MENANTU

MENANTU
127



Pernikahan yang di nanti-nanti kan pun tiba, bak seorang Raja dan Ratu, Nino dan Nina tampil sangat cantik dan sangat tampan rupawan.


Suasana yang hangat, khitmad saat acara ijab kabul di laksana kan dengan satu tarikan napas yang tegas dan lugas, akhir nya Nino dan Nina resmi sebagai pasangan Suami dan Istri.


Rasa bahagia dan haru terpadu menjadi satu, Mama Sonya dan Ayah Rino sangat bersyukur di usia senja nya Mereka masih bisa melihat Putra nya menikah.


Pasangan Kakek dan Nenek yang hidup nya bahagia setelah melewati berbagai macam ujian kehidupan, menikah, bercerai lalu menikah kembali setelah sekian lama berpisah. Tidak mudah untuk kembali pada situasi seperti sekarang ini.


Mungkin ini lah yang di nama kan cinta pertama dan cinta sampai mati.


.


.


.


Seperti Pasangan Pengantin baru lain nya, Nino dan Nina menghabis kan malam pertama di salah satu hotel mewah yang sudah di pesan selama 3 hari untuk menikmati masa-masa indah sebagai Pasangan baru.


Ruangan yang sangat private, agar Nino dan Nina benar-benar rilex menikmati hanya berdua saja. Nino begitu lembut saat melaku kan penyatuan, karena Ia tak ingin menyakiti Nina, dalam hal ini pun Nino belum berpengalaman. Tubuh nya bagai tersengat saat pertama kali nya melakukan penyatuan.


Setelah hari ke tiga, Nino dan Nina seakan kecanduan, Mereka memilih melanjutkan masa bulan madu nya di hotel tersebut selama 3 hari ke depan. "Hmmm... baru tahu kan rasa nya nano-nano".


Mama Sonya menelpon Nino di hari ketiga, bertanya "apakah Nino akan pulang ke rumah? Atau akan melanjut kan bulan madu nya", dengan nada suara grogi Nino mengatakan "bahwa Ia dan Nina akan kembali ke rumah hari Minggu".


Mama Sonya sangat memaklumi nya, nama nya juga Penganten baru, masih penasaran dengan hal-hal baru yang baru bisa di rasa kan. Ternyata Nino dan Nina sangat serasi untuk masalah ranjang, dua-dua nya sama-sama agre**f dan ho*, awal nya memang malu-malu namun untuk selanjut nya, satu sama lain saling menggoda.


#Semoga langgeng pernikahan nya ya! Cepat di karunia Anak, selalu perhatian, mesra dan bahagia, hingga hanya kematian yang dapat memisah kan Mereka#


"Anda jangan mengancam Saya ya!" ucap Yovie dengan tegas.


"Jelas-jelas Kamu sudah merebut Suami


Saya, tapi masih saja gak mau ngaku!"


"Suami! Siapa nama Suami Anda?"


"Jimmy Andrian"


"Haaa....Siapa pulak itu?" Yovie tiba-tiba saja merubah dialeg nya seperti Orang Sumatera


"Pura-pura gak kenal Kamu"


"Bener Bu, Saya gak kenal, gimana kalo Ibu tunjukin foto nya!"


"Niiih" Wanita itu menunjuk kan foto Suami nya yang ada di ponsel nya


"Astagaah ini mah, Pak Dani, mari Bu ikut Saya", Yovie pun mengajak Wanita itu mengikuti nya, saat tiba di ruangan khusus Tamu, Yovie menyuruh masuk Wanita itu ke ruangan yang tertutup rapat pintu nya.


"Silah kan masuk saja Bu, Suami nya ada di dalam", lalu dengan langkah ringan dan santai Yovie melangkah menuju ruang kerja.


"Haaa... Mimpi apa Aku semalam di kira Pelakor, amit amit amit dah "