MENANTU

MENANTU
ENAM PULUH LIMA



Memasuki bulan ke tiga pernikahan Sonya dan Ferdian, kemesraan Mereka dari hari ke hari bertambah.


Ferdian sedang mengurus perijinan untuk membuka praktek di rumah, karena jadwal di klinik milik Sahabatnya sekarang lebih teratur, dari pagi hingga sore hari.


Jadi setelah pulang dari klinik Ferdian bisa membuka praktek di rumah.


Delima sudah melahirkan bayi Laki-laki yang gendut dan tampan, berat badannya saat lahir 4,2 gram, karena itu Delima melahirkan secara caesar.


Resepsi pernikahan Sonya dan Ferdian di Surabaya pun sangat meriah, Surabaya adalah kota kelahiran Papa Ferdian, banyak Saudara, Kerabat, para Sahabat dan Teman-teman Papa Ferdian disana.


Acara resepsi berlangsung sangat meriah. Karena tak banyak waktu cuti yang di berikan, Sonya dan Ferdian hanya menikmati honey moon selama 1 hari di Surabaya, kemudian pulang ke Bandung.


Hingga memasuki bulan ke tiga Sonya belum menunjukkan tanda-tanda kehamilan.


Baik kedua Orang Tua Ferdian atau pun Ferdian sendiri, tidak pernah mempermasalahkan tentang Sonya yang belum hamil hingga saat ini.


Hingga di suatu pagi Sonya merasakan badannya meriang, Ferdian segera memeriksa keadaan Sonya, suhu tubuhnya 38, cukup panas, bisa di kategorikan demam.


Sonya pun ijin untuk bekerja dari rumah. Setelah tidur dan beristirahat, tubuh Sonya sedikit membaik, namun Ia merasakan sedikit pusing dan mual.


Keesokan paginya sebelum salat subuh Sonya mengambil test pack, yang sudah Ia beli lewat jasa ojol.


Menunggu beberapa saat, muncul tanda plus (+), Alhamdulillah Sonya menangkupkan tangannya ke wajahnya. Berucap syukur atas apa yang telah Allah swt titipkan di rahim saat ini.


Sonya keluar dari kamar mandi, lalu meletakkan test pack di meja riasnya dengan mengikat pita pink di tangkai test pack tersebut.


Ferdian yang masih mengaji, tidak tahu kalau Istri tercinta saat ini sedang hamil.


Mulai hari ini Sonya memutuskan untuk resign, Ia tak mau lagi mengalami keguguran, Ia juga tak mau stress dengan tumpukan pekerjaan.


Dengan mantap Sonya menelpon Bu Melinda, menyampaikan keinginannya untuk resign.


Bu Melinda tidak terkejut dengan alasan resign Sonya, karena Bu Melinda tahu persis, rumah tangga Sonya bubar karena Sonya tak kunjung hamil keguguran.


Hari ini, hari terakhir Sonya menginjakkan kaki di perusahaannya, walau berat tetapi Ia harus memutuskan.


Ferdian yang samar-samar mendengar percakapan Sonya dan Bu Melinda. Langsung bertanya kepada Sonya.


" Istriku sayang, siapa yang hamil? " tanya Ferdian dengan nada hati-hati.


" Menurut Kamu siapa sayang? " Sonya malah balik bertanya.


" Hmmm, siapa ya? " Ferdian sedikit berpikir, namun Sonya tiba-tiba memeluk Ferdian.


" Aku yang hamil Suamiku, " ucap Sonya dengan wajah berbinar-binar.


" Alhamdulillah, mantap juga kamu Boy! " tangan Ferdian mengelus miliknya.


" Suamiku dokter mesum, " Sonya mencubit pinggang Ferdian.


" Awww, tapi kecanduan kan! "


" Mulai hari ini jatah itu nya libur dulu ya Suamiku "


" Aduuh, kenapa begitu sayang? "


" Aku mau memastikan Anak Kita aman, baru mau begituan! "


" Bisa berkarat daah, kasian kamu Boy, " ekspresi wajah Ferdian sedikit lebay.


" Dasar dokter mesum "


" Nasib - nasib nanti Kita ke klinik, periksa ke dr. Ana "


" Oke siaaap bos, " Sonya bahagia sekali, ingin rasanya langsung menelpon Mami dan Papi nya dan Mama Mertuanya