
Di atas pusara, Sonya dan keempat Anaknya sedang membaca doa untuk Almarhum Ferdian.
Sofie, Nayaka, Arga dan Argi memeluk Mamanya, Mereka saling menguatkan satu sama lain.
Rino yang hadir ke pemakaman tak berani mendekat. Rino akan menghampiri pusara Ferdian setelah Sonya dan Anak-anak kembali ke rumah.
1 jam berlalu akhirnya Sonya dan Anak-anak kembali ke rumah, Rino berjalan lemah mendekati pusara Ferdian, ada rasa kecewa, rasa sedih bahkan rasa kehilangan di hati Rino ' mengapa Ferdian harus pergi secepat ini? ' Ia tak rela melihat Sonya menangis dan bersedih.
Namun ini takdir yang kuasa, Rino hanya bisa mengeluh dalam hati saja. Ia berusaha untuk ikhlas dengan kematian Ferdian, dari hati Rino yang paling dalam, Ia sangat menghormati dan mengagumi sosok Ferdian.
Meski Ferdian pernah meminta Ia untuk menggantikan posisinya kelak jika Ia sudah tiada, Ia tak akan bisa memenuhi keinginan Ferdian.
Ia akan menjaga dan melindungi Sonya dan Anak-Anaknya layak nya Seorang Kakak bagi Sonya dan layak seperti Pakde pada keponakannya.
Rino memang masih mencintai Sonya tapi cinta nya bukan ingin memiliki tapi cintanya untuk menjaga dan melindungi.
Selama masa berkabung Rino selalu memberi semangat pada Anak-anak, ' Ia mengatakan ada Pakde disini yang akan menjadi Teman diskusi kalian'.
3 tahun telah berlalu, Sonya dan Anak-anak selalu mengunjungi pusara Ferdian yang terawat dengan rapi.
Hubungan Rino, Sonya dan Anak-anak pun kian dekat. Anak-anak pun berharap Rino dan Sonya menikah, namun Rino menegaskan bahwa Sonya sudah seperti Saudara perempuan nya yaitu Adiknya. Seorang Adik tak mungkin jadi Istrinya.
Anak-anak pun akhirnya memahami maksud perkataan dari Rino. Walau berharap suatu saat nanti Rino dan Sonya kelak akan menikah.
Sofie saat ini sudah menyelesaikan studynya di fakultas kedokteran, Ia langsung bekerja di klinik milik Papanya.
Sofie juga mengambil study spesialis jantung. Sedangkan Nayaka mengambil study di fakultas ilmu pendidikan, Ia bercita-cita menjadi guru.
Dua Laki-laki kembar saat ini sedang mengikuti pendidikan akademi militer, keduanya lulus di pendidikan AKMIL.
Arga di AKMIL angkatan darat, sedangkan Argi di AKMIL angkatan udara. Sonya sangat bersyukur Anak-anaknya bisa menjadi Anak-anak yang sukses dalam kariernya.
Anak-anak juga tak pernah meninggalkan dan melalaikan kewajibannya sebagai seorang muslim.
Semua berkat bimbingan dan didikan Ferdian. Suaminya memang sosok Papa yang sangat bertanggung jawab.
Di usia yang tak lagi muda Sonya, mengisi hari-hari nya dengan lebih banyak mendekatkan diri pada Allah. Bisnis olshop nya pun masih tetap berjalan.
Sementara Rino tetap hidup menduda, dengan bisnis nya yang semakin sukses, Ia membiayai semua biaya pendidikan Keponakannya.
Ia ingin Keponakannya sukses dalam berkarier. Tidak bergantung pada Orang Tua. Meskipun pada kenyataan Orang Tua Keponakannya hanya hidup dalam kondisi perekonimian sederhana, cukup untuk kebutuhan sehari-hari..
Disisi lain kehidupan Rino, Ia merupakan Orang yang berjiwa sosial tinggi, Ia mendirikan yayasan pendidikan gratis untuk Anak-anak jalanan dan Anak-anak yang tidak mampu membayar biaya pendidikan.
Bagi Rino harta yang melimpah, lebih baik Ia berdayakan untuk berbagi. Rino sudah merasa puas dengan kehidupannya yang berkecukupan selama ini.