MENANTU

MENANTU
DELAPAN PULUH DUA



Sudah hampir 3 bulan ini kondisi kesehatan Mama Rino menurun, beberapa kali Beliau di rawat inap di rumah sakit.


Hari ini kabar mengejutkan, Mama Rino telah meninggal dunia semalam di Rumah Sakit Carolus.


Dua hari yang lalu Sonya masih bertemu dengan mantan Mertuanya itu. Mereka ngobrol cukup lama karena kebetulan hari itu olshop tutup.


Dalam obrolan Sonya dan Mama Rino, banyak harapan dari Mama Rino yang belum terwujud, namun Beliau sudah mengikhlaskannya.


Keluh kesah tentang Aryatun Istri dari Putra Bungsunya yang sangat kasar dan kurang sopan santun. Rafka Seorang Sarjana strata satu, sejak awal kuliah sudah banyak menghabiskan uang untuk biaya pendaftaran dan biaya beberapa test agar lulus.


Setelah selesai kuliah malah menikahi Aryatun yang belum lama Ia kenal. Harus nya Rafka bekerja dulu baru menikah, kerja masih serabutan. Kadang ngojek, kadang jadi makelar dan kadang jualan lewat online.


Semua biaya hidup yang menanggung adalah Orang Tua. Ada rasa sesal dalam hati Mama Rino namun mau bagaimana lagi sepertinya memang rejeki belum berpihak pada pada Putra Bungsunya.


Setelah acara pemakaman, Ferdian dan Sonya mampir ke kediaman Rino. Mereka ngobrol -ngobrol sebentar memberi suport pada Rino dan Keluarga nya.


*


Dalam beberapa hari ini, Ferdian merasakan kondisi tubuhnya menurun, Ia lalu pergi ke rumah sakit untuk memeriksakan kondisi kesehatannya.


Ternyata kondisi area jantung nya mengalami pembengkakan walau tak separah sebelumnya.


Setelah pulang dari rumah sakit Ferdian beristirahat di kamar, Sonya yang tak tahu kalau kondisi Ferdian sedang menurun, kaget karena tak biasa Ferdian tidur di jam tanggung seperti ini.


Sonya pun membangunkan Ferdian perlahan, setelah Ferdian bangun Mereka duduk di teras belakang ngobrol sembari minum teh.


Rumah sepi karena Anak-anak masih di sekolah. Mereka sudah lama tak ngobrol selama ini.


Ferdian mengatakan pada Sonya bahwa area jantungnya mengalami pembengkakan lagi namun tak separah sebelumnya.


Ferdian sangat bersyukur memiliki Istri seperti Sonya.Yang mau menerima segala kondisi apapun dan dalam keadaan apapun tanpa mengeluh.


5 bulan kemudian di pagi yang begitu syahdu tak biasa Ferdian bersikap sangat manja, usai shalat duha Ferdian mengaji, lalu menghampiri Sonya yang tengah sibuk, mengecek laporan penjualan olshop nya.


Tiba-tiba saja Ferdian datang minta di suapin nasi goreng, nasi goreng itu buatan Sonya sejak semalam Ferdian sudah meminta pada Sonya bahwa nanti pagi Ia minta di buatkan nasi goreng.


Sonya pun menyuapi Ferdian, Ia meninggalkan laporannya begitu saja. Ia lebih mengutamakan meladeni Suaminya.


Setelah sarapan Ferdian minta di pijetin punggungnya, di krembath dan facial wajahnya.


Setelah selesai bermanja-manja Ferdian minta tidur siangnya di temani Sonya.


Jam 2 lebih Ferdian bangun, tak lama adzan ashar, Ia dan Sonya lalu shalat berjamaah.


Anak-anak sudah pulang dari sekolah, Anak-anak langsung mandi dan seperti biasa berkumpul di ruang keluarga saling bercerita satu sama lain.


Hari ini Ferdian tampak berbeda Ia terus memandangi satu persatu Anak-anaknya, memeluk dan mencium Mereka secara bergantian.


Ferdian duduk persis di samping Sonya menyadarkan kepalanya di lengan Sonya, tak lama setelah itu Ferdian memegang dadanya sambil mengucapkan kalimat tahlil, setelah dua kali mengucap kan kalimat tahlil mata Ferdian tertutup dan tubuhnya ambruk di pelukan Sonya.


Kejadian begitu cepat, Sofie yang melihat Papanya memegang dadanya, langsung berlari ke klinik memanggil dokter Ayu, sementara Sonya membantu mengusap dada Ferdian.


Setelah di periksa dokter Ayu, Ferdian di nyatakan telah meninggal karena serangan jantung.


Sonya dan Anak-anak menangis sambil memeluk Ferdian, namun Sonya teringat pada pesan Ferdian bahwa " Jangan menangisi kematian Ku dengan air mata dan ratapan yang berlebihan, karena Aku ini milik Allah ".