
Ada seseorang yang sangat kecewa dengan pernikahan Sonya dan Ferdian.
POV Albert.
" Sial Aku bahkan belum pernah mencicipi tubuhnya yang sangat menggiurkan, sejak kapan Ia menjalin kedekatan dengan dokter itu! "
Albert menggerutu sendiri, Ia bahkan tak mau hadir ke acara ijab kabul Sonya dan Ferdian.
Albert menelpon Sonya beralasan kalau Papa nya sedang dirawat, sehingga Ia tidak bisa hadir.
*
Acara pun telah selesai, semua kembali kerumah masing-masing, barang-barang Ferdian pun sudah sejak kemarin di pindahkan ke rumah Sonya.
Godaan dari Fiona dan Garda membuat semburat merah di wajah Ferdian.
Mami, Papi dan Raffael pun tidak menginap di rumah Sonya, karena Mereka tak mau mengganggu malam pertama Sonya dan Ferdian.
Setelah salat isya dan makan malam, kini Sonya dan Ferdian sedang menonton tayangan televisi.
Bik Heni pamit tidur karena sudah mengantuk, tinggallah Sonya dan Ferdian di ruang keluarga dengan sinar lampu yang redup.
Kedua nya kini saling menatap satu sama lain, Ferdian menggeser duduknya dan memulai menggenggam jemari Sonya.
Entah siapa yang memulai lebih dulu kini keduanya sedang berpagut mesra.
Sonya membuka mulutnya, perlahan membalas ciuman lembut Ferdian.
Desir-desir panas menjalar keseluruh tubuh Sonya, sepertinya Ferdian sudah tak kuasa menahan sesuatu yang ingin mendesak keluar dari bagian intinya.
Ferdian menggendong tubuh Sonya membawanya ke kamar tidur, menutup pintu lalu menguncinya.
Dengan sangat hati-hati Ia merebahkan tubuh Sonya, mulai melucuti satu persatu, pakaian yang di gunakan Sonya.
Mata Ferdian takjub saat melihat Sonya sudah memakai lingerie transparan berwarna rose gold, memperlihat kan bagian tubuhnya yang sangat indah.
Kini keduanya sudah tampil polos, Ferdian mulai menyesap, menghisap dua bukit kembar yang sangat padat, ukurannya memang tidak terlalu besar tapi jika dikira-kira cup C standar.
Sonya mulai mendesah, isapan Ferdian layaknya seorang Bayi yang kehausan membuat Sonya sulit menahan gejolak yang Ia rasakan.
Ferdian pun mulai memposisikan miliknya ke pusat inti kenikmatan, terasa sangat lembab dan sempit.
Entah karena milik Ferdian yang berukuran big size, atau karena milik Sonya yang sangat rapat karena di rawat dengan baik.
Perlahan tapi pasti, akhirnya melesat lebih dalam dan memulai hentakan yang semula dengan ritme perlahan kini, tempo hentakannya semakin cepat.
Cukup lama Mereka melakukan penyatuan hingga erangan kenikmatan keluar dari mulut Ferdian saat pelepasan, Sonya pun bagai kan melayang-layang di udara merasakan kenikmatan surga dunia.
Kini keduanya saling berpandangan, Tubuh yang masih berpeluh saling berpelukan.
Rasanya tak puas jika hanya satu kali melakukan penyatuan dimalam pertama, tangan Ferdian kembali berulah memilin dua bukit kembar milik Sonya.
Mendapat perlakuan nakal dari tangan Ferdian, lenguhan dan ******* mulai terdengar dari mulut Sonya.
Ferdian kembali mengukung tubuh Sonya. Mereka menyatu lagi dan lagi. Bahkan sudah jam 3 pagi Mereka masih bergelut seolah rasa lelah tak menghampiri.
Keduanya pun tertidur hingga alarm pukul 05:30 wib mereka bangun, mandi dan salat subuh berjamaah.
Selesai salat subuh Mereka menikmati susu coklat panas buatan Bik Heni.
Tak lama Fiona datang ke rumah Sonya membawa sarapan pagi, nasi goreng kambing buatan Mama.
" Kak ini buat nambah stamina, dihabisin ya! " ucap Fiona dengan mata genitnya. Bergegas pulang ke rumahnya.
" Makasih ya Fi, " ucap Sonya.
" Iya Kakak Ipar Ku, mmmuuuaach ".