
Sejak Nino menghadiri acara pertunangan Serlie, wajah dan tatapan mata Serlie selalu terbayang-bayang di pelupuk mata Nino. Sesuatu perasaan yang tak seharusnya Ia rasakan. Selain Usia Serlie yang terpaut 5 tahun di atas Nino, Serlie juga sudah bertunangan.
Pernikahan Serlie pun tinggal 4 bulan lagi. Serlie yang berprofesi sebagai dokter gigi di salah satu rumah sakit terbesar dan ternama di Bandung, Serlie adalah sosok Wanita yang cerdas dan mandiri.
Ingin rasa nya Nino terlahir lebih dulu jauh sebelum Serlie terlahir ke dunia, kata-kata picisan yang sedang terpikirkan oleh Nino saat ini. Bukan suatu kebetulan hari ini Nino sengaja mendatangi rumah sakit tempat Serlie bekerja, Nino mendaftar kan diri sebagai salah satu pasien dengan keluhan gusi yang sering mengalami ngilu.
Saat pemeriksaan Serlie belum menyadari kalau Nino adalah Anak dari Teman Papanya.
"Gigi nya dalam kondisi baik dan sehat, selain ngilu apa yang sering Anda rasakan?" tanya Serlie.
"Berdebar", spontan Nino menjawab
"Berdebar!" ucap Serlie sedikit kaget
"Maaf... maaf maksud nya senut-senut", Nino buru-buru beralibi
"Baik, Saya akan kasih kumur, jika masih terasa ngilu dan senut-senut, Anda bisa datang untuk konsultasi"
"Boleh minta no ponsel nya dok?"
"Untuk apa?"
"Untuk.konsultasi?"
"Gak perlu Anda bisa datang langsung ke rumah sakit, ini resepnya, terima kasih, semoga lekas sembuh", Serlie mengakhiri pembicaraannya.
"Owh iya, terima kasih Nino"
"Kembali kasih dok", Nino buru-buru keluar dari ruang dokter, sementara Serlie geleng-geleng kepala mendengar jawaban Nino.
Hari-hari berlalu begitu cepat, Nino dengan segala upaya nya kini telah mendapatkan no ponsel Serlie, bahkan sudah pernah sekali mengantar Serlie pulang ke rumah. Bukan Nino nama nya kalau tidak berhasil mendapatkan keinginan nya.
Pernikahan Serlie pun tinggal menunggu beberapa minggu lagi, hati Nino mulai gundah gulana, karena dari pengakuan Serlie, Serlie sangat mencintai dan mengagumi tunangan nya. Bahkan Serlie sudah tidak sabar ingin segera menikah dengan tunangan nya. Hubungan Nino dan Serlie sudah sangat dekat layak seorang Adik dan Kakak.
Meski terkadang Nino sering memberikan pujian dan rayuan, namun Serlie hanya menganggap Nino hanya sekedar bercanda. Nino berusaha mengambil celah, namun belum ada kesempatan untuk mengutarakan isi hati nya. Hingga pada suatu sore di tengah gerimis Nino mengutarakan semuanya pada Serlie, Serlie menanggapi nya dengan santai dan sangat dewasa.
"Mungkin Kita tidak berjodoh di dunia ini, karena jodoh Ku ya Tunangan Ku saat Ini" ucap Serlie sambil.tersenyum lepas.
"Maaf jika kata-kata Ku, telah membuat Mu kecewa"
"Aku tidak kecewa Nino, hanya saja semua nya telah terlambat, tapi Kita masih berteman kan? meski Aku tak menerima Mu, tapi Aku menerima cinta Mu"
"Terima kasih"
Kedua nya saling berpelukan, sore itu terakhir kali nya Nino bertemu dengan Serlie. Nino juga mengantarkan Serlie ke rumahnya.
Namun di pagi harinya, ada kabar yang sangat mengejutkan Serlie meninggal dunia karena kecelakaan. Serlie tewas di tempat kejadian. Mobil yang di kendarai Serlie bertabrakan dengan mobil ekspedisi angkutan barang. Dunia seketika menjadi gelap saat Mama Sonya memberi kabar pada Ayah Rino saat Nino sedang sarapan, karena pagi ini ada jadwal kuliah. Nino terdiam sejenak kemudian Ia kembali masuk ke dalam kamarnya.
"Tuhan apa semua ini salah Ku, Aku rela Ia tak bisa jadi milik Ku, tapi tolong jangan Kau ambil Dia", Nino menangis pilu. Sementara Mama Sonya yang sedari tadi mengikuti Nino, mendengar semua apa yang di katakan Nino, air mata nya pun menetes, Ia baru tahu kalau Nino mencintai Serlie.