MENANTU

MENANTU
104



Garda yang saat ini sedang duduk di balkon sambil menikmati secangkir kopi hitam nya. Matanya menerawang jauh, memandang lalu lalang kendaraan yang melintas dibawah sana.


Sudah hampir 20 tahun lamanya Ia berpisah dengan Fenita, Ia bahkan belum pernah bertemu dan melihat Anak-anaknya. Ia hanya tahu Putri kembarnya Moula dan Mouli, sedangkan Anak yang sedang di kandung Fenita saat itu Ia tak tahu jenis kelaminnya. Fenita benar-benar memutus hubungan tanpa mau lagi berkomunikasi dengan Garda.


Perselingkuhannya dengan dokter Maya telah menghancurkan mahligai indah rumah tangganya dengan Fenita. Entah setan apa yang telah merasukinya hingga Ia bisa tergoda dengan dokter Maya. Yang ternyata tak serius menjalin hubungan dengan nya.


Setelah resmi bercerai dengan Fenita hanya dalam hitungan bulan Ia dan Maya berpisah, Maya lebih memilih Seorang Aparat Negara yang katanya jauh lebih gagah perkasa jika dibandingkan dengan Garda.


Setelah perpisahannya dengan Maya, Garda memilih melanjutkan pendidikan kedokteran di Canada kebetulan waktu itu Ia di terima bekerja di salah satu rumah sakit di Canada, Garda saat itu bekerja sambil kuliah.


Hampir 15 tahun lamanya Ia berada di Canada, kemudian Ia sempat bekerja di salah satu rumah sakit di Belanda. Kebetulan kedua Orang Tua nya memang tinggal Belanda ikut dengan Adik bungsunya.


Garda baru pulang ke Indonesia 6 bulan yang lalu, itu pun tanpa sengaja sebelumnya tak ada niat untuk kembali lagi ke Indonesia. Meski Ia sangat merindukan Anak-anaknya, Garda merasa sangat malu untuk menemui Fenita dan Anak-anaknya. Tanpa rencana dan tak terduga Ia bertemu dengan Fenita.


Pagi-pagi sekali Fenita menemui Garda di ruangannya. Fenita sengaja mampir ke RS. Puspita sebelum Ia ke rumah sakit tempat Ia bekerja. Tanpa basa-basi Fenita mengatakan semua yang Ia inginkan tanpa peduli dengan perasaan Garda sebagai Ayah biologis bagi Moula, Mouli dan Mesca. Garda hanya diam dan mengangguk. Setelah itu Fenita meninggalkan Garda yang hanya diam dan terpaku.


Melihat keadaan Enzo yang sudah lebih baik, Fenita merasa lega, hari ini Mesca yang akan menjaga Enzo karena Kak Moula dan Kak Mouli akan beristirahat.


Sedangakan Enzi akan menemani Mesca setelah pulang dari sekolah. Karena Mesca sudah datang Moula dan Mouli pun pulang ke rumah. Mereka akan beristirahat dan tidur jika ada kesempatan, karena jika di siang hari dan sore hari 3 Bumil selalu saja kasak-kusuk menganggu Mereka yang sedang beristirahat.


Baru saja keduanya akan memejamkan mata, Mama Sonya sudah memberondong pertanyaan-pertanyaan tentang keadaan Enzo.


" Mama jadi curiga nih, ada yang di rahasiakan oleh Mama Fe kan? " ucap Mama Sonya.


" Bisa jadi Kak, " celetuk Tante Sarah.


" Apa keadaan Enzo parah? " tanya Sofie.


" Alhamdulillah Enzo sudah lebih baik kok, " jawab Mouli.


" Syukur Alhamdulillah kalau begitu, " ucap ketiga bumil berbarengan.


" Sekarang Kita mau tidur dulu ya Bumil-bumil sayang, " ucap Moula.


" Oke deeeh sayang, " jawab ketiga bumil.


" Akhirnya terbebas dari 3 Bumil, " Mouli menarik selimut nya hingga menutupi kepalanya. Sedangkan Moula sudah terlelap dengan dengkuran halus nya.


Mimpi indah ya 😁.