MENANTU

MENANTU
EMPAT PULUH TIGA



Sonya yang sedang menikmati keindahan negeri sakura, menikmati dingin salju yang turun saat itu.


Sudah hampir 2 minggu lama nya Sonya berada di Jepang, dari hasil pemeriksaan Sonya di nyatakan subur dan sehat. Hanya saja belum mendapat rejeki untuk memiliki momongan.


Lusa Sonya akan kembali ke Indonesia, Ia sudah membeli banyak oleh-oleh untuk orang yang di kasihinya, termasuk Rino.


Sonya akan mengirimkan oleh-oleh untuk Rino dan mengirim kan file asli hasil pemeriksaan kesehatannya selama di jepang.


*


Sementara hubungan Delima dan Frans semakin mesra, usia mereka hanya terpaut 3 tahun. Delima memang lebih tua di bandingkan dengan Frans. Namun perbedaan usia tak menjadi jurang pemisah bagi Mereka.


Desas desus rencana pernikahan Mereka telah menyebar seantero perusahaan. Banyak yang mengatakan cinta lokasi, namun Delima dan Frans hanya menanggapi nya dengan senyuman.


Acara lamaran akan di gelar Sabtu nanti menunggu kepulangan Sonya. Mereka ingin sahabat nya menyaksikan acara lamaran tersebut.


*


Sementara Rino yang sudah tidak bekerja lagi kini menghabiskan waktunya di rumah hanya dengan melukis, Rino memang bisa melukis, tapi hal tersebut sudah lama sekali tidak Ia geluti.


Selain terapi, melukis dapat mengisi hari-hari nya yang sepi tanpa kehadiran Sonya.


*


Rino sudah menuruti keinginan Mamanya untuk bercerai dengan Sonya, namun Rino menolak untuk menikah lagi, apapun alasannya, baginya tanda bakti pada Mamanya sudah selesai karena Ia kini sudah bercerai dengan Sonya meski secara agama. Tinggal menunggu surat resmi cerai dari pengadilan agama.


**


Meski sudah bercerai Rino masih menanyakan keadaan Sonya melalui pesan, karena tidak mungkin Rino menelpon Sonya, Rino sendiri tidak dapat berbicara.


* Bandara *


Sonya masih menunggu untuk masuk ke dalam pesawat lalu terbang di angkasa luas menuju Indonesia tercinta.


Saat Sonya tengah duduk menunggu, ada sosok Laki-laki tampan, kulitnya tidak terlalu putih, tinggi, bibirnya tipis dan merah, hidungnya mancung dan satu lagi matanya bening dan teduh.


Laki-laki itu celingak-celinguk mencari tempat duduk, matanya tertuju ke arah Sonya, ada tempat kosong persis di samping Sonya.


" Permisi Nona, boleh Saya duduk disini? " ucap Laki-laki itu.


" Silahkan, " Sonya tersenyum pada Laki-laki itu.


Lama menunggu akhirnya Mereka memasuki pesawat juga, tenyata Laki-laki itu tujuannya sama ke Indonesia, saat Sonya duduk Laki-laki itu pun duduk persis di sampingnya.


Mereka saling menatap hingga Laki-laki itu menyapa dan mengulurkan tangannya.


" Hai Nona, nama Ku Haikal, boleh kah Kita berkenalan? " ucap Laki-laki itu tersenyum manis yang makin menambah nilai ketampanannya.


" Hai juga, namaku Sonya, " ucap Sonya dengan senyuman manis nya yang semakin bertambah nilai kecantikannya.


Mereka akhirnya ngobrol, berbicara tentang keseharian Mereka, Haikal ternyata seorang dokter spesialis jantung, Ia baru pertama kali ke Indonesia, karena sejak kecil Ia tinggal di Jepang bersama kedua Orang Tuanya dan kedua Adik kembarnya Nizha dan Nizhi. Ayahnya warga negara Jerman sedangkan Ibunya warga negara Indonesia.


Kedua Orang Tuanya berprofesi sebagai dokter, dokter spesialis jantung juga. Haikal lahir di Indonesia namun di besarkan di Jepang.


Ia pulang ke Indonesia karena Ia di terima sebagai dokter di rumah sakit yang sangat terkenal di Jakarta.


Setelah menyudahi obrolan Haikal meminta no ponsel Sonya, Sonya pun memberikannya dan bejanji akan membantu Haikal untuk mencarikan apartement yang tidak jauh dari rumah sakit yang Ia sebutkan.