
Acara lamaran sekaligus penentuan acara ijab kabul dan resepsi Delima dan Frans baru saja selesai. Para tamu undangan dan pihak Keluarga sudah kembali ke kediaman masing-masing.
Sementara Sonya masih berada di rumah Delima, menemani calon pengantin. Frans dan Keluarga juga sudah pulang ke kediamannya.
Waktu tiga bulan rasanya cukup untuk mempersiapkan pernikahan, apalagi ada Sonya yang membantu untuk persiapan acara tersebut.
Ijab kabul akan di laksanakan disebuah masjid yang berada di perumahan tempat tinggal Delima, sedangkan acara resepsi akan di gelar di gendung serbaguna berkapasitas lima ribu para undangan.
*
Delima dan Frans sebenarnya bisa mengelar resepsinya di sebuah hotel mewah, namun Mereka tak mau menghambur-hamburkan uang hanya untuk sebuah pesta.
Bagi Mereka lebih baik menyimpannya dalam bentuk tabungan deposito. Apalagi kedua Orang Tua Frans sudah berusia lanjut, sudah lama pensiun dari tentara nasional indonesia, sementara Ibunya sudah lama pensiun dari perusahaan tembakau.
Memiliki 7 bersaudara dan sudah menikah semua, memiliki Anak-anak yang sudah Remaja.
Sedang Delima Papanya seorang dosen di sebuah universitas swasta dan Mama nya seorang notaris.
Hari mulai sore Sonya pun pamit pulang, Sebenarnya Ia kangen pulang ke rumahnya. Namun apa daya rumahnya sudah terjual satu Minggu yang lalu.
Tinggal menunggu surat akte cerai dari pengadilan saja, maka harta gono gini segera di bagi.
Sebenarnya Rino memberikan rumah itu untuk Sonya, namun Mama mertua nya meradang saat mengetahuinya. Lagi pula Sonya tak mau menerimanya karena sudah paham konsekuensi nya.
Saat ini Rino tengah mempersiapkan galeri lukisannya, I a juga akan membuka sekolah/les melukis di kota Bandung, Ia tak mungkin betah tinggal di kampung halaman.
Kondisi Rino saat ini sudah sehat. Hanya saja belum bisa bicara. Padahal hasil pemeriksaan terakhir mestinya Rino sudah bisa berbicara. Apa yang sedang di rahasiakan Rino saat ini, entahlah!
**
Terlepas dari ijin dari kedua Orang Tua yang sangat sulit Ia dapatkan, debat kusir yang panjang akhirnya menghasilkan restu dan ijin dari Mami dan Papi.
Notifikasi pesan masuk. # Hai Sonya, ini aku Niko, Aku lagi Bandung nih, boleh mampir gak? #
# Ooh Kamu lagi Bandung, boleh nanti Aku share lokasi nya ya #
# Besok Aku mampir ya, sekarang masih anter Ibunda Ratu belanja oleh-oleh #
# Iya gak papah, santai aja #
# Thanks ya Sonya #
# Sama-sama #
Sonya baru saja tiba di kediaman kedua Orang Tua nya, Ia langsung menuju kamarnya, bergegas mandi, merendamkan tubuhnya yang terasa sangat lengket.
Hampir satu jam Ia berada di kamar mandi, lalu berganti pakaian, setelah itu mengambil remote televisi dan merebahkan tubuhnya di atas sofa.
Dalam satu Minggu ini Ia harus menyelesaikan konsep untuk acara pernikahan Delima dan Frans. Dan dalam satu Minggu ini Ia harus mendapatkan hunian baru yang akan segera di tempati nya juga.
Semua harus selesai dalam waktu satu Minggu ini. Ada 3 perumahan yang menjadi pilihan Sonya dari ketiganya, Ia akan memilih salah satunya.
Ayo dukung Aku melalui vote, like dan komentarnya. Memang betul dukungan dari Readers membuat semangat dalam melanjutkan cerita.
Salam hangat, makasih 🙏😘