MENANTU

MENANTU
ENAM PULUH TUJUH



Maafkeun karena sudah lama Author tidak UP cerita MENANTU.


Mood Saya sedang naik turun untuk menulis, di tambah lagi dengan aktivitas sehari-hari mengurus Anak semata wayang yang kini berusia 8 tahun, dengan kegiatan sekolah daring yang sangat menyita waktu, menguras tenaga, hati dengan extra kesabaran.


Kendala jaringan, signal yang kurang bersahabat terkadang sangat menguras emosi.


Semoga para Pembaca cerita MENANTU, masih mau membaca cerita ini.


Salam hangat dari Authour, ingat pesan IBU, semoga kita semua SEHAT selalu 😘.


Hari-hari berlalu, berganti Minggu dan Bulan, kini usia kandungan Sonya memasuki sembilan bulan, hanya tinggal menunggu beberapa Minggu atau mungkin dalam hitungan hari Sonya akan melahirkan.


" Istriku apa kontraksi palsu sudah mulai terasa? ", tanya Ferdian sambil mencium puncak kepala Sonya.


" Seperti nya belum terasa Suamiku, "


" Kalau mulai terasa artinya proses kelahiran semakin dekat, apa istriku tercinta sudah siap melahirkan? "


" Sudah siap dong! " jawab Sonya penuh semangat.


" Syukur Alhamdulillah, berarti udah siap nambah Anak dong! "


" Apaan sih! belum juga brojol udah wacana aja nambah Anak"


Ferdian senyum-senyum, Ia sengaja menggoda Sonya. Hari ini kebetulan Ferdian libur, tidak ada jadwal praktek baik di klinik atau pun di rumah.


Seharian ini Ia akan memanjakan Sonya, Karena perut Sonya yang semakin besar, Sonya hanya memilih di rumah saja dengan merawat tanaman dan memberi makan ikan peliharaannya.


Ferdian juga telah memanggil jasa perawatan Moms and Baby untuk Sonya, Sonya akan di manjakan dengan pijatan, krembath bahkan facial. Hal ini guna merileksasikan tubuh Sonya sebelum melahirkan.


Fenita dan Sonya sudah mempersiapkan segala


perlengkapan dan kebutuhan Bayi pasca melahirkan.


Dari dekorasi kamar, tempat tidur Bayi sampai pakaian dan pernak-pernik Bayi sudah dalam kondisi siap di gunakan.


âž°âž°âž°âž°âž°âž°


Disisi lain Rino kini tampak sibuk dengan sekolah seni yang semakin hari semakin sukses berkembang, hingga sudah membuka beberapa cabang.


Namun selama tinggal satu perumahan Ia dan Sonya tak pernah bertemu, mungkin karena kesibukan yang membuat Rino jarang sekali pulang ke rumah, hanya ada Mama dan Papa nya yang menempati rumah tersebut.


Beberapa kali mama Rino datang berobat ke kediaman Sonya dan Ferdian, namun sepertinya Mama Rino tak mengenali Ferdian, karena tampilan Ferdian yang semakin tampan, stylish dan modern.


Tetapi berbeda dengan Ferdian, Ia sempat mengingat-ingat sepertinya Ia pernah bertemu dengan Mama Rino tapi karena banyaknya pasien yang Ia temui setiap harinya membuat Ferdian lupa.


Sonya baru saja memberi makan ikan-ikan kesanyangannya, Ia juga sudah merawat tanaman-tanamannya. Sementara Ferdian sedang menata ulang tata letak barang-barang di ruang prakteknya.


Mungkin hanya seminggu kedepan Ia akan membuka praktek di kediamannya, setelah itu Ia akan menutup sementara jadwal prakteknya hingga Sonya melahirkan.


Ferdian ingin tetap siaga sebelum dan sesudah Sonya melahirkan. Ini adalah kelahiran Anak pertama Mereka, semuanya harus di persiapkan. Ferdian tak mau terjadi apa-apa dengan Sonya dan Anaknya.


Apalagi Adik kesayangannya Fenita akan melahirkan juga, jadi butuh extra perhatian untuk Sonya dan Fenita.


Kedua Orang Tua Ferdian akan segera datang ke Indonesia, Mereka akan menetap sementara waktu di Indonesia.


Mereka benar-benar bahagia karena akan segera menjadi Oma dan Opa.