
Kabar bahagia hari ini adalah Tante Sarah telah melahirkan Bayi Perempuan dengan berat 3 kg dan panjang 54 cm. Cantik persis sekali wajah nya dengan Tante Sarah.
Mba Tuti yang seharusnya melahirkan lebih dulu menjadi gelisah karena seharusnya Ia yang seharus nya melahir kan lebih dulu sesuai perkiraan dokter.
Wajah Tante Sarah sangat sumringah karena perut nya tak lagi besar sebab isi nya telah launcing dengan kondisi sehat dan sempurna. Tante Sarah melahirkan di Klinik Kasih Bunda, klinik peninggalan Almarhum Papa Ferdian.
Mama Sonya dan Sofie mengelus-elus perutnya karena beberapa bulan lagi Mereka juga akan melahirkan. Tingkah keduanya pun semakin manja. Beruntung Ayah Rino sangat perhatian. Berbeda dengan Yoan, sebagai Suami Yoan kurang perhatian dan kurang memanjakan Sofie.
Ketika akan meminta untuk penyatuan barulah Yoan bersikap manis dan perhatian. Sofie sering kali khawatir karena Yoan terlalu sering meminta untuk melakukan penyatuan, apalagi
Yoan sangat agresif dan sedikit kasar.
Beberapa kali Yoan di ingatkan doktet Indah agar jangan terlalu kasar saat melakukan penyatuan, sebagai seorang dokter harus nya Yoan lebih paham tentang hal-hal yang berhubungan dengan kesehatan dan keselamatan janin yang sedang di kandung.
Selama ini Sofie menyimpan sendiri kegelisahan dalam hatinya, Yoan termasuk kategori hyper ****. Sofie sangat kewalahan dalam meladeni nya. Meski sedang hamil Yoan hampir tiap malam dan tiap ada kesempatan meminta penyatuan.
Terkadang Sofie dapat menikmatinya, namun Sofie lebih sering merasakan ketakutan dan kecemasan saat melakukan penyatuan. Sofie pernah meminta Yoan untuk konsultasi dengan dokter spesialis, karena menurut Sofie intensitas dalam melakukan penyatuan sangat sering dilakukan.
Bagaimana jika nanti setelah melahirkan, sudah pasti dalam waktu 40 hari Mereka tidak dapat melakukan penyatuan.
Ternyata di luar sana, terutama di tempat kerja Yoan sangat membatasi hubungan dengan yang namanya kaum Wanita, Ia sangat menjaga jarak, dokter Yoan terkenal sangat tidak ramah dengan yang namanya kaum Wanita.
Dengan pasien Wanita pun, Ia hanya mau meladeni percakapan jika pasien Wanita nya sudah berumur dan Tua.
Asisten nya pun seorang Laki-laki. Dokter Yoan juga sangat menyadari kekurangan yang ada pada dirinya, Ia terlalu sensitif dan lib**o cepat naik. Untuk iti Ia sangat membatasi pergaulan dengan kaum Wanita.
Jika Ia selalu perhatian dan memanjakan Sofie, yang ada hasrat untuk melakukan penyatuan sangat mengebu-gebu setiap saat. Sayang nya Yoan belum berterus terang tentang hal ini pada Sofie.
* Semoga saja Yoan segera berterus terang pada Sofie agar hati Sofie tenang tidak berpikiran macam-macam, Author mah cuma bisa mendoakan 😁.*
*
Hari ini pengunjung mini resto sangat ramai, para Karyawan cukup kewalahan melayani para pengunjung dan pembeli secara online.
Mesca yang baru saja pulang dari kuliah langsung ke mini resto karena Nayaka butuh bala bantuan. Ada sedikit perubahan pada diri Mesca, biasa nya Ia selalu diam jika di goda dalam arti bercanda dengan kata-kata oleh Karyawan Laki-laki, tapi sekarang Mesca akan berkata dengan sangat tegas pada Karyawan tersebut " Ada waktu yang lebih tepat buat bercanda, bukan sekarang! " sorot matanya pun tajam tak bersahabat.
Sejak saat itu tak ada lagi yang berani bercanda dengan Mesca. Nayaka pun memperhatikan perubahan yang ada pada diri Mesca. Tapi Nayaka belum ada waktu untuk berbicara dengan Adik sepupu nya itu.