MENANTU

MENANTU
106



Sehari menjelang tahun baru, Nayaka dan Mesca sangat di sibukkan dengan berbagai persiapan. Keluarga besar akan berkumpul di mini resto saat malam pergantian tahun.


Kebetulan besoknya hari libur, suasana mini resto sangat meriah dengan hiasan pernak-pernik yang dipasang baik di dalam dan di luar mini resto.


Jam sudah menunjukan pukul 5 sore. Para karyawan mini resto saat ini sedang beristirahat setelah menyelesaikan persiapan untuk acara nanti malam.


Mini resto akan dibuka jam 20:00 wib atau lebih tepatnya jam 8 malam. Nayaka memang meminta para Karyawan untuk beristirahat, karena nanti malam Mereka pasti lelah melayani para pengunjung mini resto.


Kebanyakan para pengunjung sudah memesan tempat dari jauh hari, tetapi mini resto tetap menerima pengunjung jika masih ada tempat yang tersisa.


Semakin malam suasana semakin meriah, di tambah kehadiran 4 Bumil yang selalu menghebohkan jagat raya. Mereka bernyanyi dan berjoget ria tanpa menghiraukan perut Mereka yang sudah seperti balon udara. Mba Tuti menyanyikan lagu dangdut yang sangat populer pada zamannya.


* Para Penonton, Bapak-bapak, Ibu-ibu, Tante dan Om, Adik-adik, semuaaaaa nyaaaah *


* Jangan heran kalau Tuti sedang goyang rada panaaasss, radaa seeeksiiih, maaaaaafkan laaah *


* Aseeek tarik Mang.....*


Entah pada kesambet apa 4 Bumil bernyanyi dan bergoyang dengan penuh semangat. Padahal sebelumnya Mama Sonya, Tante Sarah dan Sofie sama sekali tak mengenal musik dangdut, tapi karena selama Mba Tuti bekerja dan selalu memutar musik dangdut di ponselnya 3 Bumil itu jadi mulai menyukai dangdut. Sementara Sofie yang memilih resign dari pekerjaan di rumah sakit ternama di Kota Bandung, kini kembali mengabdikan Diri di klinik peninggalan Almarhum Papa Ferdian. Sofie kini mulai kecanduan musik dangdut juga.


Ayah Rino dan Om Raffael merasa heran kenapa Istrinya senang bernyanyi dan bergoyang dangdut. Mungkin bawaan kehamilan, yang terpenting Mereka semua sehat-sehat.


*


Karena sudah hampir 2 jam Mereka menguasai panggung hiburan, akhirnya Nayaka meminta ke empat Bumil meninggalkan panggung karena Band yang akan mengisi acara musik di malam pergantian tahun baru akan segera tampil.


Para Suami hanya bisa berdoa dan harap-harap cemas menyaksikan penampilan para Istri. Mendekati malam pergantian tahun, tiba-tiba saja sosok Bima hadir diantara para pengunjung mini resto yang sedang meniup terompet dan menyalakan kembang api. Nayaka yang sedang berjalan terburu-buru untuk bergabung di antara para pengunjung dan Keluarga Besar.


" Kyaaaa... " suara jeritan Nayaka tertahan saat sosok Laki-laki yang selama ini selalu membuat Mereka bersitegang. Manik mata kedua nya bersitatap secara intens, wajah Bima semakin mendekat ke arah wajah Nayaka, Nayaka menutup wajah nya dengan kedua tangannya.


" Ada semut di kening Mu, " lalu Bima meniup hingga semut itu tergelincir jatuh.


" Mmmm.... terima kasih, "


" Lain kali berjalan lebih hati-hati, kalau Aku tak ada sudah dapat di pastikan wajah Mu yang mulus akan tergores dan luka, " Bima memposisikan tubuh Nayaka berdiri sempurna.


" Sekali lagi terima kasih, " ucap Nayaka berlalu meninggalkan Bima.


" Dasar gadis manja, " ucap Bima pelan


Nayaka yang baru saja berjalan meninggalkan Bima, mendengar apa yang di ucapkan Bima.


" Maksud Kamu apa! Siapa yang manja? " Nayaka mendekati Bima yang sudah berjalan ke sebuah meja di sudut ruangan. Dan saat Bima berbalik, tubuhnya dan Nayaka bertabrakan, tanpa di sengaja bibir Mereka saling bertemu " Cup " satu kecupan bertemu tanpa sengaja, Bima yang kaget malah ******* bibir seksi milik Nayaka.


Tangan Nayaka dalam posisi mendorong namun tenaganya kalah kuat dari Bima. Ciuman semakin panas dan belum lepas. ketika Mereka sudah kekurangan oksigen, Bima baru menghentikan ciuman panas,.


" Plaaaak, " satu tamparan keras mendarat di wajah Bima.