
DIASRAMA.
Diasrama aku sangat linglung fikiranku kacau.itu semua hanya karna disebabkan Aziz.
Itu adalah pertemuan pertama dalam hidupku yang sangat berkesan,aku tidak menyangka Aziz yang pendiam dan lugu berani begitu terhadapku.
“Naya...jangan terlalu senang...nanti kecewa lho...”
Ujar Sanah padaku..
“Maaf nah...tapi...aku cuman gak habis fikir Aziz berani begitu..padahal akukan berfikir dia gak tau apa-apa “
Jawabku...
“Gak tau gimana..???”
Jawab Sanah bingung dengan jawabanku..
“ Ya...diakan gak pernah dekat sama cewek kok dia bisa nyium seseorang...belajar dari mana..??”
Jawabku dan jelas jawabanku membuat Sanah tertawa geli..
“Kau ada-ada saja..memang hal begitu harus belajar..!!¿?”
Jawabnya dengan tertawa geli sekali..
“Nay...hal seperti itu berasal dari nafsu...nafsu seseorang kalau dia nitidak bisa begitu berarti gak normal....
Kok harus belajar sih...ada-ada aja..”
Jelasnya membuat tersenyum malu saja
Sanah memang benar...tapi sebenarnya maksudku adalah Aziz ternyata berani mencium ku padahal yang aku lihat dia bukan orang yang berani pada sembarang perempuan.aku bukan PD dalam hal ini...tapi aku kenal aziZ.dia bukan orang yang bisa mencintai seseorang dengan mudah.aku adalah satu-satunya perempuan yang dia cintai.
Begitulah harapanku dan itulah alasanku memilih dia dalam hidupku.aku slalu ingin menjadi satu-satunya.dan aku harapkan itu dari Aziz.
Setiap malam aku slalu saja memeluk boneka darinya sebagai bukti kalau aku sangat menghargai pemberian darinya.
Semakin hari semakin jelas saja bahwa aziz adalah orang yang kucintai dan semakin kuat tekad dihatiku bahwa aku akan menikahinya.
Malam itu..aku berkumpul dengan teman-teman dan adik kelasku.kami saling cerita tentang kehidupan masing-masing.
Sampai saatnya seorang adik kelasku yang sangat cantik dan sangat aku kagumi kelembutan hatinya bercerita padaku
“kak aku sebenarnya sudah dijodohin sama orangtuaku sama seseorang.
Katanya sih sahabat abangku waktu sekolah.namanya aku gak tau pasti.
Yang jelas tempat tinggalnya sinunukan 4 pas tanjakan dan didepan rumahnya ada simpang.namanya simpang bandit”
Mendengar ceritanya aku hanya terdiam membisu,karna aku tau jelas itu adalah aziZ.
“Aziz...”
Tanya Sanah kaget sekali dengan penjelasan adikku itu.namanya Atma.Dia hanya menggeleng-geleng saja
“Aku gak tau jelas..yang pasti dia katanya anak nomor tiga”
Jawab Atma lagi
“Ya....jelaslah itu aziZ”
Jawab Sanah lagi langsung menatapku dan aku juga menatap Sanah dengan jantung yang sangat berdebar kencang.
Aku sedih sekali saat itu dan aku terus memaksa diriku agar aku tegar dan tidak menunjukkan raut wajah kecewa.karna aku takut nanti Atma tau bahwa aku dan Aziz sudah saling mencintai.
“naya...kenapa kok diam terus..?”
Tanya Sanah padaku setelah selesai berkumpul
“Tak apa nah..”
Aku hanya bisa menjawab dengan wajah yang dingin dan suara yang pelan.
“tidak perlu difikirkan dengan hal yang tidak penting seperti itu.
Mungkin itu hanya perjodohan yang begitu saja yang pentingkan aziZ cintanya padamu...
Jangan goyah Naya....!!”
Ujar Sanah menyemangati ku..
Aku hanya bisa tunduk saja saat itu...
Fikiranku hanya berkalut dengan perjodohan itu saja.bagaimana kalau itu serius aku pasti sangat kecewa.padahal aku sangat serius dengan Aziz.
Aku akui...Atma cantik tidak mustahil Aziz pasti tertarik dengannya.aku jadi minder tak karuan.tambah lagi mereka punya hubungan serius memang dulu Aziz adalah sahabat abangnya bernama sandro bahkan mereka sudah seperti saudara.
Keesokan harinya Atma menemuiku dan bicara empat mata denganku.
“Kak Naya..menurut kak Naya gimana dengan perjodohanku itu..aku terima atau gimana..?”
“Ya...kakak sih terserah atma.menurut Atma dia orang yang baik tidak untuk Atma..”
“Aku sih gak kenal kak.tapi kata kak Sanah kak Naya kenal sama bang Aziz bahkan sangat dekat.kakak pasti tau bang Aziz baik atau tidak..”
“ Ya kakak sih dekat sama dia..namanya saja dia sahabat kakak tapi tetap saja kakak gak tau dia yang terbaik apa tidak buat atma...
Itu semua kan tergantung Atma...”
Atma hanya mengangguk saja mendengar jawabanku.dia tampak sangat bingung dengan pilihannya itu.
Kenapa Aziz tak pernah cerita soal perjodohan itu.kenapa Aziz juga membohongi aku ternyata ada wanita lain dalam hidupnya bahkan banyak selain aku.
Lifsil juga ternyata adalah orang yang sangat mencintainya walau Aziz tak pernah anggapi perasaan lifsil tetap saja aku merasa minder lifsil sangat cantik jika dibanding aku tak ada apa-apanya .
Lifsil adalah teman dekatku.selama ini dia orang yang paling suka menjelek-jelekkan Aziz didepanku padahal aku tau tujuan dia menjelek-jelekkan Aziz itu semua hanya karna dia menyukai aziZ dan tidak suka dengan kedekatanku dengan Aziz.
“Naya...anak tukang jahit sepatu saja kau idamkan...!!”
Begitulah keseringan bicaranya.
Tapi aku tak pernah anggapi omongan lifsil karna aku tau pasti tujuan dari omongannya supaya aku menjauhi Aziz.
Bahkan dia juga sering membuat aku malu didepan teman yang lain.hanya karna kedekatanku dengan Aziz.
Sore itu..kami semua berjanji untuk makan bersama dihalaman belakang asrama.aku datang bersama Sanah membawa makanan kami berdua yang sudah kami masak bersama.dari kejauhan aku sudah terfokus saja pada lifsil dan Atma yang duduk bersampingan.
Tampak mereka sedang mengobrol serius dan sesekali melirik padaku sambil berbisik.membuatku berfikir bahwa mereka sedang membicarakan ku.
“Nah...apa Atma dan lif sedang membisikkan ku..??”
Tanyaku pada sanah sambil melirik pada mereka berdua
“Ah tidak...!!jangan buruk sangka dulu..”
Jawab Sanah menenangkanku
“Tapi nah dari tadi mereka terus berbisik dan melirik ke arahku,aku jadi perasaan nah..”
Jawabku lagi..
“Yasudah ayo kita dekati mereka..”
Jawab Sanah lagi sambil menarik tanganku mendekati lif dan Atma
Dengan perasaan canggung aku duduk disamping lif
“Naya tadi pagi buk asrama marah-marah setelah menemukan surat cinta dilaci meja belajar..”
Ujar lif padaku saat aku datang.akupun tersenyum dan lega ternyata benar tadi hanya perasaanku saja.
Ternyata mereka sedang membicarakan hal lain.
“Surat milik siapa lif..?”
Tanyaku padanya berusaha nyambung cerita
“Tidak ada yang tau..karna tak ada nama dalam surat itu..itu sebab nya buk asrama menanyai semua siswi disini”
Jawabnya..
“Kalau kata siatma si intan yang akhir-akhir ini sedang sibuk sendiri..mereka curiga mungkin itu suratnya..”
Sambung lif lagi sambil melirik intan yang Tampa aku sadari ternyata dari tadi berada di dekatku.itu sebabnya seolah mereka sedang melirikku.
Astaga..aku salah paham.
“Naya...sepertinya nanti malam akan ada rapat...seperti biasa sidang mencari pelaku..”
Sambung lif lagi memberi tahuku
“Suratnya sekarang dimana lif..?”
“Ya jelas disimpan buk asramalah nay..”
Diasrama dilarang keras ada hubungan dengan lawan jenisnya,jika ketauan pasti akan mendapat hukuman yang keras bahkan bisa-bisa dikeluarkan dari asrama.
Hari itu semua siswi geger sekali membicarakan surat yang disimpan oleh buk asrama.
“Bahaya ini kalau sampai pelaku tak ketauan bisa-bisa kita semua yang akan dihukum habis..!!”
Ujar murid yang lain ternyata membicarakan hal itu juga...
Aku jadi penasaran apa sih isi surat itu sampai segeger ini.seolah-olah masalah yang besar saja.padahal hanya sebuah surat.
Dan keributan juga berlangsung sampai malam.tak ada hentinya semua murid was-was.mereka takut dihukum.tapi untungnya tak ada sidang mungkin masalah surat itu tidak diperpanjang oleh buk asrama.atau itu hanya sekedar surat biasa jadi tak penting untuk dibesarkan masalahnya,atau juga sipelaku sudah mengaku secara empat mata sama buk asrama.
Ntahlah...apa yang terjadi biarlah terjadi..keesokan harinya semua siswi tampak tenang karna apa yang mereka takutkan sama sekali tak terjadi.jadi lega.....