
Hari berganti hari Bulan berganti Bulan, hingga akhirnya pergantian tahun.
Sonya yang hanya memiliki Raffael sebagai Saudara Kandung tak mampu membendung air matanya, saat tiba-tiba sosok Adik yang Ia rindukan berdiri di hadapannya.
Pelukan erat rasanya tak ingin Ia lepaskan, Ia bagai mimpi tapi Ia tidak tertidur saat ini.
" Fael, Kakak sangat merindukan Mu, " sekali lagi di usap-usap wajah Adik Kecilnya yang sudah berubah menjadi Laki-laki tampan dan berkarismatik.
" Ya Kak, Fael juga sangat merindukan Kakak, " Mereka saling memeluk erat untuk melepas rasa rindu yang teramat sangat.
" Ayah, apakah Aku sudah boleh duduk kaki Ku pegal lama berdiri, " ucap Seorang Gadis mungil yang cantik.
Sonya baru tersadar sambil menghapus air matanya Ia berkata, " Maaf kan Bude, sayang telah membuat kaki Neina pegal ", Sonya lalu memeluk keponakan dan Adik Ipar nya.
Mengajak masuk ke ruang keluarga. Kebetulan di rumah Sonya hanya bersama Mba Tuti, hari ini olshop libur untuk pengiriman barang.
Setelah meletakkan barang-barang dan mandi Fael, Sarah, Rolland dan Neina, duduk kembali di ruang keluarga yang saat ini sudah tersedia bermacam-macam makanan khas Indonesia.
Rolland yang baru berusia 14 tahun akan menyelesaikan SMU nya di Kota Bandung, sementara Neina yang masih SD juga akan bersekolah di kota ini.
Ternyata Fael resign dari perusahaannya, Ia baru akan mulai bekerja di perusahaan yang baru pekan depan. Sarah memutuskan untuk tidak lagi bekerja.
Keputusan Fael dan Sarah pindah ke Indonesia karena ingin dekat dengan Kak Sonya.
Beruntung Fael di terima di perusahaan yang baru, lokasinya juga di Kota Bandung. Selama belum mendapatkan rumah baru Fael dan Keluarga akan menumpang di rumah Sonya.
Namun Fael tetap akan membeli rumah dan berjanji akan sering-sering menginap di rumah Sonya.
*
Sofie baru saja tiba di rumah, Ia kaget saat melihat Gadis Kecil yang sangat ceriwis, bertanya ini itu pada Mba Tuti. Sofie lupa kalau itu Adik Sepupunya.
Saat masuk ke dalam rumah, Sofie baru sadar bahwa Om dan Tante nya baru datang dari Belanda.
" Surprise , " ucap Sarah pada Sofie. Mereka saling berpelukan erat. Sofie juga memeluk erat Om nya Raffael, Ia sangat merindukan pelukan Seorang Laki-laki karena Ia sangat merindukan almarhum Papa Ferdian.
Malam pun telah tiba, Mereka makan malam bersama, Sonya yang memasak menu makan malam di bantu Mba Tuti.
Kebetulan Nayaka sedang mengikuti seminar di Jakarta lusa baru pulang ke Bandung. Arga dan Argi masih mengikuti program di AKMIL.
Suasana terasa hangat, aura kesedihan tampak mulai terkikis dengan kehadiran Fael dan Keluarga.
Kebetualan 2 Putri kembar Fenita yaitu Moula dan Mauli datang ke rumah, dua Gadis cantik yang seumuran dengan Sofie, memang sangat dekat dengan semua Anak-anak Sonya.
Mereka bahkan sering menginap. Ada satu lagi Anak Perempuan Fenita, Mesca namanya lebih cantik dari kedua Kakak Kembar nya, namun sayang nya Mesca sangat pendiam dan penakut, Ia tidak berani bertemu dan bicara dengan Orang yang belum di kenalnya.
Fenita sudah menikah lagi setelah 5 tahun lebih bercerai dengan Suami pertamanya, dari Suami kedua Fenita sudah memiliki dua Anak Kembar Laki-laki yang saat ini sudah sekolah di SMP. Enzi dan Enzo namanya.