
Ketika jam kerja berakhir, Sonya segera menuju tempat parkir, ternyata Albert mengikuti nya dari belakang.
" Sonya tunggu, kita pulang bareng aja, " ucap Albert.
" Makasih Al, aku bawa kendaraan sendiri, " jawab Sonya.
" Di tinggal disini aja, kita hang out kebetulan aku mau minta tolong pilihin sesuatu untuk hadiah ulang tahun mami ku, " ajak Albert.
" Aduh sorry banget Al, aku udah ada janji, " mungkin lain waktu.
Sonya bergegas masuk ke dalam mobil nya, perlahan mobilnya keluar dari area parkir. Sementara Albert mengikuti mobil Sonya.
Kebetulan hari ini kak Del dan Frans terakhir kerja karena lusa mereka sudah ijab kabul dan menikah. Jadi hari ini kak Del dan Frans lembur untuk menyelesaikan pekerjaannya.
" Siiit, kenapa aku jadi penasaran begini sama Sonya, " gumam Albert.
Mobil Sonya menepi disebuah klinik dan ternyata itu klinik tempat dokter Ferdian bekerja. Albert memperhatikan gerak-gerik Sonya. Albert tak melihat ada hubungan khusus dengan laki-laki tersebut. Terlihat dari cara Sonya memperlakukan laki-laki dihadapannya.
Tapi sepertinya laki-laki tersebut menyukai Sonya. Albert pun melajukan mobilnya membelah kemacetan kota Bandung. Tujuannya kali ini langsung ke rumahnya.
Tubuhnya terasa lelah, iya harus beristirahat karena nanti malam jadwal clubbing. Sejak bekerja Albert tak bisa clubbing setiap malam, paling hanya di sabtu malam atau di minggu malam.
*
Albert belum bisa memejamkan matanya, iya masih terbayang-bayang dengan Sonya, lalu iya menelpon Anggita untuk segera datang ke rumahnya.
Bertempur akan membuatnya lelah, hingga akhir nya iya bisa tidur dengan lelap, malam ini seperti nya jadwal clubbing harus di tunda.
Bahasa trend saat ini sugar baby, Albert memiliki beberapa sugar baby diantara nya Anggita gadis remaja blasteran Jerman.
Sejak lama Albert memiliki beberapa wanita simpanan, karena Albert tak mau sembarangan berhubungan intim dengan pasangan yang belum iya kenal secara detail.
Sambil menunggu Anggita tiba di rumah nya Albert bersantai di balkon, menyeruput vanilla latte kesukaannya.
Satu jam berlalu Anggita sudah tiba di rumah Albert, pak Agus pelayan setia mengetuk pintu kamar, lalu masuk dan menyampaikan pesan bahwa nona Anggita sudah menunggu di ruang bawah.
Albert pun segera turun menemui Anggita melalui pintu khusus yang hanya diketahui oleh pak Agus dan Marina pelayanan nya, selama berhubungan dengan sugar baby nya, Albert tak pernah mengajak para sugar baby nya berkencan di ruang kamar pribadi nya.
Albert sudah menyediakan tempat khusus di lantai bawah, ruangannya pun terpisah dari rumah Albert.
" Hai kak, " sapa Anggita sambil berlari kecil memeluk dan mencium bibir Albert.
Kedua nya bak singa yang kelaparan saling mencumbu satu sama lain.
Diantara para sugar baby, Anggita lah yang paling disukai Albert, selain cantik, kulitnya halus mulus, bibir nya mungil, merah seperti buah strawberry, memiliki dada berukuran sedang, namun sangat padat dan kenyal.
Anggita juga masih perawan saat itu, bahkan iya belum pernah disentuh oleh laki - laki, berciuman saja belum bisa. Semua Albert yang mengajarkannya.
Anggita juga tak banyak bicara, tak banyak menuntut seperti sugar baby lain nya.
Meski Anggita tak sepiawai sugar baby lainnya dalam melayani Albert, tapi Albert justru sangat menyukainya. Ada tantangan tersendiri bagi Albert untuk mendominasi dalam pertempuran panasnya.
Kedua nya kini sudah larut dalam adegan dewasa yang sangat panas, hingga pendingin udara di ruangan ini tak terasa. peluh keringat bercucuran membasahi tubuh mulus keduanya.