MENANTU

MENANTU
EMPAT PULUH ENAM



Hari ini dokter Haikal sudah mulai bekerja di rumah sakit, Ia menempati ruangan dokter yang di peruntukan untuk nya dan asistennya.


Wajahnya sangat sumringah menatap ruangan yang sangat Ia sukai desain interiornya.


Suara ketukan pintu " tok tok, " seorang Perawat berwajah sendu tapi manis, masuk ke dalam ruangan dokter Haikal.


" Permisi dok, maaf jika menganggu! perkenalkan nama Saya Gina asisten dokter saat ini, " Gina sambil menunduk, menganggukan kepalanya.


" Haikal, silahkan duduk Gina, " Mereka pun akhirnya berbincang - bincang mengenai sistem dan peraturan kerja di rumah sakit ini, meskipun Haikal sudah mengetahui lewat data kontrak yang telah Ia sepakati dengan kepala bagian rumah sakit.


*


Pasien pertama hari ini sepasang Suami Istri yang sama-sama mengidap penyakit jantung. Beliau berdua tampak terpukau dengan pesona dokter Haikal yang sangat ramah.


" Andai saja Saya masih Gadis? " ucap Teresa sambil mengedipkan matanya pada Suaminya Opa Rama.


" Sudah pasti Kau menolak pinangan Ku saat itu, " ucap Opa Rama sehingga Mereka tertawa bersama, suasana hangat tercipta di ruangan dokter Haikal.


" Hai Nona Gina jangan hanya tersenyum, wajah cantik Mu tertutupi oleh wajah sendu Mu, " ucap oma Terasa menggoda suster Gina.


" Heheheee, Oma Teresa bisa aja, " jawab Suster Gina sambil tertawa tapi di kesannya di paksakan.


" Nah begitu lebih baik nona Gina, tapi akan lebih baik jika tertawa nya tidak di paksakan seperti itu! " ucap Opa Rama.


" Haaahaaaa, " akhir nya suara tawa membahana di ruangan dokter Haikal.


**


Sudah jam 5 sore tanpa terasa hari ini sudah ada 30 pasien yang berkonsultasi dengan dokter Haikal, rata-rata para Manula, tapi ada juga Pasien Remaja dan Anak-anak.


Suster Gina sudah bersiap-siap akan pulang, namun dokter Haikal memanggil nya.


" Gina, bagaimana kalau Kita makan dulu sebelum pulang? " ucap dokter Haikal.


" Anggap saja ini perayaan karena Kita bekerja dalam satu tim, " tangan dokter Haikal dengan cepat menggandeng tangan Suster Gina.


" Baiklah kalau begitu, " Gina mulai melepaskan pegangan tangan dokter Haikal karena banyak pasang mata melihat Mereka yang tampak begitu dekat, padahal baru satu hari bekerja.


" Kita makan di mana Gina? Kamu yang pilihin ya, Aku belum tau dimana tempat makana yang enak, "


" Baiklah dokter, "


" Panggil saja Aku kakak atau nama pun tak apa, Kita kan sudah bebas jam kerja, "


" Baiklah Kak, "


Mereka pun pergi sebuah resto yang tak jauh dari rumah sakit, dengan mengendarai skuter milik Gina, jantung Haikal berdebar kencang saat bagian dada Gina tanpa sengaja menyentuh punggungnya saat tiba - tiba ada mobil di depan Mereka yang tiba-tiba berhenti mendadak.


" Amazing, Aku merindukan dua bagian terindah yang hanya di miliki kaum Wanita, " pikiran kotor mulai meracuni isi otak mesum Haikal.


Lima belas menit beralu, Mereka pun tiba di depan sebuah resto yang desain nya ala jepang, tapi disini menyediakan hampir semua masakan indonesia.


Haikal memesan sup kambing dan sate kambing, sementara Gina memesan ikan gurame bakar beserta lalapannya.


Sambil menunggu Haikal dan Gina berbincang-bincang mengenai kehidupan pribadi Mereka, ada angin segar karena Gina baru saja di putuskan oleh kekasihnya.


Haikal tersenyum bahagia, ada harapan Ia bisa lebih dekat dengan Gina, karena sejak pertama kali bertemu dengan Gina ada debar - debar aneh di bagian jantungnya. Dokter jantung bisa periksa jantungnya sendiri gak ya?


**Salam hangat untuk para readers yang baik hati, mohon dukungan nya vote, like dan komentar ya.


Biar Aku makin semangat UP nya.


Makasih 🙏😘**