MENANTU

MENANTU
EMPAT PULUH SEMBILAN



Dokter Ferdian pun mengajak Sonya mampir ke rumah Adiknya Fiona yang baru saja menikah.


Ternyata Sonya akan bertetangga dengan Adiknya dokter Ferdian.


Fiona rupanya dokter umum, Ia baru beberapa bulan mendapat gelar dokter, menikah lalu di terima bekerja salah satu rumah sakit swasta di Bandung.


Cukup lama ngobrol, akhirnya Sonya pamit, dokter Ferdian bertanya pada Sonya apakah Ia boleh mampir ke rumah Sonya? Sonya menjawab " tentu saja boleh ".


pov dokter Ferdian.


Jantungku berdetak lebih kencang saat melihat sosok Perempuan dari jarak pandang yang begitu dekat. Aku masih mengenali sosok Perempuan cantik, anggun dan seksi itu.


Sonya Istri dari seorang Pasien yang pernah Aku rawat. Tapi kenapa sekarang Sonya berada di Bandung bukankah Suaminya masih berada di Solo.


Apakah Sonya dan Rino telah berpisah? seingat Ferdian saat itu, salah satu penyebab Rino mengalami koma adalah Rino dipaksa menikah lagi oleh Mamanya danRino juga harus menikahi Perempuan pilihan Mamanya.


*


Andai saja Sonya sudah berpisah dari Rino, ada peluang untuk Ku mendekati Sonya.


Wajah Ferdian tampak sumringah, senyuman manis tersungging dibibirnya, Fiona yang memperhatikan Kakaknya sedari tadi jadi bertanya-tanya.


" Kak, mikirin apa sih? " Fiona menepuk bahu Ferdian.


" Aah Kamu Fi, ganggu aja, " Ferdian mencubit hidung Fiona.


" Sakit tau Kak! "


" Fi, seperti nya Kakak terima tawaran dari dokter Bram "


" Whaaat! " Fiona tampak kaget " tadi pagi bilangnya gak mau, gimana sih Kakak, ooh jangan-jangan karena ada Kak Sonya ya? cie....cieee, " Fiona jingkrak-jingkrak menggoda Kakaknya.


" Stttt.... Anak Kecil, sok tau "


" Aku bukan Anak Kecil lagi Kak, Aku udah menikah, " raut wajah Fiona berubah cemberut. Ferdian pun mengacak-acak rambut Adik nya.


" Iya Adikku sayang "


**


Awalnya Ferdian akan menolak tawaran Bram, namun setelah bertemu dengan Sonya, keputusannya langsung berubah.


Ferdian akhirnya menemui Bram di kliniknya, awal bulan ini klinik akan di resmikan dan langsung dibuka untuk umum.


Bram sangat senang sekali karena Ferdian mau di ajak kerjasama.


Lusa Ferdian akan pulang ke Solo, tapi sebelumnya Ia akan mampir ke rumah Sonya.


Kalau jodoh tak kan kemana, selagi ada kesempatan maka berusahalah. Jangan takut penolakan, jangan takut kecewa pula, dari pada mati penasaran lebih baik mencoba.


***


Sonya baru tiba di rumah, Mami, Papi dan Raffael sedang menonton televisi di ruang keluarga.


Sonya pun bergabung, ikut nonton bersama, Mereka saling cerita, bercengkrama satu sama lain. Suasana hangat sangat terasa di Keluarga ini.


Karena mengantuk, Sonya pamit ke kamarnya untuk tidur siang, padahal Sonya belum sarapan pagi. Tapi perutnya sudah berasa kenyang karena sudah minum susu tadi pagi.


Saat Sonya tertidur pulas, ada pesan singkat masuk dari Ferdian.


# Nanti malam Aku ke rumah Mu #


***


Ferdian saat ini sedang menikmati siomay bandung sambil memandang pepohonan yang rindang, angin sepoi-sepoi, terasa sejuk dan nyaman sekali.


Apalagi jika ditemani kekasih hati, khayalan tingkat propinsi. Ferdian pun tertidur di kursi santai, sepertinya Ia lelah namun tetap bersemangat demi mengejar masa depannya.


Fiona yang mendapati Kakaknya tertidur, ingin membangunkan Kakaknya, namun di cegah oleh Suaminya yang baru saja pulang, mengendong sambil mencium bibir Fiona agar tidak bersuara.


" Kita buat Ponakan untuk Pakde Ferdian yuk!" ucap Garda Suami Fiona.