
Setelah melaksanakan shalat magrib Sonya bersiap-siap menuju tempat yang sudah di tentukan oleh dokter Ferdian.
Sonya menggunakan dress 3/4 di bawah lutut, motif bunga aster berwarna nude, menambah kesan anggun.
Hanya dengan sapuan bedak tipis dan lipstik berwarna peach. Membuat wajahnya semakin cantik natural.
*
Taxi yang di pesan Sonya sudah datang, Ia pun bergegas pergi. 30 menit berlalu Sonya sudah tiba di sebuah cafe dan resto bernuansa modern etnik, ternyata dokter Ferdian sudah memesan tempat Mereka akan bertemu.
Seorang pelayan menyampaikan pesan, " Nona bisa memesan makanan ataupun minuman lebih dulu? "
Sonya pun memesan jus strawberry.
Saat akan menuju tempat yang sudah di pesan, Sonya melihat ada toko semacam galeri yang menyediakan bermacam-macam barang-barang dan aksesoris.
Sonya pun tertarik untuk masuk ke galeri tersebut. Sonya asik melihat barang-barang yang terpajang di etalase hingga tertarik membeli beberapa barang.
Masih sekitar 15 menit lagi, mata Sonya melihat alroji di tangan kanannya.
" Buuuug..... Awww " Sonya mengelus keningnya terasa sakit karena sudah menabrak sesuatu.
" Maaf Nona, Saya tidak sengaja " tangan Pria yang sudah menabrak di tangkupkan tanda meminta maaf.
" Iya gak papah, " Sonya segera menuju Kasir untuk membayar barang-barang yang sudah di belinya.
Sementara Oria yang menabraknya masih berdiri terpaku menatap bidadari cantik yang sudah di tabraknya.
" Mimpi apa gue tadi sore, kok bisa ketemu bidadari tanpa sayap! " ucap dokter Ferdian berbicara sendiri.
Setelah membayar ke Kasir Sonya kembali ke cafe menuju meja yang telah di pesan dan duduk, keningnya masih terasa sakit, Ia pun minum jus strawberry yang baru saja di antar seorang Pelayan.
**
Sonya mengambil ponsel membalas pesan dari Kak Del dan Frans yang sudah sangat merindukannya.
Dokter Ferdian pun menuju meja yang telah Ua pesan, saat tiba di meja tersebut, dokter Ferdian sejenak terdiam karena sosok bidadari tak bersayap kenapa duduk di meja yang telah Ia pesan.
" Selamat malam, " ucap dokter Ferdian.
Tangan dokter Ferdian menyambut jabat tangan Sonya " Iya Aaya Ferdian " dengan senyum termanis dan gaya cool nya.
" Sonya Istrinya Rino, pasien yang sedang di rawat Anda dokter " Sonya tersenyum tipis semakin membuat jantung dokter Ferdian berdebar tak menentu.
" Silahkan, panggil Saya Ferdian saja, "
Setelah kekakuan beberapa saat, Mereka akhirnya berbincang mengenai keadaan Rino saat ini, sampai pada kemungkinan terburuk yang mungkin bisa terjadi.
Ada linangan air mata yang tertahan di sudut mata Sonya. Dokter Ferdian yang melihatnya jadi merasa bersalah, namun mau bagaimana lagi, Ia harus mengatakan semuanya. Dokter Ferdian juga berjanji, akan membantu Sonya agar bisa bertemu dengan Rino.
***
Saat Sonya akan pamit pulang, tiba-tiba Noa muncul bersama seorang Perempuan cantik, berhijab sangat anggun sekali.
Noa menghampiri dokter Ferdian, Mereka saling berpelukan karena sudah lama sekali tak bertemu.
" Maaf Kita terlambat, tadi Anjela ada kelas tambahan, " ucap Noa.
" Waahh, udah jadi hijaber nih? keren, " dua jempol di acungkan dokter Ferdian.
" Alhamdulillah, baru tahap belajar Kak, " ucap Anjela.
" Oh iya kenalin ini Sonya, yang tadi Saya ceritakan, " ucap Noa.
Sonya dan Anjela saling berjabat tangan.
" Sonya, Kamu cantik sekali perfect, " ucap Anjela.
" Masya Allah, justru Kamu yang sangat cantik, anggun dan muslimah, " jawab Sonya memuji.
" Udah gaj usah berantem kalian berdua sama-sama cantik, " ucap Ferdian
" Mas bro, jangan memuji milik Orang ya! " ucap Noa.
" Tapi kan yang atu baru mau akan jadi milik Orang! "
" Hahaahaa....", Noa dan dokter Ferdian tertawa bersama. Sementara Sonya dan Anjela saling berpandangan tertawa kecil melihat dua Laki-laki di hadapan Mereka.