
Karena tak mau berdebat kusir terlalu lama, akhirnya di putuskan Sonya dan Rino akan bercerai setelah Rino sadar dan pulih dari komanya.
Karena untuk apa mempertahankan rumah tangga yang sudah tidak sehat karena campur tangan Orang Tua.
Sonya yang tadinya tak ingin bercerai dengan Rino, pada akhirnya memutuskan untuk bercerai karena sudah tak sanggup lagi mendengar cacian dan hinaan dari Mama Mertua nya.
*
Setelah pertemuan Keluarga selesai, Mami meminta Sonya untuk pulang ke Bandung. Namun Sonya menolak karena saat ini status Sonya masih Istri sah Rino.
Papi pun mengijinkan Sonya tetap menemani Rino sampai Ua sadar dari komanya.
Mami memutuskan untuk tetap berada bersama Sonya. Sementara Papi, Kak Del dan Frans akan pulang ke Bandung malam nanti.
**
Tiba-tiba ponsel Sonya berdering dokter Ferdian menghubungi Sonya karena kondisi Rino tiba-tiba kritis, Sonya pun bergegas menuju rumah sakit di temani Mami.
Sementara Papi, Kak del dan Frans akan segera menyusul ke rumah sakit.
Tiba di rumah sakit Sonya langsung menghampiri duduk di sebelah Rino memengang jemari tangannya.
Kondisi Rino yang semula kritis tiba-tiba berangsur-angsur normal kembali.
Mami mengusap lembut kening Menantunya itu, jauh di dalam relung hati Mami, Ia tak ingin Rino dan Sonya bercerai.
Mami sudah menganggap Rino seperti Anak sendiri. Setelah kondisi Rino stabil kembali dokter Ferdian mengajak Sonya berbicara di ruangannya, akan ada kemungkinan-kemungkinan setelah masa kritis tadi.
Dokter Ferdian mengatakan dalam waktu 24 jam ini Rino akan sadar atau akan koma seperti ini dalam waktu yang sangat lama.
Untuk itu dokter Ferdian meminta Sonya untuk menemani Rino selama 24 jam ini.
***
Meminta kepada Keluarga Rino untuk tidak melakukan komunikasi dan interaksi di masa-masa kritis ini.
Papa Rino menyetujui semua yang dikatakan dokter Ferdian, Papa Rino meminta Mas Rifat untuk mengantar Mama pulang.
Untuk malam ini biar Papa yang menjaga Rino.
Karena jadwal penerbangan ke Bandung jam 21:00 WIB Papi, Kak Del dan Frans akhirnya pamit pulang.
Mami pun pulang ke tempat kost Sonya karena Sonya harus menemani Rino.
Sebelum pamit Papi berdoa semoga ada ke ajaiban untuk kesembuhan Menantunya.
****
Sementara Mami yang sendirian berada di kamar kost Sonya berpikir kenapa selama ini Sonya tidak pernah menceritakan perihal rumah tangganya, apalagi perlakuan Mama Mertuanya yang sangat kasar dalam bertutur kata.
Hati seorang Ibu pasti akan sangat terluka jika tahu Anaknya disakiti walau hanya dengan kata-kata.
Mami membentangkan sajadah, melantunkan ayat-ayat suci Al_Quran untuk menentramkan hatinya yang sedang terluka. Linangan air mata tak henti-hentinya menetes, karena menyesali akan ketidaktahuan bahwa Putri selama ini menderita batinnya.
Setelah hati Mami lebih nyaman, Mami merebahkan tubuhnya dan tak lama Mami tertidur.
Sementara pesawat yang akan di tumpangi Papi, Kak Del dan Frans baru saja landing, karena tak membawa barang-barang ketiga langsung berpencar, pulang ke rumah masing- masing. Karena besok pagi sudah kembali ke aktivitas masing-masing yaitu kerja kerja dan kerja, dalam perjalanan pulang ke rumah Kak Del tak kuasa menitik kan air mata.
Rasanya sakit mendengar kata-kata yang di ucapkan oleh Mama Rino.
" Aku semakin takut untuk menikah, bagaimana kalo Aku mendapatkan Mertua seperti Mama Rino, lebih baik Aku Perawan Tua selamanya, " kata-kata itu yang ada di pikiran Delima.