MENANTU

MENANTU
DELAPAN PULUH



Setelah melewati masa kritisnya Ferdian pun membuka matanya, Ia mengerakkan tubuhnya untuk bangun Sonya melarangnya bergegas memanggi dokter jaga.


Wajah Ferdian masih tampak pucat, namun senyuman manis terulas di wajahnya.


" Sayang kenapa Aku ada di ruang ini? " tanya Ferdian pada Sonya.


" Semalam Kamu sesak, tolong jangan banyak bicara dulu sayang, " ucap Sonya.


Tak lama dokter jaga pun datang memeriksa Ferdian, kini keadaan Ferdian jauh lebih baik. Dokter tersebut menjelaskan pada Sonya. Ia berpesan agar Ferdian lebih baik istirahat dan jangan mengobrol dulu, sontak Ferdian tertawa, namun seketika Ia merasa bagian dadanya sangat nyeri seperti tertusuk-tusuk.


Dokter pun segera memberi pertolongan, kini Ferdian terdiam dan mulai menyadari bahwa Ia saat ini benar-benar sakit dan butuh istirahat.


Setelah kondisi Ferdian sudah lebih baik, Ferdian menjalani serangkaian pemeriksaan menyeluruh.


butuh waku 1-2 hari untuk menyimpulkan hasil pemeriksaan tersebut. Sonya selalu memberi motivasi dan semangat untuk Ferdian.


Saat jam istirahat Rino menyempatkan menjenguk Ferdian, Rino baru tahu kalau Ferdian sedang di rawat.Tak banyak obrolan karena memang Ferdian belum di perbolehkan banyak bicara. Hanya ketika Rino hendak pamit pulang Ferdian bertanya pada Rino.


" Bro apakah Kamu akan menerima kesempatan kedua, jika seandai Sonya kembali pada Mu? "


" Apa yang Kamu katakan Bro, Sonya lebih pantas bersama Mu, jangan bicara ngawur? " Rino menepuk-nepuk telapak tangan Ferdian.


" Waktu Ku menemani Sonya dan Anak-anak tak akan lama, Aku berharap kelak Kamu yang akan menggantikan posisi Ku, " ucap Ferdian dengan senyuman yang tulus.


" Tapi Bro, " tangan Ferdian menangkup penuh permohonan.


" Aku ingin Kamu selalu semangat untuk sehat, bahagia kan selalu Sonya dan Anak-anak. Mereka pun saling merangkul memberi kekuatan satu sama lain.


Air mata Sonya menetes mendengar obrolan kedua Pria di dalam sana. Rino pun pamit saat Sonya sudah kembali dari mini market untuk membeli beberapa keperluan.


Dalam perjalanan menuju sekolah Seni Rino membatalkannya lalu berputar arah, menuju cafe kecil langganannya untuk minum secangkir kopi kesukaannya.


Kata-kata Ferdian membuatnya frustasi, Ia bahkan tak ingin kembali pada Sonya karena Sonya saat ini sudah sangat bahagia. Rino lebih baik mengubur rasa cinta dan sayangnya asalkan Sonya hidup bahagia.


Rino bahkan tak akan rela melihat Sonya menangis dan bersedih karena kehilangan Ferdian. " Tuhan jangan Kau beri rasa sakit lagi pada Sonya, " kalimat itu keluar dari mulut Rino.


Setelah satu Minggu lebih Ferdian akhirnya di perbolehkan pulang. Ferdian akan menjalani operasi setelah kondisinya membaik


Ferdian kini harus rehat dari pekerjaannya karena Ia harus pulih sebelum menjalani rangkaian operasi. Ferdian bahkan sudah sangat tahu kalau pun opeasinya berhasil waktu hidup nya tak akan lebih dari 5 tahun.


Ia bahkan sangat paham dengan kondisi penyakit yang telah bersarang di tubuhnya. Berkat kata-kata Rino, Ia bersemangat untuk sehat, Ia akan selalu membahagiakan Sonya dan Anak-anak selama Ia masih bisa bernapas.


Anak-anaknya masih kecil-kecil, entah apa yang akan terjadi jika Ia meninggal dunia. Selama Ferdian di rawat di rumah sakit Anak-anak dilarang menjenguk, saat Ferdian pulang kerumah peluk cium dari Anak-anak memberondong tak henti. Ini adalah salah satu obat, penyemangat agar Ia bisa sehat. Demi Anak-anak dan Sonya, Ferdian akan berjuang untuk sehat.