
" Baiklah Kita mulai saja ijab kabul pernikahan ini, Saudara Rino Anda sudah siap? " Tanya penghulu nikah.
" Bismillah, Saya sudah siap Pak "
" Alhamdulillah, baik Kita mulai sekarang "
Saat Penghulu nikah memulai dan membimbing dengan membaca dua kalimah syahadat, Rino mengucapkan dua kalimah syahadat dengan fasih, tegas tanpa bergetar.
Namun tanpa di duga, seketika tubuh Rino tersungkur di meja, matanya terpejam, sontak suasana menjadi ramai dan kacau, Sonya langsung mendekati tubuh Rino.
Namun di dorong oleh Mama Mertuanya, " kau apakan Rino, Istri mandul? "
" Sudah Ma, sudah, " ucap Papa Rino.
" Kalau terjadi apa-apa dengan Rino, Kamu tanggung akibatnya "
Penghulu nikah meminta agar Rino, segera dibawa ke rumah sakit, karena nadinya masih ada.
Ranti menangis dan berteriak sejadi-jadi nya. Kedua Orang Tuanya pun membawa Ranti kedalam rumah.
Sonya yang masih dalam posisi tersungkur belum bisa bangkit karena merasa kepalanya sangat pusing.
Melihat Sonya yang masih dalam keadaan tersungkur, seorang Nenek-nenek membantunya untuk duduk, namun Sonya berkata " Maaf Bu kepala Ku pusing, tolong biarkan Saya begini "
Mendengar kata-kata Sonya, Nenek Tua itu, dengan perlahan memijat bagian leher Sonya.
Beberapa menit kemudian pusing yang di rasa Sonya berkurang, Ia kemudian duduk, dan entah kenapa Ia langsung memeluk erat tubuh Nenek-Nenek yang telah menolongnya.
Sonya menangis sejadi-jadinya, Ia tak sadar bawah keningnya berdarah, hingga kebaya putih Nenek yang di peluknya terkena darah.
Laki-laki itu memberikan segelas minuman, " minumlah, maaf Aku telah lancang menyentuh kening Mu? "
" Tidak apa-apa, Saya yang berterima kasih, karena Anda sudah menolong Saya "
" Ini Cucu Saya, Noa namanya, " ucapa Nenek yang sedari tadi memeluk Sonya.
*
Sementara di tempat lain, Rino sedang dalam keadaan kritis, tidak ada indikasi keracunan, seperti tuduhan Mama Rino.
Dokter juga sudah menjelaskan secara rinci dan detail penyebab Rino mengalami serangan jantung yang mengakibat kan hilang kesadaran yang berujung pada koma.
Akibat stres, beban pikiran yang berat, tekanan batin yang sangat tinggi. Membuat tubuh Rino lemah hingga pada titik akhir otak dan jantungnya mengalami penyumbatan. Mama Rino hanya terdiam, mendengar penjelasan dari dokter. Dalam hatinya Ia tetap menyalahkan Sonya, pembawa sial dalam hal ini.
**
Setelah merasa lebih baik dan rasa pusingnya berkurang, Sonya bertanya kepada Orang Tua Ranti mengenai Rino.
Papa Ranti pun memberi tahu di mana Rino saat ini berada. Saat Sonya akan pergi ke rumah sakit Nenek dan Cucu Laki-laki nya menawarkan akan mengantar Sonya, Sonya menolak karena khawatir akan merepotkan.
Papa Ranti pun akhirnya menjelaskan pada Sonya kalau Nenek yang akan mengantar Sonya adalah Buleknya, Adik dari Ibu nya Papa Ranti. Akhirnya Sonya mau di antar ke rumah sakit.
Kedua Orang Tua Ranti sangat malu dengan kejadian ini, banyak para undangan mencibir Mereka, apalagi tahu kalau Rino telah di paksa untuk menikahi Ranti.
Kedua Orang Tua Ranti jadi merasa iba dengan Sonya yang di perlakukan semena-mena oleh Mama Mertuanya.
Mereka juga akan membatalkan pernikahan Ranti dangan Rino, karena Mereka juga tak mau Putri kesayangan nya akan di perlakukan yang sama seperti Sonya.