MENANTU

MENANTU
ENAM PULUH SEMBILAN



Info :


Hai Readers tercinta, mohon maaf ya, baru bisa kembali up date setelah sekian lama.


Kebetulan selama masa pandemi ini Author ada kegiatan lain, yang cukup menyita waktu.


Salah satu nya menemani Putra semata wayang baik belajar, bermain dan berkreatifitas.


Author juga tergabung dalam group peduli, yang membantu mempromosikan segala product-product yang di buat, di jual dan di pasarkan oleh Ibu-ibu rumah tangga yang beralih profesi karena terdampak masa pandemi ini.


Semoga untuk kedepannya Author bisa secara teratur up date cerita setiap hari nya.


Semoga masa pandemi ini juga segera berlalu dan berakhir. Aamiin.


Salam sehat dan salam semangat dari Author untuk para Readers terlove love 😘😘😘.


❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️


Setelah mendengar semua penuturan cerita dari Mang Juki kini Rino baru tahu kalo Sonya dan Dokter Ferdian adalah Tetangga nya sejak lama.


Andai Mama tahu, saat ini Sonya sedang hamil mungkin Mama akan menyesal dan menarik kata-kata " Perempuan Mandul ". Kata-kata itu menari-nari di alam pikiran Rino.


Sonya yang makin cantik, ceria dan tentunya sangat bahagia karena tak lama lagi akan melahirkan.


Hari ini jadwal kontrol terakhir Sonya sebelum proses persalinan, hasilnya kondisi Sonya dan Bayi dalam kandungnya dalam keadaan sehat.


Makin mendekati hari persalinan Ferdian lebih gencar melakukan serangan dan genjatan senjata 😀 pada Sonya. Hal ini dapat membantu melancarkan bagian inti milik Sonya saat proses persalinan.


Meski di awal proses penyatuan berjalan dengan sangat lembut, pelan dan berhati-hati. Namun terkadang gairah yang semakin memuncak membuat Ferdian sering kali lupa.


Ia kandang menghentak dengan sangat cepat dan bersemangat, apalagi mendengar suara ******* Sonya yang sangat memacu adrenalinnya.


Bagian-bagian tubuh Sonya semakin sexy, terutama pada kedua bukit kembarnya, hampir setiap ada kesempatan Ferdian menyesapnya.


Sonya terkadang kewalahan dengan sikap Ferdian yang selalu bergairah ketika berada di dekatnya, namun tak bisa di pungkiri 1 bulan menjelang proses persalinan Sonya merasa sangat nyaman bermanja-manja dengan Suaminya.


Bahkan Sonya terkadang sengaja menggunakan pakaian yang minim hingga mengusik pikiran Ferdian.


" Hmmm, bonus karena sebentar lagi bakalan puasa lama 40 hari lhoo! "


" Aduuh, semoga si boy ini bisa kuat menahan rindu, " ekspresi sedih sambil mengusap sang jonior.


Kemudian tangan Ferdian mulai menurunkan blouse yang di kenakan Sonya, meremas dan menyesap dalam-dalam kedua bukit kembar secara bergantian.


" Aaaaahh, " satu ******* lolos dari bibir mungil Sonya. Kedua nya pun kini ralut dalam penyatuan.


Usai melakukan penyatuan Sonya merasa perutnya sangat mulas, Ia memanggil Ferdian yang sedang di mandi.


" Suamikuuuuu.... cepetan, perut Ku mules niih, " di pikir Sonya Ia akan pup, namun Ia tak sadar cairan kental bening meleleh dari pangkal pahanya.


" Iya sebentar Istriku, " saat Ferdian membuka pintu Sonya buru-buru masuk kedalam kamar mandi. Namun Ferdian segera menghentikannya karena Ia melihat cairan ketuban yang menetes di lantai.


" Tungguuu, " Ferdian segera mengendong tubuh Sonya merebahkannya di atas tempat tidur, Ia segera meminta sopir untuk menyiapkan mobil.


Sonya tampak kebingungan karena Ia tak tahu kenapa tiba-tiba Ferdian mengendongnya dan membawa ke tempat tidur.


Ferdian segera mengganti pakaian Sonya, menggandengnya keluar kamar dan menuruni Anak tangga ke lantai bawah.


" Kita ke rumah sakit, sepertinya hari ini Kamu akan melahirkan Istriku, "


" Tapi Aku berasa ingin pup, tapi kenapa cairan lengket ini terus keluar, "


" Ini namanya cairan ketuban Istriku, bukan cairan kenikmatan, " bisik Ferdian


" Iiih dasar Suami mesum, "


Ferdian sengaja tak mengendong Sonya agar proses persalinannya nanti semakin lancar dan cepat.


Selama perjalanan menuju rumah sakit Sonya merasakan mulas dan sakit yang semakin menjadi, namun Sonya menahannya, Ferdian selalu mengusap bagian perut Sonya.


Tiba di rumah sakit Sonya langsung di bawa ke ruangan untuk di periksa. Tak lama dokter mengatakan sudah pembukaan 5 artinya tak lama lagi Sonya akan melahirkan.


Sonya di bawa ke ruang persalinan, di temani oleh Ferdian, sementara kedua Orang Tua Sonya tengah dalam perjalanan menuju rumah sakit.