
Malam pergantian tahun pun tiba, Sonya dan Rino sudah bersiap-siap pergi ke acara malam amal dan pengajian di kediaman Frans, kampung kebembem.
Mama Rino tampak cemberut karena malam ini Sonya dan Rino tidak dapat menemani beliau di malam pergantian tahun.
Sebelum Sonya pergi, Ia memastikan semua makanan, minuman, buah-buahan dan camilan sudah tersedia dan tertata rapi di ruang makan.
Setelah berpamitan dengan kedua Mertuanya Sonya bergegas menuju garasi, karena Rino sudah menunggunya cukup lama.
Jalanan Kota Bandung sangat padat, semua berlomba-lomba ingin cepat sampai tujuan, menghabiskan malam tahun baru dengan suasana hati yang senang dan riang.
*
" Beib apa Kita tidak datang terlambat? "
" Mudah-mudahan tidak Kak! "
" Semoga "
Akhirnya sampai juga di tempat acara, suasana sudah ramai, kursi-kursi yang tersedia sudah di tempati para undangan.
Bu Melinda dan para staf perusahaan sudah hadir disana. Acara pun segera di mulai Kak Del sudah membuka acara malam ini.
Acara pertama adalah pengajian, kemudian do'a dan kata sambutan dari tim penyelengara acara.
**
Sudah jam 10 malam acara inti sudah selesai, kini para undangan tengah menikmati hidangan yang telah di sediakan.
Acara pun berlanjut khusus para karyawan perusahaan dan para staf perusahaan.
Kak Del mulai cuap-cuap memanggil satu persatu rekan kerjanya untuk menyumbangkan suara emasnya.
Tepuk gemuruh dan sorak sorai setelah Frans menyanyikan lagu andalannya bunga terakhir ciptaan Papa Bebi.
Kali ini giliran nama Sonya di sebut dengan suara khas Kak Del yang super genit dan manjah.
" Mari ajita sambut tim divisi Saya, Sonya "
Sonya sangat terkejut karena Ia tidak ada persiapan sama sekali, " awas ya Kak Del " Sonya pun menyumbangkan suara emas nya.
Entah kenapa hati Rino berdesir pilu saat mendengar Sonya menyanyikan lagu harmoni.
Suara tepuk tangan bergemuruh, wajah Sonya pun memerah karena selama ini Ia belum pernah menyanyi didepan banyak orang seperti ini.
Tibalah malam puncak tahun baru, suara terompet, petasan dan kembang api yang menghiasi langit, menambah suasana indah di langit yang penuh dengan bintang.
***
Rino dan Sonya pun pamit pulang karena di rumah ada kedua Orang Tua Rino.
Jalanan Kota Bandung ternyata padat merayap, sekitar 2 jam Rino dan Sonya baru tiba di rumah.
Suasana tampak begitu sepi, wajar saja ini sudah jam 3 pagi.
Sonya dan Rino menuju kamar nya, membersihkan diri lalu bersiap-siap tidur.
Alarm subuh pun berbunyi, namun Sonya dan Rino tidak terbangun, keduanya masih terlelap.
Ketika Alarm berikutnya berbunyi, Sonya terlonjak kaget karena melihat sudah jam 6 pagi, Sonya membangunkan Rino dan bergegas mengambil wudhu.
Usai melaksanakan shalat subuh keduanya, masih khusyuk berdo'a.
Banyak do'a yang mereka panjatkan. Semoga di ijabah oleh Allah SWT.
***
Tok... tok, suara ketukan di pintu kamar, Rino pun bergegas membuka pintu kamarnya.
" Mama, ada apa? " tanya Rino
" Boleh Mama masuk? ada yang ingin Mama bicarakan, "
" Masuk saja Ma, " jawab Sonya dari dalam kamar
" Langsung saja, maaf saja jika kata-kata Mama kurang berkenan di hati Kamu Sonya, " ucap Mama dengan mata nanar penuh misteri, tapi bukanlah misteri seperti kisah kolosal yang tayang di sebuah saluran televisi swasta.
" Tidak apa-apa Ma, katakan saja, " jawab Sonya dengan suara bergetar.