MENANTU

MENANTU
EMPAT PULUH EMPAT



Pesawat akhirnya mendarat dengan sempurna, para Penumpang sudah turun dari pesawat termasuk Sonya dan Haikal.


Mereka menuju pintu keluar bandara, beristirahat sebentar di sebuah cafe di area bandara Soekarno-Hatta.


Sonya mulai berselancar mencari apartement yang di sewakan yang tempatnya tidak jauh dari rumah sakit tempat Haikal nanti bekerja.


Setelah menemukan apartement yang di sewakan, Sonya membuat janji dengan Pemilik apartement tersebut.


*


Kini Sonya dan Haikal dalam perjalanan menuju apartement tersebut, jarak apartement dan rumah sakit hanya 500 km lebih, Haikal bisa berjalan kaki atau naik ojek menuju rumah sakit.


Jalanan menuju Jakarta sudah bisa di pastikan padat merayap hingga butuh waktu 2 jam lebih untuk tiba di apartement yang di tuju.


Sonya sengaja menyewa armada taxi langganannya agar bisa menempatjan barang-barang bawaannya yang terbilang banyak.


Sonya menyewa taxi tersebut untuk mengantarkannya ke Bandung juga.


Tiba di apartement bertemu dengan Pemilik apartement di lobby.


" Selamat siang, Nona Sonya," ucap Pria berwajah manis dengan senyumnya yang menawan.


" Iya betul Tuan, " ucap Sonya.


" Panggil saya Niko, "


" Baiklah Niko, perkenalkan ini Teman Saya Haikal, kebetulan Dia yang akan menyewa apartement Anda, "


Niko dan Haikal pun saling berkenalan, berjabat tangan dan berbicara mengenai biaya sewa, lalu Mereka langsung menuju ruang apartement milik Niko.


Sonya yang tadinya hanya ingin duduk menunggu, namun di ajak Haikal untuk melihat ruang apartementnya.


**


Saat masuk kedalam ruang apartement tersebut Sonya sangat terkesan dengan desain interiornya, elegance, mewah dan nyaman sekali mata memandangnya.


Setelah berbincang-bincang, Sonya pun pamit karena harus segera pulang ke Bandung.


Sementara Haikal kembali menuju ruang apartementnya. Masih ada waktu 1 Minggu sebelum Ia mulai bekerja di rumah sakit.


Haikal akan mengamati dan menghafal lokasi di sekitar rumah sakit dan apartement agar Ia tak salah jalan.


***


Sementara Sonya yang masih dalam perjalanan, menghubungi Kak Del, menanyakan kabarnya.


Karena lusa adalah acara lamaran, Sonya juga menghubungi Frans menanyakan persiapan acara lamaran.


Alhamdulillah, semua telah di persiapkan, tinggal persiapan menuju kediaman Kak Del.


Sonya sengaja tidak memberi kabar pada Mami kalau Ia akan pulang hari ini.


Sekarang Mami lebih banyak di rumah, karena sudah mengajukan pensiun dini. Mami ingin lebih fokus menemani Raffael, karena tahun ini Raffael akan lulus sekolah dasar dan lanjut ke sekolah menengah tingkat pertama.


****


Sonya akan mulai bekerja bulan depan, meski cutinya baru dua bulan.


Sonya merasa jenuh karena aktivitasnya yang berkurang. Bu Melinda pun merasa senang mendengar kabar kalau Sonya akan mulai berkerja kembali.


Setelah menempuh perjalanan selama 5 jam Sonya akhir nya tiba di rumah.


Bik Heni segera menghampiri dan membantu menurunkan barang-barang bawaan Sonya.


Rumah tampak sepi karena Mami dan Raffael sedang pergi berbelanja, sementara Papi belum pulang dari kantor.


Sonya segera menuju kamarnya, bergegas mandi karena tubuh nya terasa lengket.


Setelah mandi Sonya pergi ke dapur meminta Bik Heni menyiapkan makan siang.


Luar biasa perut Sonya sudah menabuh genderang perang. Menu makan siang yang menggugah selera, Udang kentang balado, oseng-oseng daun singkong, tempe tepung, soup jagung dan tak ketinggalan jus strawberry kesukaan Sonya.