" Oh iya silahkan, Mi Pi ini rekan kerja Sonya, kita satu divisi, " ucap Sonya.
" Salam kenal Om dan Tante, Saya Albert dan ini Adik Sepupu Saya Anggita, " ucap Albert sambil mencium punggung Mami dan Mapi Sonya. Begitu juga yang dilakukan Anggita.
" Salam kenal kembali Nak Albert dan Nak Anggita, silahkan duduk, " ucap Oapi Sonya.
Mereka pun makan bersama, sambil berbincang-bincang, Papi dan Albert tampaknya langsung akrab. Begitu juga dengan Anggita yang sangat ramah bisa langsung akrab dengan Sonya dan Mami Sonya.
Saat Raffael sedang mengambil ice cream, Raffael melihat dokter Ferdian baru saja datang bersama Fiona dan Garda.
Raffael langsung menghampiri dokter Ferdian. " Bang Ferdian, " sapa Raffael.
" Fael ada di sini, sama siapa? " tanya Ferdian.
" Sama Mami, Papi dan Kak Sonya, " tangan Raffael menunjuk ke arah meja.
" Oke, Bang Ferdi mau menemui pengantinnya dulu ya, nanti Kita ketemu di sana, " tangan Ferdi menunjuk ke arah meja tempat duduk Sonya dan Keluarga.
" Oke Bang "
Ferdian pun menyusul Fiona dan Garda yang sedang berbicara dengan Delima dan Frans. Ternyata Frans itu Kakak sepupunya Garda.
Setelah Ferdian menemui dan mengucapkan selamat pada Delima dan Frans, Ia langsung menuju meja tempat Sonya dan Keluarga nya sedang duduk.
Menyapa lalu, berbincang-bincang sebentar. Karena Ferdian belum makan Sonya pun menemani Ferdian mengambil beberapa hidangan.
Kebetulan Mami dan Papi masih ada beberapa undangan yang harus di hadiri, Mami, Papi dan Raffael pulang lebih dulu. Karena Sonya akan pulang setelah acara resepsinya selesai.