MENANTU

MENANTU
SEMBILAN PULUH TIGA



Pagi yang cerah, kicauan burung saling bersahutan, mentari tak malu-malu memancarkan sinarnya. Suasana rumah Sonya cukup ramai dengan suara Anak-anak, Saudara dan Kerabat dekat Sonya, Mereka ngobrol santai sambil menyiapkan berbagai pernak-pernik perlengkapan untuk acara ijab kabul Sonya dan Rino nanti malam.


Tampak Sonya sedang melakukan perawatan wajah dan tubuh dengan memanggil jasa salon kecantikan langganannya.


Semua Anak-anak Sonya menyetujui pernikahan ini, Mereka sangat bersyukur karena Mamanya sudah mau menerima pinangan dari Ayah Rino.


Tidak ada maksud Mereka untuk melupakan Papa Ferdian. Mereka hanya ingin Mamanya memiliki Teman hidup di masa Tuanya dan sosok Ayah Rino yang menjadi pilihan Mereka.


.


.


.


Hari ini Rino telah menyiapkan rumah baru yang baru saja selesai 2 Minggu yang lalu. Nanti Malam setelah acara ijab kabul, Rino akan langsung memboyong atau mengajak Sonya ke rumah baru Mereka. Hal tersebut sudah di setujui Sonya dan semua Anak-anaknya.


Jam sudah menunjukkan pukul 4 Sore artinya tinggal beberapa jam lagi acara ijab kabul Sonya dan Rino. Saat ini Sonya sedang menikmati isirahat dikamarnya. Ia banyak mengenang kenangan manis dan indah bersama Almarhum Ferdian.


Bahkan semalam Ia bermimpi sosok Ferdian tersenyum bahagia. Hal ini juga membuat suasana hati Sonya semakin tenang dan baik.


Lantunan suara adzan magrib berkumandang, Sonya, Anak-anak dan Kerabat dekat Sonya melaksanakan ibadah shalat magrib berjamaah. Fael dan Keluarga baru saja tiba, Mereka ternyata baru saja tiba tadi sore dari Kota Malang Jawa Timur. Kebetulan ada Saudara Sepupu Sarah yang akan menikah dengan Seorang Gadis yang berasal dari Batu Malang Jawa Timur. Beruntungnya baru acara lamaran saja jadi Fael dan Sarah bisa mohon ijin pulang lebih awal.


Sonya yang berada di ruang khusus perawatan kecantikan dirumahnya, saat ini sedang di rias, Sonya ingin riasan natural saja, Ia tak mau tampil dengan make up menor. Ini pernikahannya yang ke tiga kalinya dan merupakan pernikahan terakhir. Ada rasa malu, ada rasa deg-degan, ada rasa haru di mix menjadi satu menjadi rasa nano-nano.


Rino beserta rombongan telah datang, Mereka melaksanakan ibadah shalat isya berjamaah terlebih dahulu, setelah selesai shalat berjamaah berdoa lalu berbincang-bincang sebentar sambil menunggu Pak Penghulu datang.


Sudah jam 19:45 wib, acara ijab kabul dimulai, setelah membaca shalawat dan syadat. Ijab kabul pun di mulai. Kali ini Fael yang menjadi Wali Nikah Sonya, Fael sangat mirip dengan Almarhum Papi Handiko, baik Rino dan Fael keduanya merasakan detak jantung yang bertalu-talu, bersyukur dengan lancar dan satu tarikan napas, Sonya dan Rino kini sah menjadi pasangan Suami dan Istri, ucapan Barakallah memenuhi ruangan, ada buliran air mata menggenang di sudut mata Rino dan Sonya.


Sonya mencium punggung tangan Rino dengan khitmad, Rino pun membalas mencium punggung tangan Sonya. Keduanya kini duduk berdampingan untuk mendengarkan hikmah pernikahan dan doa.


Akhirnya prosesi ijab kabul telah selesai, semua Tamu undangan yang hadir kini menikmati hidangan yang telah di siapkan, undangan malam ini pun tak begitu banyak, hanya Tetangga dekat di perumahan, Saudara, Kerabat dekat dan Teman dekat Sonya dan Rino.