
Tubuh Sonya masih terasa pegal-pegal dan kaku, karena Suami tercinta, berkali-kali mengukungnya dalam penyatuan.
Rasa pegal-pegal dan kaku, sebenarnya tak sebanding dengan nikmat yang Ia rasa. Ferdi bahkan sempat-sempatnya meminta jatah lagi sebelum Sonya pergi kerja.
Alhasil Sonya pun terlambat masuk kerja hari ini. Ferdian pun mengantar Sonya ke kantor pagi ini, sebelum keluar mobil Ferdian mencium Sonya cukup lama, tangannya pun meremas dua bukit kembar milik Sonya.
Seolah ingin meminta lebih, " Suamiku, Aku kerja dulu ya nanti malam di lanjutin lagi, " ucap Sonya sambil merapikan baju nya dan memakai lipstik.
" Oke istriku nanti sore, Aku jemput, " ucap Ferdian.
" Oke sayang, hati-hati ya, " jawab Sonya.
*
Memasuki area perkantoran, Sonya berjalan lebih cepat, godaan dan candaan dari beberapa Rekan dari divisi lain membuat semburat merah di wajah Sonya.
Apalagi Sonya melupakan beberapa tanda merah yang membekas di bagian lehernya.
Sonya baru tersadar, Ia telah meninggalkan syal di atas sofa karena Ferdian meminta jatah lagi sebelum pergi bekerja.
" Haiiii dua Pria mapan, sorry terlambat, " ucap Sonya.
" Santai Nyaa, penganten baru masih wajar kalo dateng terlambat, " ucap Frans
" Iya betuuul, itu stempel tanda kepemilikan banyak amat, buat tanda ya kalo udah sah jadi milik Pak dokter! " Albert tertawa sedikit lebay.
" Apaan sih! ini akibat buru-buru jadi syal Ku tertinggal, " jawab Sonya dengan bibir yang mengerucut.
" Habis berapa ronde semalem? " goda Frans sambil menutup mulutnya menahan tawa.
" Gak ke itung sangking banyaknya! " jawab Sonya, yang membuat kedua Rekannya tertawa bersama.
Tak lama Bu Melinda masuk ke ruangan Mereka, " pada ngetawain apa sih? " tanya Bu Melinda.
" Pada ngebully Aku bu Mel, " jawab Sonya.
" Pasti semalam hot hot pop, soalnya sisanya masih ada, " Bu Mel tertawa cekikikan.
Mereka berempat pun tertawa bersama, rupanya Bu Mel akan membicarakan masa cuti untuk Delima.
Tempatnya satu Minggu lagi Delima akan melahirkan, dengan proses caesar.
Hari itu Frans juga diberikan cuti selama 3 hari. Untuk itu Bu Mel akan menambah personil baru di ruangan ini.
Karena selama cuti, pekerjaan Delima akan di gantikan oleh Frans.
Besok pegawai baru akan mulai bekerja, Bu Mel sudah memberikan data dan foto kepada Sonya, Frans dan Albert.
" Cantik, muda dan seksi, " ucap Albert dengan senyum nakalnya.
" Gaaaeeet sana, biar gak jadi bujang lapuuk? " ucap Frans sekenanya.
" Apa tuh Bujang lapuuk? " Wajah bingung Albert membuat Frans dan Sonya tertawa terbahak-bahak.
Sejak menikah dengan Delima, Frans tak lagi pendiam, Frans lebih humble dan humoris.
Ruangan jadi tak hening lagi sesekali Mereka bercanda, menghilangkan rasa penat karena berjibaku dengan angka-angka.
Jam kerja telah usai, mobil Ferdian sudah menunggu di pelataran parkir gedung perkantoran.
Ferdian segera membukakan pintu mobil untuk Istri tercinta, masuk ke dalam mobil tak langsung melajukan mobil tetapi langsung meraih tangan Sonya dan mencium nya.
Tak berhenti sampai disitu, ritual penting mencium bibir sang Istri dengan tangan yang nakal menyelusup masuk dalam bra.
Sepasang mata melihat pemandangan panas di depan nya.
" Sshiiit, Aku bisa gila melihat nya, " ucap Albert yang meremas miliknya karena sudah menegang.
Albert pun membunyikan klakson nya sangat keras, sehingga Ferdian dan Sonya terkejut dibuatnya.
Ferdian pun menghentikan kegiatannya, lalu melajukan mobilnya, Mereka akan mampir ke supermarket untuk membeli beberapa kebutuhan dapur sebelum pulang ke rumah.