MENANTU

MENANTU
110



Ini pertama kalinya setelah lebih dari 17 tahun lamanya. Moula dan Mouli bertemu dengan Garda Ayah kandungnya. Berbeda dengan Mesca sejak terlahir kedunia Ia tak pernah tau siapa Ayah nya, bagaimana rupa wajahnya, dan hari ini Mereka akan bertemu dengan sosok Ayah.


Mama Fenita telah mempersiapkan pertemuan ini, Ia bahkan tak apa yang akan terjadi saat pertemuan nanti, jam 2 siang Mereka bertemu di sebuah restoran yang bernuansa vintage.


Sebelum bertemu dengan Garda, Mama Fenita mengajak ke tiga Putri nya untuk makan siang agar saat bertemu Garda Mereka cukup minum dan menyantap cemilan, itu pun kalau masih ada selera.


Tepat jam 2 siang Garda sudah tiba di restoran tersebut. Menemui Mama Fenita dan ketiga Putrinya. Garda menyapa Mama Fenita dan ketiga Putri nya.


" Maaf jika Saya datang terlambat, " ucap Garda sambil membuka kaca mata hitamnya. Tubuh Mesca tersentak, kaget karena Ia mengenal sosok Pria Dewasa yang saat ini berada di depan nya, Garda tersenyum pada ketiga putrinya. Namun ketiga Putrinya hanya diam terpaku, tatapan menghunus tajam dari kedua bola mata Mesca, Ia tak percaya bahwa dokter yang Ia temui saat itu adalah Ayah Kandung nya.


" Baiklah, Aku rasa Kita tak perlu membahas masa lalu, ini Mouli, ini Moula dan ini Mesca, " ucap Mama Fenita memperkenalkan ketiga Putrinya.


" Aayyy... mmm, senang sekali rasaya bisa bertemu dengan kalian semua, " ucap Garda sedikit terbata.


" Saya rasa tak perlu banyak basa-basi, Mama bisa menjelaskan pada Orang ini apa tujuan Kita bertemu saat ini, " ucap Mesca dengan kata-kata tegas dan sorot mata yang penuh rasa kebencian.


Mama Fenita, Moula dan Mouli sangat kaget saat tiba-tiba Mesca berkata begitu.


" Moula dan Mouli akan menikah, kebetulan Mereka akan meminta wali hakim yang akan menikahkan Mereka, apa Kau keberatan? "


" Maafkan karena selama ini, Saya mengabaikan Kalian, Saya memang tak pantas untuk di panggil Ayah "


" Baiklah, Saya setuju jika Moula dan Mouli menikah di walikan dengan wali hakim.


" Saya rasa cukup pembicaraan Kita, Ayo Ma Kita pulang, " ajak Mesca beranjak dari kursinya di ikuti Moula dan Mouli.


" Tunggu, tidakkah Kalian memberi Ku kesempatan untuk meminta maaf dan Kita akan memulai hubungan yang lebih baik untuj masa depan.


" Permintaan Anda terlalu berlebihan Pak, " ucap Mouli


" Kami permisi dulu Pak, " ucap Moula


" Fe, demi Anak-anak Kita, Aku mohon beri Aku kesempatan untuk memperbaiki hubungan Kita, " ucap Garda penuh permohonan.


" Mungkin lain waktu Kita bahas lagi, Aku duluan, " ucap Fenita pergi meninggalkan Garda yang masih duduk termenung. Garda sungguh sangat menyesali semua yang terjadi di masa lalu, andai saja Ia tidak tergoda dengan Perempuan Ibl*s, kehidupan rumah tangga nya sudah pasti sangat bahagia dan harmonis.


Diantara ketiga Putrinya hanya Moula yang bersikap lebih tenang, biasa saja, ada sorot kebencian di matanya.Garda berharap Ia bisa berbicara dengan Moula suatu saat nanti.


Garda ingin sebelum kematian menjemputnya berharap bisa berbaikan dengan ketiga Putrinya. Ia tak mau di akhir hidup nya hubungan dengan ketiga Putrinya bagaikan Orang asing yang tak memiki hubungan darah.