MENANTU

MENANTU
TUJUH PULUH



" Oeeeekkkk... oeeeekkk, " suara tangisan Bayi mungil yang baru saja terlahir ke dunia, memenuhi ruangan persalinan.


" Alhamdulillah, " hampir secara bersamaan Sonya, Ferdian dan tim Dokter yang membantu proses persalinan mengucapkan rasa syukur atas kelancaran dan keselamatan proses persalinan ini.


Seorang Bayi mungil, berjenis kelamin Perempuan, dengan berat 3,5 kg dan panjang 52 cm, lahir dengan sehat dan sempurna.


" Selamat atas kelahiran Putri pertamanya Bu Sonya dan Dokter Ferdian, " ucap Dokter Silvia.


" Terima kasih dok, " ucap Ferdian.


" Sementara bayi nya akan Kita bersihkan, Saya mohon ijin merapikan bagian intim yang robek akibat proses persalinan, agak sedikit sakit, " ucap dokter Silvia.


Ferdian mencium puncak kepala Sonya, sambil mengusap rambut Sonya " Istriku masih kuat kan? "


" Aku masih sangat kuat Suamiku, tak perlu khawatir, " Sonya refleks mencubit perut Ferdian dengan sangat keras.


" Awwww, " pekik Ferdian, " sakit sayang, " Ferdian mengusap-usap bagian perutnya.


" Bahkan cubitan Ku masih terasa kan, artinya Aku masih sangat kuat, " Sonya tersenyum jahil Ia sengaja melepaskan rasa gemasnya, karena selama proses persalinan Ferdian hanya bisa memejamkan mata sambil mencengkram erat tangan Sonya.


Sungguh luar biasa kelakukan Suaminya, disaat sang Istri merasa kesakitan, Ia malah yang merasa kesakitan dan ketakutan.


Bayi cantik dan mungil kini sedang menyesap susu di bagian dada Sonya, Ia tampak kehausan, Ferdian tampak bengong melihat Putri kecil nya sangat kehausan.


" Putri kecilku, sepert nya Kau haus ya sayang, tapi jangan lupa nanti Kita akan berbagi ini nanti nya, " senyum jahil menghias wajah Ferdian.


" Dasar Suami mesum, beraninya bicara seperti itu pada Anak Bayi yang tak berdaya, " wajah Sonya cemberut seketika.


" Aku bercanda Istriku, mmuaach," satu kecupan mendarat di bibir Sonya.


Tak lama pintu kamar di ketuk, Mami, Papi dan Rafael langsung masuk untuk melihat Cucu dan keponakan nya yang baru saja lahir.


" Haiii, cantik Keponakan Om Fael, " ucap Rafael


" Cie.... cie yang udah jadi Om Om, " goda Sonya.


" Gimana kabar kalian berdua sehat-sehat kan? " tanya Papi


" Alhamdulillah sehat Pi, " jawab Sonya


" Oh iya ngomong-ngomong siapa nama Cucu Eyang yang cantik ini? " ucap Mami.


" Sofie, " ucap Sonya dan Ferdian hampir bersamaan.


" Nama yang cantik, secantik wajah nya, " ucap Papi.


Tiba-tiba ponsel Ferdian berdering, panggilan masuk dari Mama nya, Mama dan Papa Ferdian pun mengucapkan selamat, dan besok akan segera ke Indonesia.


Hari yang sangat melelahkan, Ferdian sampai tertidur di kursi sopa dengan posisi duduk, seperti nya Ia sangat lelah, padahal yang baru saja melahirkan masih tampak segar.


Malam ini Mami akan menemani Sonya di rumah sakit, sementara Papi dan Fael harus pulang ke rumah karena besok akan kerja dan sekolah.


Baby Sofie tidak rewel, Ia tidur sangat lelap hingga Sonya juga bisa beristirahat, Sementara Ferdian sedang pulang ke rumah untuk mandi dan mengganti pakaian.


Semua perlengkapan sudah siap, mungkin besok atau lusa Sonya sudah bisa pulang ke rumah. Karena Sonya dan Bayi nya dalam keadaan sehat .


Untuk satu Bulan ke depan Ferdian menutup tempat praktek di rumahnya. Ia hanya praktek di klinik saja.


Rasa haru, senang, riang bahkan gembira bercampur menjadi satu, kini Mereka berdua telah resmi mendapat gelar Ibu dan Ayah.