
Acara silahturahmi dan lamaran pun tiba, tanpa membawa Kerabat dan membawa Tetangga pun, rombongan Keluarga besar Nino sudah memadati area perumahan Nina. Sambutan yang sangat ramah dan penuh Kekeluargaan terasa kental sekali.
Keluarga besar Nina sangat humble dan sopan, meski logat nya terdengar tegas khas Orang Sumatera namun tidak membuat Keluarga Besar Nino merasa tak nyaman.
Makanan dan camilan yang di sediakan oleh Keluarga Nina semua khas Palembang, mulut Keluarga besar Nino sangat di manjakan hari ini. Setelah berbincang-bincang santai dam cukup lama, hasil kesepakatan bersama dan Calon Pengantin telah di sepakati Hari, Tanggal dan Bulan pernikahan Nina dan Nino.
Keluarga besar Nino pun pulang setelah menikmati hidangan penutup. Baik Sofie Nayaka beserta para Menantu dan Cucu-cucu semua nya merasa nyaman berada di antara Keluarga Besar Nina.
.
.
Nino pulang paling akhir karena Nino masih berbincang-bincang dengan Sepupuh Nina yang kebetulan sedang ada di Bandung untuk mengikuti RAKER, sebelum adzan magrib berkumandang Nino sudah sampai di rumah. Dan ternyata di rumah masih di penuhi dengan Kakak-kakak dan Para Ponakannya yang siap mengintrogasi Uncle nya.
"Nasib gak bakalan bisa kabur ini!" Nino bermonolong sendiri. Baru saja Nino menapaki anak tangga menuju lantai atas teriakan Yovie memecah keramaian di ruang Keluarga.
"Uncle habis mandi, turun Kita shalat magrib berjamaah,"
"Siaaap Nyaah," jawab Nino segera menuju kamar nya
Selesai shalat magrib berjamaah Mereka kembali berkumpul di ruang Keluarga, berbincang-bincang santai, masing-masing memberi pertanyaan pada Nino, Nino layaknya terpidana yang di tanyain tim penyidik, bukan Nino kalau tak bisa menjawab berbagai pertanyaan. Karena malam semakin larut, satu persatu pulang ke rumah masing-masing.
Nino baru bisa beristirahat setelah jam 12 malam, hari ini terasa begitu melelahkan, melelahkan karena di berondong bermacam-macam pertanyaan. Sebelum tidur tak lupa Nino memeriksa email karena biasanya atasannya sudah mengirim lembar kerja untuk 3 Hari kedepan. Besok tidak ada jadwal kuliah karena itu Nino akan datang ke kantor.
Saat Nino sedang menyelesaikan pekerjaan nya, tiba-tiba ponsel nya berdering satu nama yang tak mungkin di tolak panggilan nya adalah Mama Sonya.
"Assalamualaikum No"
"Waalaikumsalam Ma"
"No, Tante Erika minta Hari ini Nino sama Nina mampir ke Butik nya untuk pilih bahan dan fitting baju nikah"
"Maa, Nino gak bisa kalau hari ini, tolong sampein ke Tante Erika, Nino bisanya hari Kamis"
"Ok sayang, nanti Mama Sampein ke Tante Erika"
"Ok Ma,Daah"
"Tuuuuut..." sambungan telepon terputus.
"Kebiasaan Nino Markino main tutup-tutup sepihak" Mama Sonya ngedumel sendiri, sementara Ayah Rino yang dari tadi berada tidak jauh dari Mama Sonya, hanya bisa senyum-senyum melihat kelakuan Istrinya.
Mama Sonya pun segera menghubungi Tante Erika untuk membuat jadwal fitting baju Tante Erika salah satu WO & Desainer tersohor di Kota Bandung, hasil rancangan nya sudah sangat terkenal, bahkan artis-artis Ibu Kota banyak menggunakan desain rancangannya.