MENANTU

MENANTU
103



Seorang pasien baru saja selamat dari maut yang mengancamnya. Dokter yang tak lagi muda baru saja menyelamatkan nya.


Kecelakaan tunggal hampir menewaskan Enzo yang kini terbaring di RS. Puspita, Mama Fenita bergegas menuju rumah sakit, setelah mendapat telpon dari pihak kepolisian yang mengatakan bahwa Putra nya mengalami kecelakaan tunggal.


Mesca yang saat itu sedang membantu packing pesanan di mini resto bergegas menuju rumah sakit di antar oleh Nayaka.


Sampai di rumah sakit Mesca dan Nayaka langsung menuju ruang UGD, Perawat meminta Mesca dan Nayaka untuk mengurus administrasi dan bertemu dengan dokter. Mesca yang akan menemui dokter sementara Nayaka yang akan mengurus administrasi.


" Selamat siang dok, " ucap Mesca saat menemui dokter yang telah menyelamatkan Enzo.


Dokter itu terdiam cukup lama memandang wajah Mesca yang sangat mirip dengan seseorang di masa lalunya " Dok " seorang Perawat memanggil.


" Baik silahkan duduk Nak " entah kenapa Ia menyebut kata Nak pada Gadis muda didepannya.


" Terima kasih dok " jawab Mesca.


Setelah mendengar penjelasan dokter yang ternyata kata-katanya sudah di rekam oleh Mesca di ponselnya. Mesca segera keluar dari ruangan dokter. Enzo akan di pindahkan ke ruang perawatan setelah siuman. Mesca pun berjabat tangan dengan dokter tersebut. Mesca melihat name tag yang tertera di jas yang di pakai dokter itu DR. Garda Kesuma.


Nayaka baru saja menyelesaikan administrasi, Ia bertemu dengan Mama Fenita dan segera menuju ruang UGD. Tak lama Mesca datang ke ruang UGD. Perawat meminta Mama Fenita, Nayaka dan Mesca menunggu di luar saja.


Mama Sonya, Tante Sarah, Sofie yang mengetahui Enzo kecelakaan berniat akan ke rumah sakit, tapi di larang oleh Mama Fenita karena nanti malah merepotkan. " Tunggu saja di rumah para Bumil ya, doain aja Enzo segera siuman. " Mendengar Mama Fenita berkata begitu ketiga nya malah menangis secara akapela. Ayah Rino yang baru saja tiba langsung menenangkan ketiganya.


Setelah 3 jam berlalu akhirnya Enzo siuman, Enzo lalu di pindahkan ke ruang perawatan, dan saat visit dokter untuk memeriksa keadaan Enzo, Mama Fenita sangat terkejut ternyata dokter yang telah menyelamatkan nyawa Anak nya adalah Laki-laki yang telah melukai hatinya. Dia Garda ya Garda.


Dokter Garda bersikap profesional saat tahu ternyata pasien yang sedang dalam perawatannya adalah Anak dari Mantan Istrinya. Mama Fenita bertanya bagaimana kondisi Anak nya saat ini? dokter Garda pun menjelaskan secara detail.


Dokter Garda sebenarnya ingin berbicara dengan Mama Fenita, namun melihat Mama Fenita yang seolah tak mengenalnya. Dokter Garda pun mengurungkan niatnya. Ternyata rasa sakit dan luka itu masih terasa, meski sudah puluhan tahun lamanya.


Mesca yang sedari tadi memperhatikan Mamanya, tiba-tiba spontan bertanya " Mama mengenal dokter Garda? "


" Hmmm... hanya tau namanya saja "


" Tapi Ia menyebut nama panggilan Mama! Fe, "


" Mungkin hanya kebetulan saja sayang, " Mama Fenita mengecup puncak kepala Mesca.


" Mesca pulang duluan saja sama Kak Nay, malam ini yang jaga Kak Moula dan Mouli karena besok Mereka masuk shift sore "


" Baik Tante Fe, Nay dan Mesca pulang duluan ya kalau gitu " kedua lalu memeluk dan memcium punggung tangan Mama Fenita. Sementara Enzo sudah tertidur lagi, mungkin karena pengaruh obat.


Kenapa harus Garda yang menyelamatkan Enzo. Besok Aku harus menemuinya Aku tak mau Dia mengungkapkan jati dirinya pada Anak-anak.