
Setelah dinyatakan hamil 2 minggu oleh dr. Ana, hati Sonya dan Ferdian sangat bahagia.
Mulai besok Sonya tak lagi bekerja, Ferdian pun sangat menyetujui keputusan Sonya, kedua Orang Tua Sonya dan kedua Orang Tua Ferdian sangat bahagia mendapat kabar bahwa Sonya sudah hamil.
Kabar bahagia juga datang dari Fiona yang kini juga sedang hamil 1 minggu, wah bakalan seru nih, karena hamilnya bisa bersamaan. Jangan-jangan janjian juga pas bikinnya 🤣🤣🤣.
Lima bulan kemudian, Ferdian yang baru saja menutup tempat prakteknya, melangkah menuju kamar di lihat nya Sonya sudah tertidur pulas di sofa.
Ferdian lalu menggendong tubuh Sonya, membawa nya ke kamar lalu merebahkan di atas tempat tidur.
Ferdian lalu menutup pintu dan menguncinya, masuk ke kamar mandi untuk mencuci muka, entah kenapa rasa nya ingin sekali malam ini.
Miliknya tak bisa di ajak kompromi lagi, sudah menegang dan mengeras Sempurna, perlahan iya mencium kening Sonya, membuka perlahan kancing piyama Sonya, tampak tersembul dua bukit kembar yang indah, kini sudah berdiri kokoh seolah menantang untuk di jamah.
Perlahan tangan Ferdian mulai menyentuh dan memilin ujung bukit kembar yang ukuran nya semakin hari semakin besar.
Tak tahan lagi dengan hasratnya, Ferdian mulai menghisap dan menyesap kedua bukit tersebut perlahan, secara bergantian.
Sonya pun terbangun dengan aksi yang di lakukan Ferdian, tak ingin menolak perlakuan suaminya, karena sudah lama iya tak menjalankan tugas nya sebagai istri.
Suara mendesah Sonya membuat ***** birahi Ferdian semakin memanas. Kini milik nya sudah berada tepat di depan gerbang kenikmatan.
Menelusup perlahan hingga, ******* nikmat semakin memenuhi ruangan ini.
Sonya hanya bisa menikmati, hentakan lembut milik Ferdian. Sesekali lebih cepat temponya.
Tapi kali ini tak seliar sebelum masa kehamilan seperti saat ini. Ferdian menarik miliknya, ingin memuaskan Sonya lebih dulu baru iya akan melepaskan isi tabung miliknya.
Sonya menjerit tak kala cairan kenikmatan nya keluar membasahi gerbang inti miliknya.
Kini giliran Ferdian yang akan menyatukan kembali miliknya kepusat inti kenikmatan.
Terdengar erangan Ferdian menuntaskan birahi nya, kini iya merebahkan tubuh nya di samping Sonya.
" Memangnya haus? " tanya Sonya.
" Iya dong, aku haus akan belaian mu sayang, " mata Ferdian berkedip-kedip.
" Dasar lebaay iih , dokter mesum, " ucap Sonya sambil mencubit perut Ferdian dengan gemas.
" Awww... kebawah dikit dong! "
" Kaaaaakkk, " bertubi-tubi Sonya mencubit Ferdian kesegala arah tubuh.
" Ampuuun istriku, " dengan tangan tertangkup dua di atas kepala, seperti permohonan Rakyat jelata pada Raja nya.
Keduanya tertawa bersama merasa kekanak-kanakan dengan tingkah pola mereka berdua.
" Lihat lah istriku, tanda merah di perut ku, " Ferdian mulai mengoda Sonya lagi.
" Aduuh duuuh aduh, " Sonya tiba-tiba mengelus perut nya, iya merasa sangat kesakitan.
" Sayang kenapa perutnya? Ferdian segera berlari ke arah meja, hendak mengambil stetoskop untuk memeriksa keadaan Sonya.
" Hahaahaa, " Sonya tak kuasa menahan tawa nya, karena melihat Ferdian lari tanpa busana.
" Sayang gak lucu deh, aku beneran panik nih! " Ferdian duduk sambil mengelus dadanya.
" Udahan ah bercandanya, udah malem, aku ngantuk "
Ferdian lalu mengendong tubuh Sonya, membawa nya kekamar mandi, untuk membersihkan bagian intim Sonya.
Milik Ferdian sempat berdiri tegak kembali, namun iya tak tega jika harus melakukan penyatuan lagi dengan Sonya.
Sonya kini sudah tertidur, Ferdian kemudian mandi, lalu ikut tidur sambil memeluk tubuh Sonya.